KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kemarahan Buatmu

maka aku tak sempat mengantarkan kata-kataku
kepada telingamu yang menjauh
aku tak berharap terlalu banyak pada siapa pun kau
kata-kataku begitu resah dan lemah
tak mungkin menjadi Anantasena bagi Baratayudha
bahkan mungkin menjadi sampah di ruangruang dunia
bahkan mungkin menjadi seperti Trunojoyo bagi Kompeni
mungkin tetap sampah-sampah yang resah mencari…
mencari…mencari…
mencari hak atas kesampahannya
dan kita tak lebih dari salah satu dari ketakterhitungan sampah itu

kau bertanya: kenapa?
aku tak akan menjawab, tak pernah
kau bertanya lagi: kenapa?
aku tetap tak menjawab sampai kau diam
sampai kau mengerti jika sampah itu kau
dan kau masih saja bertanya: kenapa?
sekali pun aku tak akan pernah menjawab
para leluhur melarangku untuk mengatakan bahwa kau benar-benar bodoh
di depan hidungmu yang pemarah-pemalu dan pendiam
aku diam, kau masih dengan pertanyaan serupa: kenapa?
lantas aku akan menjawab marah:
siapa yang telah menganggapmu ada?!

Ahsvakarsa, 100508.

Tinggalkan Komentar