KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

“Dari jauh doang dia tampak mempesona, loe buktiin dari dekat deh!” interupku pada kesan Andre yang ngeyel kalau cewek di ujung sana amat cantik mempesona

“Bego loe ! Kalo nggak percaya buktiin aja sendiri.”

Aku cuek dengan ucapan Andre barusan, kutuang miniman ke gelasku yang mulai kosong.

“Eh, tuh lihat kalo doi lagi ketawa, aduh manisnya!”
Kuikuti arah telunjuk Andre. Dan sekali lagi gadis itu memang tampak anggun, tapi aku nggak yakin dari dekatpun dia tetap tampak seperti itu. Cewek tuh biasanya dari jauh oke tapi dari dekat?
“Rik dia kemari.”
Kami berdua langsung berpura-pura sibuk dengan kerjaan senat yang sebenarnya sudah rampung. Jadilah aku mengacak-acak tatanan map yang tadi udah benar biar tampak kelihatan sibuk memperbaiki. Andre mencorat-coret agendanya dengan tinta biru.

“Sial! Dia Cuma nanya tentang loe,” Andre mengumpat sambil masuk ruangan dengan kesal, aku tertawa mendapatinya. Kelebatan gadis mempesona berinterview dengan Andre tampak semakin menghilang.
“Loe bilang apa?” tanyaku menyelidik. Andre suka cerita aneh-aneh dan selalu bikin sensasi yang aneh-aneh pula.
“Gue bilang aja kalo loe masih jomblo,” terangnya santai. Aku mau saja ikutan mengumpat dengan apa yang barusan dia katakan, tapi dia sahabat yang terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu.
“Yang bener saja? Tapi dia nggak bakal percaya dong cowok sekeren gue masih jomblo,” ucapku akhirnya. Andre menjitak kepalaku sambil berlalu.
“Buktinya?”

Aku menatap kepergiannya, dari balik jendela aku tahu kalau gadis itu mempunyai mata yang amat teduh dan aku belum pernah menemukan pandangan seteduh itu sebelumnya. Tapi sayang, dia terlalu agresif untuk ukuran cowok seperti aku, aku tidak begitu suka cewek seperti itu, terlihat over dan cari-cari perhatian. Dan jika Andre bilang seperti yang dia ceritakan tadi, itu amat membahayakan posisiku. Kejadian selanjutnya bias ditebak, seperti tingkah gadis-gadis sebelumnya. Aku menghela nafas panjang.
“Mas Erik?”

Aku mengangguk tanpa mengangkat kepalaku dari majalah Trubus yang aku baca, lebih-lebih aku tahu siapa yang menyapaku kali ini, ‘gadis mempesona’nya Andre lengkap dengan parfum yang mampu merubah kandang sapi menjadi harum mewangi.
“Boleh saya duduk di sini?”

Kusaksikan tangannya yang lentik menunjuk kursi di sebelahku, kembali aku menggerakkan kepalaku tanda setuju. Majalah pertanian itu sudah tak masuk dalam otakku. Gadis ini memang tak bicara apa-apa, tapi aku dibikinnya nggak konsen. Orang-orang pada melihat ke arah kami. Kalo Andre tahu pasti aku diguyur dengan air kopi.
“Maaf, gue duluan, ga papa ya? Lain kali kita baca bareng-bareng lagi kalau gue nggak ada keperluan. Yuk !” aku berpamitan dengan kata-kata yang sebenarnya amat kutahan untuk tidak membentaknya. Itu kata-kata yang biasa aku gunakan untuk menjauhi gadis-gadis aneh itu. Tapi ketika kutatap matanya, aku merasakan sesuatu yang lain, dan Andre benar seratus persen, dia tampak tetap mempesona meski dari dekat. Sejenak aku dilanda keraguan. Duduk kembali atau terus berlalu, tapi akhirnya kakiku melangkah juga menjauhinya yang sedang dipenuhi tanda tanya. Kalau jurusku jitu, besok dia tidak akan mengganggu lagi, tapi untuk gadis ini aku nggak ingin jurusku sukses.
“Ndre, tolongin gue!”

Andre terkekeh, perutnya yang baik-baik saja dipegang-pegang ga sopan, aku amat kesal dengan ulahnya yang dibuat-buat. Padahal aku bener-bener serius.
“Ndre! Serius dong,” hentakku nggak tahan dengan kelakuannya. Andre menghentikan tawanya mendadak, tapi beberapa detik kemudian terurai kembali, bikin kamarnya jadi riuh. Tape dengan Bon Jovi nya kalah rame. Masih dengan jengkel aku keluar meninggalkannya sendiri di dalam, ada Roki, kucing Andre yang sedang makan siang. Fiuh!!
Aku menyesal, aku menyaksikan kekecewaan terpancar di wajahnya kemarin, dan aku merasa bersalah, rasa yang selama ini belum pernah hinggap dalam dadaku, dan setelah mendengar keluh kesahku ternyata Andre malah ngakak.
“Loe jatuh cinta coy!” tawa yang tersisa dengan kalimat terputus-putus itu terdengar setelah beberapa saat aku termangu.
“Jangan terlalu cepat menyimpulkan,” ralatku. Andre duduk di sebelahku sambil memainkan bola badminton hingga terdengar bunyi ketukan yang teratur.
“Coba dengerin gue! Loe terkenal di kampus, vokalis di band kita, dan loe punya kelebihan yang loe tahu sendiri kan? Rasanya nggak heran dong kalo banyak yang pengen dapet perhatian dari loe. Dan Dewi Fortuna masih mengekor di belakang loe karena meskipun loe orangnya dingin banget para fans malah penasaran dan nggak ngejahuin loe.” Andre melempar bolanya ke arahku.

Selama ini aku memang dingin sama cewek manapun, jadi kejaran wanita bukannya membuka sifat tertutupku, malah aku melengkapinya dengan kunci. Kembali gadis mempesona itu melintas. Ini yang namanya cinta? Rasanya aneh.
“Hai boleh duduk di sini?”

Gadis itu mengangguk, dan pesonanya masih mampu mendebarkan dadaku, dari balik pintu Andre mengacungkan jempol dan berlalu.

“Lagi nggak ada keperluan?” tanyanya menyindir, mata itu memandangku sesaat.
Aku tersenyum

“Sebenarnya sih ada.”
“Hem ?”

Matanya yang menyimpan tanda tanya itu kembali menatapku, aku amat senang menikmati keteduhannya.

“Nemenin kamu.”
Rona wajah itu memerah, dan aku menang melawan kebekuan hatiku, semuanya mencair, menghangatkan perasaanku yang berbunga.

“Namaku Erik, kamu sudah tahukan? Namamu?”

Gadis itu menerima uluran tanganku, sejenak kugenggam jemarinya yang dingin

“Senja!”
Kali ini mata itu tertunduk, menanti kalimatku selanjutnya.

Tak perlu dengan kata, Senja. Akulah yang akan menemanimu untuk hari-hari selanjutnya.

5 Responses to “Biarkan Cinta Tumbuh di Hati”

  1. on 10 Jun 2008 at 17:38pecandu cerpen

    Kok ceritanya GARING SIH!!!!, gak da apa kelanjutannya. gw tunggu lho kelanjutannya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. on 04 Jul 2008 at 14:23mia makassar

    lanjutannya mana nichh????
    ceritanya bagus koq.

  3. on 08 Jul 2008 at 09:19ar-razzi

    biarpun agak rancu critanya tp dah bagus kok….
    gua nantinkan kelanjtnnya yoooooooooooooo

  4. on 06 Aug 2008 at 11:21layla

    aq j6 5Lh 1 pn66u klnjutan cerita loe!!!!!!!!!!!!!!
    biz terasa ada yang krg gito loh…..

  5. on 16 Aug 2008 at 20:24kevin

    pantek itu yang bisa aku sebuitin untuk cerpenya.. PANTEK PANTEK PANTEK

Tinggalkan Komentar