Selamat Tinggal, Cinta
Mei 9th, 2008 by Phelina Felim
“Sudah, putusin aja, Xil.”
“Tapi, Sel, aku masih sayang sama dia.”
“Daripada kamu sakit hati terus.”
“Biarlah.”
“Xil, mending kamu pikir-pikir dulu. Diputusin lebih menyakitkan daripada memutuskan lho.”
Aku hanya tersenyum memaksa.
***
“Eh, di FS kamu tuh siapa sih yang panggil sayang-sayang ke kamu?”
‘Eh??’ Panggilan apa itu? Sama sekali tidak ada romantis-romantisnya. Dulu ketika awal kami jadian, dia tidak pernah sekasar ini memanggilku.
“Cuma teman chatting.Biasalah, kamu kan tahu orang-orang di chatting emang suka kayak gitu.”
“Tapi jijik aja aku bacanya.”
“Kamu cemburu?”
Perlahan kalimat itu keluar dari mulutku. Aku tahu, dia tidak akan pernah cemburu. Bahkan mungkin jika dia melihatku berduaan dengan laki-laki lain, dia tidak akan marah dan menganggap hal itu tidak penting.
“Cemburu? Gak tahu deh! Nggaklah. Ngapain aku cemburu? Aku tahu kebiasaan kamu yang suka chatting dengan orang yang ga jelas dan aku bisa maklum.”
“Kamu masih sayang gak sama aku?”
Aku berdebar-debar menunggu jawabannya. Walaupun mungkin jawaban itu akan menyakitkan, namun aku sudah siap!
“Kamu ngomong apa sih? Udah ah, aku mau ke kelas dulu. Kamu sama Sella dulu gih. Mau kerjain PR.”
Aku meraih tangan Willy yang sudah terlanjur beranjak dari bangku koridor.
“Tunggu!!”
“Apa lagi sih?”
“Aku butuh jawaban kamu,Wi.”
“Gak penting!”
“Gak penting gimana? Kenapa sih kamu selalu menghindar kalau aku bertanya hal itu? Sebenarnya kamu masih sayang gak? Aku butuh kepastian kamu!”
“Kamu sendiri?”
“Tentu saja masih!”
“Bohong!!!”
Willy membentakku. Ini pertama kalinya! Aku tidak percaya. Aku hampir menangis tapi kutahan.
“Kalau kamu sayang sama aku, kamu ga mungkin kegatelan chatting dengan cowo ga jelas itu!”
“Jadi itu? Lalu kenapa setiap aku tanya apa kamu cemburu, kamu selalu bilang tidak?? Aku melakukan itu semua cuma ingin lihat reaksi kamu! Tapi kamu gak pernah cemburu! Aku jadi kesal! Kamu ga pernah nunjukin kalau kamu sayang aku. Itu membuat aku ragu. Aku gak pernah merasa dilindungi sama kamu! Aku kecewa, sakit! Kamu pikir, aku tidak pernah merasa bersalah?? Asal kamu tahu, air mata yang jatuh dari mataku sudah tak terhitung. Dan itu semua gara-gara sikap kamu ke aku!”
Aku menangis. Menunduk, dan terus menangis. Mungkin inilah akhir kisah cintaku.
“Xil…”
Aku tetap diam menangis. Willy berlutut di depanku. Tangannya meraih tanganku yang basah oleh air mata. Menggenggamnya erat, dan membelai rambutku.
“Maafin aku ya. Aku tidak pernah mengerti kamu. Mungkin aku memang cowo payah. Kamu cewe yang baik dan kamu tidak pantas mendapatkan pacar payah seperti aku. Aku tidak pantas untuk kamu.”
“Aku tidak pernah berpikir begitu,Wi. Bagi aku, kamu cowo terbaik yang pernah aku kenal. Walaupun kamu sering menyakitiku, tapi aku tetap sayang kamu. Tidak pernah terlintas olehku untuk berpaling darimu. Kamu harus percaya sama aku. Aku sayang kamu,Wi.”
“Xil, aku ngerti. Aku mohon kamu mau mendengarkan aku dulu. Aku..tidak bisa lagi pacaran sama kamu.”
Bagai disambar petir hatiku. Aku terpaku.
“Maaf. Aku memang tidak punya perasaan seperti dulu lagi. Sebenarnya sudah lama kupendam. Tidak berani aku ungkapkan karena aku takut menyakitimu.”
“Ya..”
Hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku berdiri dan meninggalkan Willy.
Untuk kesekian kalinya aku menangis karena dia. Tapi aku berjanji, ini air mata terakhir untuknya.
Selamat tinggal, Willy.
Terima kasih atas cinta yang pernah kau beri meski hanya sekejap.
Hk.. Hk.. Ini jga pernah trjadi pdQ. Emang mnyedihkn kL inget mslh it l9
sinetron..?
terasa aneh akhirnya….
Kya Maksa yach???
ini pernah terjadi pada ku, tapi masih banyak kok yang bisa mengerti kamu apa adanya sakit hati bukan berarti pasrah tapi kamu harus terima kenyataan tetap tenang positive thinking anggap saja dia bukan jodohmu he 10x
sama dong, kayak gue.
“CINTA DALAM HATI”
UNGU BAND.
hey…….xil,cerita kamu bagus tapi,aku ga bisa ngambil kesimpulan cerpen yang kamu tulis.Aku yakin ini pengalaman pribadi kamu…soal nya kata- kata nya dari hati banget…
Not Bad lah ….
klo udah memang ngga ada rasa buat apa dilanjutin,.. bakalan lebih nyakitin lo…
aku salut sama cerpen kamu, cerpen ini mengingatkan aku pada kekasihku yang dulu. . .
bagus!!! N’ menyedihkan…hikkk3
CrtNa Q bgtz!BdaNa km bs trm gt j wkt willy pts’in km..Q g bs trm gt j wkt Rangga pts’in Q!
baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssss
bangggggggggeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
hiks……hiks menyentuh banget.tapi koq akhirnya kayak gitu….sedih deh………
luthu luthu.
tapii kuk ampir sama am idup gue yah??
huKzz,,
*cediih_
kerennnn
asli aku tau rasanya………
kamu hebat xil
keep going ta…
masih ada yang menunggu kamu di luar sana]
Hikz. .hikz. .mirip ma crta gw. . Jd sdih ne. .
Thx yup atas smw c0mment nya
nyenttuh . !
alah2… cinta euy…
susah di tebak
pa lg klo lwt chating….
mm lumyn
kek dialog … bukan cerpen nie mah