KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

“Sudah, putusin aja, Xil.”

“Tapi, Sel, aku masih sayang sama dia.”

“Daripada kamu sakit hati terus.”

“Biarlah.”

“Xil, mending kamu pikir-pikir dulu. Diputusin lebih menyakitkan daripada memutuskan lho.”

Aku hanya tersenyum memaksa.

***

“Eh, di FS kamu tuh siapa sih yang panggil sayang-sayang ke kamu?”

‘Eh??’ Panggilan apa itu? Sama sekali tidak ada romantis-romantisnya. Dulu ketika awal kami jadian, dia tidak pernah sekasar ini memanggilku.

“Cuma teman chatting.Biasalah, kamu kan tahu orang-orang di chatting emang suka kayak gitu.”

“Tapi jijik aja aku bacanya.”

“Kamu cemburu?”

Perlahan kalimat itu keluar dari mulutku. Aku tahu, dia tidak akan pernah cemburu. Bahkan mungkin jika dia melihatku berduaan dengan laki-laki lain, dia tidak akan marah dan menganggap hal itu tidak penting.

“Cemburu? Gak tahu deh! Nggaklah. Ngapain aku cemburu? Aku tahu kebiasaan kamu yang suka chatting dengan orang yang ga jelas dan aku bisa maklum.”

“Kamu masih sayang gak sama aku?”

Aku berdebar-debar menunggu jawabannya. Walaupun mungkin jawaban itu akan menyakitkan, namun aku sudah siap!

“Kamu ngomong apa sih? Udah ah, aku mau ke kelas dulu. Kamu sama Sella dulu gih. Mau kerjain PR.”

Aku meraih tangan Willy yang sudah terlanjur beranjak dari bangku koridor.

“Tunggu!!”

“Apa lagi sih?”

“Aku butuh jawaban kamu,Wi.”

“Gak penting!”

“Gak penting gimana? Kenapa sih kamu selalu menghindar kalau aku bertanya hal itu? Sebenarnya kamu masih sayang gak? Aku butuh kepastian kamu!”

“Kamu sendiri?”

“Tentu saja masih!”

“Bohong!!!”

Willy membentakku. Ini pertama kalinya! Aku tidak percaya. Aku hampir menangis tapi kutahan.

“Kalau kamu sayang sama aku, kamu ga mungkin kegatelan chatting dengan cowo ga jelas itu!”

“Jadi itu? Lalu kenapa setiap aku tanya apa kamu cemburu, kamu selalu bilang tidak?? Aku melakukan itu semua cuma ingin lihat reaksi kamu! Tapi kamu gak pernah cemburu! Aku jadi kesal! Kamu ga pernah nunjukin kalau kamu sayang aku. Itu membuat aku ragu. Aku gak pernah merasa dilindungi sama kamu! Aku kecewa, sakit! Kamu pikir, aku tidak pernah merasa bersalah?? Asal kamu tahu, air mata yang jatuh dari mataku sudah tak terhitung. Dan itu semua gara-gara sikap kamu ke aku!”

Aku menangis. Menunduk, dan terus menangis. Mungkin inilah akhir kisah cintaku.

“Xil…”

Aku tetap diam menangis. Willy berlutut di depanku. Tangannya meraih tanganku yang basah oleh air mata. Menggenggamnya erat, dan membelai rambutku.

“Maafin aku ya. Aku tidak pernah mengerti kamu. Mungkin aku memang cowo payah. Kamu cewe yang baik dan kamu tidak pantas mendapatkan pacar payah seperti aku. Aku tidak pantas untuk kamu.”

“Aku tidak pernah berpikir begitu,Wi. Bagi aku, kamu cowo terbaik yang pernah aku kenal. Walaupun kamu sering menyakitiku, tapi aku tetap sayang kamu. Tidak pernah terlintas olehku untuk berpaling darimu. Kamu harus percaya sama aku. Aku sayang kamu,Wi.”

“Xil, aku ngerti. Aku mohon kamu mau mendengarkan aku dulu. Aku..tidak bisa lagi pacaran sama kamu.”

Bagai disambar petir hatiku. Aku terpaku.

“Maaf. Aku memang tidak punya perasaan seperti dulu lagi. Sebenarnya sudah lama kupendam. Tidak berani aku ungkapkan karena aku takut menyakitimu.”

“Ya..”

Hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku berdiri dan meninggalkan Willy.

Untuk kesekian kalinya aku menangis karena dia. Tapi aku berjanji, ini air mata terakhir untuknya.

Selamat tinggal, Willy.
Terima kasih atas cinta yang pernah kau beri meski hanya sekejap.

20 Responses to “Selamat Tinggal, Cinta”

  1. on 11 May 2008 at 13:25Hurt ^_^

    Hk.. Hk.. Ini jga pernah trjadi pdQ. Emang mnyedihkn kL inget mslh it l9

  2. on 11 May 2008 at 20:14didi roten

    sinetron..?

  3. on 13 May 2008 at 11:54o55y ^o^

    terasa aneh akhirnya….
    Kya Maksa yach???

  4. on 15 May 2008 at 14:22alfin

    ini pernah terjadi pada ku, tapi masih banyak kok yang bisa mengerti kamu apa adanya sakit hati bukan berarti pasrah tapi kamu harus terima kenyataan tetap tenang positive thinking anggap saja dia bukan jodohmu he 10x

  5. on 16 May 2008 at 16:37riantiarno

    sama dong, kayak gue.
    “CINTA DALAM HATI”
    UNGU BAND.

  6. on 17 May 2008 at 16:45ayu

    hey…….xil,cerita kamu bagus tapi,aku ga bisa ngambil kesimpulan cerpen yang kamu tulis.Aku yakin ini pengalaman pribadi kamu…soal nya kata- kata nya dari hati banget…

  7. on 20 May 2008 at 18:51chyka chika

    Not Bad lah ….
    klo udah memang ngga ada rasa buat apa dilanjutin,.. bakalan lebih nyakitin lo…

  8. on 20 May 2008 at 21:41arisal-bontang

    aku salut sama cerpen kamu, cerpen ini mengingatkan aku pada kekasihku yang dulu. . .

  9. on 21 May 2008 at 17:38achmad darwis sutejo

    bagus!!! N’ menyedihkan…hikkk3

  10. on 21 May 2008 at 20:56Cinta

    CrtNa Q bgtz!BdaNa km bs trm gt j wkt willy pts’in km..Q g bs trm gt j wkt Rangga pts’in Q!

  11. on 22 May 2008 at 14:07pengemar cerpen

    baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssss
    bangggggggggeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

  12. on 23 May 2008 at 13:00ayuk

    hiks……hiks menyentuh banget.tapi koq akhirnya kayak gitu….sedih deh………

  13. on 04 Jun 2008 at 16:27chunty

    luthu luthu.
    tapii kuk ampir sama am idup gue yah??
    huKzz,,

    *cediih_

  14. on 06 Jun 2008 at 21:07luftiana

    kerennnn

    asli aku tau rasanya………

    kamu hebat xil

    keep going ta…
    masih ada yang menunggu kamu di luar sana]

  15. on 10 Jun 2008 at 14:39Arien

    Hikz. .hikz. .mirip ma crta gw. . Jd sdih ne. .

  16. on 29 Jun 2008 at 19:22cutiest_phe

    Thx yup atas smw c0mment nya

  17. on 06 Jul 2008 at 10:11m p p a

    nyenttuh . !

  18. on 08 Jul 2008 at 10:57Razi

    alah2… cinta euy…
    susah di tebak
    pa lg klo lwt chating….

  19. on 08 Jul 2008 at 10:59Razi

    mm lumyn

  20. on 20 Aug 2008 at 18:52zz

    kek dialog … bukan cerpen nie mah

Tinggalkan Komentar