Sepotong Sajak dan Roti
Mei 7th, 2008 by wastatama
sepotong sajak tak pernah mengenyangkan
perut yang kosong berhari-hari
sepotong roti tak pernah mengenyangkan
jiwa yang kosong berhari-hari
hendaknya kau baca sajakku dengan ditemani sepotong roti dan secangkir kopi
agar jiwa dan perutmu terisi
(semoga sajakku bisa mengisi jiwamu)
tanpa perlu kau mengernyitkan dahi
sajakku aku persembahkan kepada kau yang bukan penyair dan kritikus
yang sok memahami tetek bengek puisi
ingatkan aku jika tiba-tiba sajakku menjadi seperti bahasa asing tanpa kamus
aku pun akan mengingatkan kau pada roti dan secangkir kopi
agar sajakku bisa mengenyangkan
atau sekadar penghilang dahaga
jika ada yang mengatakan sajakku adalah mantra kutukan, doa-doa keramat
atau kata-kata setan,
aku tak akan tak terima, hanya tersenyum
sajakku memang seperti tong sampah
tempat aku membuang cacimaki dan sumpah serapah
atas kekecewaan kepada nasib
yang memperlakukan manusia dengan semena-mena
sajakku bukanlah sajak
aku sekadar membahasakan perlawanan dengan puisi
sajakku boleh disebut apa saja
selain sajak.
Ahsvakarsa, 220308.
Sajak mu bkn hny brarti sepotong roti n secangkir kopi tp sajak mu adlh pemandangan indah bg mata yg lelah dan air sejuk bg mereka yg haus akn imajinasi yg hebat