Lupakan Lupa
Juni 8th, 2008 by prince-adi
Aku lupa. Lupa semuanya. Bahkan aku lupa apa yang kulupakan barusan. Kelupaanku pada hal yang terlupa tak membuat orang-orang melupakanku. ‘Si Pelupa’, begitu mereka menyebutku.
Mama mengingatkanku agar tak lupa membawa semua perlengkapan yang kubutuhkan untuk orasiku hari ini. Orasi yang kata Mamaku (sewaktu mengingatkanku) bagus untuk karirku di masa yang akan datang. Sebagai politikus katanya. Ah aku lupa lagi apa arti politikus itu.
Berpasang-pasang mata memandangku dalam. Atau mungkin kosong? Ah entahlah. Toh sendirinya aku akan lupa pada mata-mata itu. Tiba giliranku untuk berorasi. Mama di sampingku dan memberiku naskah orasiku. Dia tahu aku akan lupa semua kata yang kuhafalkan sebelumnya.
“Salam perjuangan!” kataku teriak. Seakan aku adalah sumber peledak yang mampu membuat otak tak berotak. Kemudian terkotak-kotak tak acak.
Baru beberapa kalimat meluncur dari bibirku. Mama memberikan suatu pertanda untukku. Membisikkan kata yang samar dan kucoba kudengar.
“Di, senyum! Jangan cemberut aja!”
Ups! Aku mencoba tersenyum. Tapi tetap tak bisa tersenyum. Gawat! Aku lupa membawa senyumku! Tadi tertinggal di depan cermin rias mamaku.
Ups! Wajahku luntur. Aku lupa mengganti topengku dengan topeng yang baru. Yang harusnya kuganti tiap harinya. Tidak! Aku tak mau wajah asliku terlihat orang lain.
“Mamaaaa …., tolong aku!!!”
bagussss s,
cuman kurang panjang aja..
agak nanggung bacanya…
hihihii
idenya s ok.
critanya bodorr..
idenya mnarik..
kta2 yg d pake jg asyik..
bkin senyum yg bca..
hhee =]
cma kpendekan..
eksplisit yang menggiurkan
lupakan lupa….
idenya sedikit singkat yaaaaaaa……….
benar-benar cerita yang pendek banget….