Menguak Isi Hati
Juni 27th, 2008 by cHiMoeTz
Hati ini serasa senja
tak terperikan oleh bidadari malam
bulan berkicau menantang alam
apa mungkin??
sejak pergi,
tak pernah termiliki…
gundah itu punya siapa?
asa ini milik siapa?
rindu itu menjadi dua
entah siapa yang punya
aku tertegun sesaat menatap langit senja
tetap pada posisi semula, mengalirkan kebeningan airmata, mencerna rasa dalam asa,
indahnya ilalang yang ada di sekelilingku terbias oleh cahaya senja
tatapanku tajam
arakan awan mulai menghitam
hembusan angin sore mengajak rambutku bermain
mengacak-acak rambut panjangku
rambut panjangku yang sengaja kubiarkan terurai
aku mengenalnya melalui sebuah nama, nama yang kurasakan tak pernah menghilang dari figura hati ini
namanya mampu membuat dada ini bergetar hebat, seolah tersesakkan oleh beban yang cukup menggema di raga
kini tak kutemui lagi wajahnya sejak itu, sejak aku memutuskan untuk tak berhubungan lagi dengannya
sejak Ia menggoreskan luka ini, luka yang kurasa takkan pernah mengering hingga akhir waktu
aku lupa, aku melupakannya, aku sengaja melupakannya
tanpa terasa airmata ini mengalir hingga mengering dengan sendirinya
kubaringkan tubuh mungilku di permadani nun hijau
ku lepas semua beban ini
tak mau lagi ada dirinya
tak ingin lagi ada dia
Kuat Kah ..?? Cz Yang gw rasa untuk itu sangat berat.. gw sendiri pun tersesak dengan cinta yang membebani jiwa dan raga ini.. andai tidak ada cinta dalam hidup ini mungkin pering dan air mata berlinang tak kan terjadi..