KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Wonosobo

aku takut rindu,pada hamparan padi yang bersahabat dengan matahari, kabut dan hujan

yang setiap butirnya adalah kerja keras dan harapan-harapan sederhana

pada pematang dan ladangladang yang begitu asih

menggantungkan nasibnya pada Serayu yang berkelok

seperti ular Musa yang ajaib

hawa dingin yang ramah selalu menyapa dan memberi kehangatan

kepada para dewa yang enggan beranjak dari bumi ini

gadis-gadis kecil itu telah menjelma menjadi dewi-dewi

melengkapi pesona telaga warna

suara azan masih tetap bergema, beriring dengan semayup lonceng gereja

dan semerbak harum aroma dupa

memanggil manusia bercengkerama dengan penciptanya

oh, Indonesia kecilku

tanah air air tanah yang begitu surgawi

aku takut rindu,

pada kabut malammu

pada gerimis pagi harimu

pada setiap jengkal tanah air kecilku

pada setiap tetes air tanahmu

pada rumah-rumah yang tak berpintu

pada sapa ramah manusia di ujung desa

aku takut rindu,

itu sebab aku sayang untuk pergi.

Ahsvakarsa, 120807.

Tinggalkan Komentar