Menunggu Titik Balik
Mei 7th, 2008 by wastatama
dan sebenarnya mereka tidak sedang bahagia
mereka tidak terbiasa memelas
maka ketika kau datang pada mereka
mereka tak ingin terlihat menderita
jangan heran, begitulah watak rakyat kita
begitu tabah dan tak pernah menaruh curiga
pada niat busuk yang dibungkus dengan senyum dan rasa iba
mereka tak pernah mengharap belas kasihan
apalagi dari orang yang tak tahu diri seperti kalian
jika kau datang dengan penampilan yang lain,
mungkin mereka akan memberi oleh-oleh sekantong keluhan
dan segerobak cacimaki yang tulus
buat keluargamu.
dan kau masih tetap tak sadar
jika kemiskinan bukanlah nasib
tapi karena keserakahan manusia yang dibuat-buat
dan seandainya kemiskinan memang nasib
mereka tak seharusnya semenderita itu
jika kau praktekkan Pancasilamu
jika kau amalkan agamamu
jika kau gunakan nalurimu sebagai manusia
sayang,
Pancasila hanya menjadi sekadar hapalan buat anak-anak
agama hanya tak lebih dari warisan yang tak boleh diusik
dan naluri manusia hanya naluri egois untuk berkuasa.
maka, jangan heran jika,
mereka memaksakan hak mereka
yang telah kau bekukan dan kau serahkan kepada majikan palsumu
lalu,
mereka memaksa kau menyerahkan negeri ini yang sejatinya memang milik mereka.
Ahsvakarsa, 150408.