Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu. Memasang wajah sinisnya padaku. Bibirnya berkedut-kedut setiap waktu ketika memerintahku merampungkan pekerjaan presentasinya yang selalu saja terburu-buru. Alisnya terangkat beberapa senti, matanya melebar melihat beberapa klien yang memasang wajah heran. Raut mukanya sungguh tak nyaman. Jelas sudah bagiku, itu petunjuk gamblang yang berarti setelah ini aku dipanggil ke kantornya. Untuk diceramahi, dicaci-maki, bahkan bisa saja langsung dipotong gaji. Aku benci ini.
Ku duduk termenung dengan kagumku
Berhadapan langsung dengan sang Lautan
Menanti larinya sang Surya ke peraduan
Menatap betapa elok senja tiba
Ditemani dengan ributnya angin dan tangisan ombak
Menambah keindahan tak terbayangkan
Hanya kata sanjungan untuk-Mu sang Khalik
Permanent link to this post (39 words, estimated 9 secs reading time)
kau permata di antara bebatuan
berkilau bagaikan mata air di tengah padang pasir
dan aku hanyalah bunga layu tanpa air itu
aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti yang ingin disampaikan api kepada kayu
sebelum kayu menjadi abu
aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
Kata puitis ini takkan pernah cukup tuk wakili harapku
Begitu juga berjuta kata yang mungkin akan terangkai untukmu
Cinta…
Bukanlah sekedar mimpi semu
Juga bukanlah hanya angan belaka
Denganmu…
Posted in Puisi, Asa, Teruntuk on Juni 26th, 2008 3 Comments »
Mungkin memang saatnya berakhir..
Meski masih ada sedikit harap tersisa
Entahlah, tapi ku harus pergi, meninggalkan, berpaling dan melupakan..
Berbahagialah…
Apapun yg ada dalam genggaman
Jadikanlah yang terindah
Kasih tak sampai hanyalah mimpi
Biarlah semua menjadi bintang dilangit
Dan kan kutemukan sesuatu yang indah
Malam pekat terbentang di langit Legian. Endirastomo melangkahkan kakinya menyusuri deretan tempat hiburan yang ramai dan penuh sesak. Ingin sekali rasanya membaur bersama mereka disana, menikmati musik yang berdentam di dalam kafe ataupun sekedar mengepulkan asap rokok yang sejak tadi dihirupnya. Tapi hatinya tak bisa menepiskan sedikitpun bayang-bayang Cinderella, gadis yang baru 2 jam lalu memutuskannya. Endirastomo tidak habis pikir kenapa Cinderella memutuskannya. Dia mendengar gosip kalau mantannya itu lagi naksir sama Dandy, kakak kelasnya waktu SMU. Mungkin hanya sekedar gosip tapi dia mendengarnya sendiri dari Mamat, kawan akrabnya.
Dear : you
Masih banyak angan yang belumlah lagi tersampaikan..
juga harap yang belum terucapkan….
Namun
Kepada langit atau kepada anginkah
Asa ini harus tertumpah..
Aku tak rasa tangguh lagi
Sedih dan dukaku
Juga tawa dan bahagiaku..
Semua begitu samar..
“Permisi Bapak-bapak, Ibu-ibu. Maaf bila kehadiran saya mengganggu Bapak – Ibu dan Penumpang sekalian. Berikut akan saya bawakan lagu terbaru dari Mulan Jamilah dengan “Wonder Woman” ucap Ani mengucapkan nama salah satu penyanyi terkenal itu.Aku bukan wonder womanmu
Yang bisa terus menahan rasa sakit karena mencintaimu….
Kupikir kau di sampingku,
ada untukku, menemaniku,
menyayangiku, menjadi milikku.
Tapi di belakang situ
kau berbelok meninggalkanku.
Kau jauh di sana,
berlari..
Mengejar apa?
Aku tak melihat kau mengejar sesuatu.
Aku merelakanmu
ntuk bersama mereka.
Tapi kini aku tahu sesuatu
Aku tahu mereka meninggalkanmu
Aku tahu kau sakit,
Aku tahu kau menangis,
tapi bukan padaku..
Aku tak pernah ingat permen pertama yang kumakan
Aku tak pernah inget es krim pertama yang ayah belikan
Aku tak pernah ingat pelangi pertama yang kuagungkan
Tapi hal ini, cinta pertamaku,
kenapa tak pernah hilang dari hatiku?
Permanent link to this post (39 words, estimated 9 secs reading time)