Cerita Sebelum Ajal
Juli 21st, 2008 by kianinara
Suatu kali mentari dan bulan pada mengadu
Mentari : orang-orang mencercaku. Awan jauh dariku.
BulanĀ : langit sepi. Bintang-bintang pada pergi.
Lantas pantaskah mereka mengurung diri
menggerutu, salahkan nasib tak bermata?
Nyatanya mereka tetap disana
Bersama takdir mereka
Dan tiba-tiba kau teriak,
“Aku bukan siapa-siapa, takkan ada duka pun luka.”
Lebih-lebih mentari dan bulan, kau pakai tiang gantungan kreasi sendiri
Kutarik tanganmu dan kubisiki telingamu keras-keras,
“Dengar! Aku ruhmu yang gentayangan!”
Kau gemetar hebat, terduduk di sudut
Carut marut
” Mengertikah engkau, aku sedang bercerita. Siapa tahu kau tetap disana, bergandengan dengan hidup, lantas tersenyum dan berkata, ternyata, ini tak buruk!”
Suatu kali hati resahmu mengadu
Kekasih pergi, dunia mati
Dan aku menunggu di persimpangan
Tik…tik….tik…