Kau Namai Dia Malam
Juli 3rd, 2008 by Stebby Julionatan
- untuk Anna Maria
Kau teguk sisa-sisa hujan dalam cawan itu. Yang isinya berbiak dalam perutmu. Lalu di saat rahimmu bergolak dasyat, kau namai dia Malam.
Kau mengguyurnya dengan tubuh hujanmu. Menisiknya ke dalam selimut petang. Dan meniupkan pijar pengampunan dalam dinding kamarmu yang sesak padat.
Entah apa maumu? Kau susui dia dengan penderitaan. Kau didik dia dengan kelaparan. Lelaki tua yang kau panggil Ayah, hanya mampu menatapmu dalam diam. Ia terbakar ketika mencoba menyentuh dingin tubuhmu. Mulutnya pun mulai bisu ketika ia menjejalimu dengan akidah dan tauhid.
Malam pun tumbuh bersama curiga para tetangga. Sebab ayahnya hanyalah cairan hujan di dalam cawan. Namun kau kian mantap membesarkannya. Sebab bibir kekhawatiran telah bebal sejak janin itu belajar bicara.
Malam menuntunmu pada kenisbihan hakiki. Ia tersenyum ketika kamu ragu menyapihnya. Ia mengembangkan tangan-tangan kecilnya yang polos. Memberimu pilihan dengan duniamu sendiri. Tubuh hujanmu.
Pekat tubuhnya melumpuhkan semua sendi indramu.
Euphoria. Tubuh hujanmu menggenang, menggeliat, mengalir, mengikis, bahkan menghantam nalar. Kau mabuk dalam candu pilihan. Kau mencapai ektase. Bersama Malam kau menggapai nirwanamu.
Probolinggo, 28 Juni 2008.
perfect….!!!!
terima kasih…
ps.
dalam smsnya, anna maria, yang baca puisi ini, katanya sampe nangis.
thank u, that’s me!!!
stebby ya???
sukses selalu deh buat kamu…
sama. jelek banget puisinya
Keren cuy,,,
@ fatkur: terimakasih untuk hinaannya
@ dhemy: makasih, dem…