Luka di Ujung Cinta
Juli 22nd, 2008 by Sukadi
Akankah sebuah perpisahan menjadi awal dari goresan–goresan puisi sang bijak? Yang menggantikan secawan arak kedalam untaian–untaian doa, yang akan menggantikan gelap ke dalam terang binar mata, dan membisikkan petuah–petuah bijak dalam rahasia kehidupan ini?
Akankah air mata yang telah mengalir bagai mata air bening yang tak pernah tahu kemana akan terpercik, bagai tetes–tetes embun yang membasahi dedaunan dapat menggantikan goresan luka yang terlanjur menganga di sekujur hati?
Mampukah semua itu menitipkan secuil asa kedalam secangkir madu dan menjadikan setetes air menjadi segenggam gelombang, yang menghantam mimpi–mimpi buruk dan bayang–bayang semu?
Akankah kesendirian dapat menjadi sahabat karib yang dapat diajak berbagi, dan mampukah sepi menyanyikan kidung–kidung cinta seperti saat engkau mendongengkan sebuah cerita tentang seorang penggembala yang jatuh cinta kepada putri raja, seperti saat kau lukiskan api cinta di mataku ?
Solo, awal 2003