Ketika Aku Jatuh Cinta
Juni 11th, 2008 by cHiMoeTz
Kata orang jatuh cinta itu sangatlah menyenangkan. Bisa membuat kita bahagia. Itulah yang kurasakan ketika Ayah dan Bunda membelikan aku sebuah gaun berwarna merah muda.
Ketika kami berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di kota, pandangan mataku terpaku pada sebuah toko pakaian. Di etalasenya terpajang sebuah patung gadis kecil cantik yang tengah mengenakan sebuah gaun berwarna merah muda. Aku rasa, aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada gaun itu.
Cukup lama aku tak beranjak dari sana hingga Ayah dan Bunda mengerti bahwa aku ingin sekali memiliki gaun itu. Kebetulan tiga hari lagi aku akan merayakan hari jadiku yang ke 10. Tanpa berkompromi dan menunggu persetujuan dariku, Ayah dan Bunda menarikku ke dalam toko itu.
Sesampainya di rumah, aku langsung membuka kotak yang berisi sebuah gaun yang kuinginkan. Aku melonjak kegirangan ketika aku mencoba mengenakannya. Bunda membantuku memakaikannya ke tubuh mungilku.
Subhanallah, indahnya…
Siang malam, aku terus memuji gaun yang akan kukenakan di pesta ulang tahunku nanti. Terus saja kupandangi gaun indah yang tergantung di rak gantung di kamarku. Semuanya membuat aku mengundur-undur waktu shalat, lupa mengaji dan menomor-duakan membaca al-hadist.
Jatuh cinta yang membuatku melupakan semua kegiatan-kegiatanku yang lain. Hingga tanpa sadar, aku telah membuat diriku menjadi rugi sendiri.
Hari yang kunanti pun akhirnya datang juga. Di hari istimewa ini, aku ingin sekali memamerkan gaun baruku kepada semua teman-temanku yang datang ke pesta ulang tahunku. Gadis kecil bak bidadari yang terpantul di depan cermin ketika aku berkaca. Sunggingan senyum penuh kesombongan tergurat jelas dalam wajahku mungilku. Berharap ribuan pujian yang akan kuterima.
Ketika aku tengah menyapa teman-temanku yang datang, tanpa sengaja seseorang dari belakang menabrakku dan menumpahkan minuman yang dibawanya ke gaun yang kukenakan. Ingin marah rasanya, tapi langsung kutahan amarahku dengan kalimatullah. Dalam sekejap jiwa kekanakanku datang dan mulai tertahan di kelopak mataku. Kata maaf langsung terlontar dari temanku yang tak sengaja menumpahkan minumannya ke gaunku.
Aku teringat kata bunda, semua yang ada di dunia memang memiliki masa. Sejak saat itu, aku hanya bisa menyimpan gaun kesayanganku itu. Cintaku pada sebuah gaun merah muda kini lenyap seketika hanya karena setitik noda yang tak menghilang.
Kututup album foto usang. Ayah sempat mengabadikan momen itu. Ketika dengan bangganya aku mengenakan gaun merah muda itu, beberapa tahun yang lalu…
Tak terasa airmata ini membasahi pipiku. Aku tertegun mengingat ketika aku menjadi bidadari kecil sehari.
Ketika aku jatuh cinta pada sebuah gaun merah muda…