KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Diamlah
Izinkan aku berbicara di hadapan kalian
Dengarkanlah suara-suara kami
suara orang-orang diam
Menarik diri dari peradaban
dari hiruk pikuknya dunia
aku hanyalah seorang pemimpi
seorang penghayal
menganggap yang semu itu nyata
yang nyata itu semu
kahlil gibran bilang
setiap lelaki mencintai dua orang perempuan
satu dalam khayalannya yang begitu sempurna
dua adalah wanita bernafas yang penuh dengan kekurangan
sehingga dia bilang
haruskah aku menggantikan kedudukannya yang sempurna itu dengan wanita tanah liat yang bernafas ?
pernahkah kalian dengar
cerita sekawanan kupu-kupu yang ingin mengetahui seperti apa nyala lilin itu
mereka utus satu diantara mereka untuk menyelidiki
tetapi ia hanya melihat dari kejauhan dan pulang kembali untuk bercerita kepada kawannya
kurang puas, mereka utus satu lagi
ia melihat lebih dekat dan membakarkan sedikit sayapnya pada lilin yang menyala itu
akhirnya ia kembali dengan sedikit luka di tubuhnya
ternyata ada yang belum puas dan ingin serba tahu
ia kesana dengan penuh rasa keingin tahuan
ia dekap lilin yang menyala itu
ia tahu seperti apa nyala lilin itu
menyala bersama tubuhnya yang turut serta
dari kejauhan ada kupu-kupu bijak yang sedari tadi mengamati
ia berkata
dia telah mengetahui apa yang ingin diketahuinya
tapi hanya dia sendiri yang tahu tak ada yang dapat menuturkannya

nasibnya sama seperti seorang anak manusia yang ingin tahu segala hal mengenai cinta
dia dekapkan dirinya kedalam nyala lilin cinta yang menyala
terbakar hati dan perasannya
itulah sebabnya dia diam dan terus menerus membisu
sebab jiwanya telah mati
tak dapatlah dia menuturkan cinta yang telah dirasakannya
lalu dari manakah cinta yang selama ini menjadi tema setiap kehidupan
bukankah si pencinta itu tak pernah menuturkan sepatah kata pun mengenai cinta
ia datang dari mereka pujangga-pujangga amatiran
yang belum pernah merasakan cinta
tapi seringkali disakiti oleh cinta
Purworejo, April 2008

One Response to “Memahami Cinta dari Sudut yang Lain”

  1. on 22 May 2008 at 16:53CHAPCHA

    what a lovely poem!!

Tinggalkan Komentar