Malam di Jogja
Juni 13th, 2008 by Khawarizmy
Adzan-adzan keras menyebar
dengan jelas kudengar
Tapi, hatiku tidak bergetar
Yah, benar
sedikit pun tidak bergetar
Mungkin karena aku lapar
Tak lagi tertahan, tidak sabar
Aku pun mengayuh sepeda
membelah gelap isya
melawan dinginnya
Sekali aku berhenti
Bukan! sesekali aku berhenti
Mencoba lebih mengerti
kemana aku harus pergi
memuaskan lapar-dahaga diri
di tempat-tempat ini
Warung makan
warung klontong
lesehan
burjo
dan angkringan yang berjajar di pinggir jalan
Tapi,
aku ragu untuk memasuki
apalagi ikut menikmati
Aku beku
dalam lapar kegelapanku
Maguwoharjo, 23 Juli 2007