KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Juni 2008

Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu. Memasang wajah sinisnya padaku. Bibirnya berkedut-kedut setiap waktu ketika memerintahku merampungkan pekerjaan presentasinya yang selalu saja terburu-buru. Alisnya terangkat beberapa senti, matanya melebar melihat beberapa klien yang memasang wajah heran. Raut mukanya sungguh tak nyaman. Jelas sudah bagiku, itu petunjuk gamblang yang berarti setelah ini aku dipanggil ke kantornya. Untuk diceramahi, dicaci-maki, bahkan bisa saja langsung dipotong gaji. Aku benci ini.

Ku duduk termenung dengan kagumku
Berhadapan langsung dengan sang Lautan

Menanti larinya sang Surya ke peraduan
Menatap betapa elok senja tiba

Ditemani dengan ributnya angin dan tangisan ombak
Menambah keindahan tak terbayangkan

Hanya kata sanjungan untuk-Mu sang Khalik

kau permata di antara bebatuan

berkilau bagaikan mata air di tengah padang pasir

dan aku hanyalah bunga layu tanpa air itu

aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana

seperti yang ingin disampaikan api kepada kayu

sebelum kayu menjadi abu

aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana

Kata puitis ini takkan pernah cukup tuk wakili harapku

Begitu juga berjuta kata yang mungkin akan terangkai untukmu

Cinta…

Bukanlah sekedar mimpi semu

Juga bukanlah hanya angan belaka

Denganmu…

Saat Harus Terelakan

Mungkin memang saatnya berakhir..

Meski masih ada sedikit harap tersisa

Entahlah, tapi ku harus pergi, meninggalkan, berpaling dan melupakan..

Berbahagialah…

Apapun yg ada dalam genggaman

Jadikanlah yang terindah

Kasih tak sampai hanyalah mimpi

Biarlah semua menjadi bintang dilangit

Dan kan kutemukan sesuatu yang indah

Malam pekat terbentang di langit Legian. Endirastomo melangkahkan kakinya menyusuri deretan tempat hiburan yang ramai dan penuh sesak. Ingin sekali rasanya membaur bersama mereka disana, menikmati musik yang berdentam di dalam kafe ataupun sekedar mengepulkan asap rokok yang sejak tadi dihirupnya. Tapi hatinya tak bisa menepiskan sedikitpun bayang-bayang Cinderella, gadis yang baru 2 jam lalu memutuskannya. Endirastomo tidak habis pikir kenapa Cinderella memutuskannya. Dia mendengar gosip kalau mantannya itu lagi naksir sama Dandy, kakak kelasnya waktu SMU. Mungkin hanya sekedar gosip tapi dia mendengarnya sendiri dari Mamat, kawan akrabnya.

Dear : you

Masih banyak angan yang belumlah lagi tersampaikan..

juga harap yang belum terucapkan….

Namun

Kepada langit atau kepada anginkah

Asa ini harus tertumpah..

Aku tak rasa tangguh lagi

Sedih dan dukaku

Juga tawa dan bahagiaku..

Semua begitu samar..

“Permisi Bapak-bapak, Ibu-ibu. Maaf bila kehadiran saya mengganggu Bapak – Ibu dan Penumpang sekalian. Berikut akan saya bawakan lagu terbaru dari Mulan Jamilah dengan “Wonder Woman” ucap Ani mengucapkan nama salah satu penyanyi terkenal itu.Aku bukan wonder womanmu

Yang bisa terus menahan rasa sakit karena mencintaimu….

Kupikir kau di sampingku,
ada untukku, menemaniku,
menyayangiku, menjadi milikku.
Tapi di belakang situ
kau berbelok meninggalkanku.

Kau jauh di sana,
berlari..
Mengejar apa?
Aku tak melihat kau mengejar sesuatu.
Aku merelakanmu
ntuk bersama mereka.

Tapi kini aku tahu sesuatu
Aku tahu mereka meninggalkanmu
Aku tahu kau sakit,
Aku tahu kau menangis,
tapi bukan padaku..

Aku tak pernah ingat permen pertama yang kumakan

Aku tak pernah inget es krim pertama yang ayah belikan

Aku tak pernah ingat pelangi pertama yang kuagungkan

Tapi hal ini, cinta pertamaku,

kenapa tak pernah hilang dari hatiku?

 

« Prev - Next »