KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jasmine (part 1)

KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG

Malu-malu, sang surya mulai tampak dari garis laut. Yah, subuh di pinggir Kota Panjang, sebuah kota kecil di ujung Sumatra. Beberapa orang nelayan berjalan ke arah pantai, dengan jala dan peralatan-peralatan lainnya. Hingga tiba-tiba, terdengar seseorang berteriak, “MAYAT!!! MAYAT!!”

Sisi kota kecil yang mulanya tenang kini berubah menegangkan. Ditemukan seongok mayat di sisi lain kota yang menghadap perbukitan. Mayat seorang laki-laki tua paruh baya. Mayat itu tergeletak di bawah perbukitan, bersandar di dinding bukit menghadap Lintas Sumatra, dan sedikit tersembunyi di antara semak-semak. Punggungnya penuh darah, bahkan bagian belakang bajunya pun telah menjadi merah. Sesaat tempat itu menjadi ramai. Tiba-tiba seorang wanita dengan susah payah berusaha menembus kerumunan itu. “AAAAAAAAAAAAH!” teriaknya ketika melihat sosok mayat itu.

“B-aaa-aang!” isaknya menagis. Dalam sekejap, wanita itu larut dalam tangisan, tangisan dan erangan yang terasa dalam tepatnya.

“Nur…Nur….! Sabar Nur!” sahut beberapa orang mencoba menenangkannya.

*****

KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG

Di sisi lorong-lorong perumahan, seorang gadis berseragam SMA berjalan menuju sekolahnya. Rambutnya terikat rapi di belakangnya. Kepalanya tertunduk, rasa cemas dan ketakutan terpancar jelas dari wajahnya.

“YASMIN!!” teriak seseorang dari belakang.

Gadis itu sedikit terkejut, kemudian ia membalikan tubuhnya. Dilihatnya seorang laki-laki berlari ke arahnya, laki-laki dengan seragam SMA seperti dia.

Dalam sekejap, laki-laki itu sudah berdiri di dekat Yasmin, “Gawat Min!” katanya dengan suara gugup dan pelan. Wajah Yasmin tampak makin pucat dan ketakutan mendengar kata-kata dan nada bicara laki-laki itu.

Kemudian laki-laki itu menarik lengan Yasmin. Dengan wajah pucat yang masih terutunduk, Yasmin mengikuti langkah laki-laki itu.

*****

KOTA PANJANG, PROVINSI LAMPUNG

“Zaid!” panggil seorang wanita dari dapur rumahnya sambil memotong sayur-sayuran. “Sudah telat ini!”

Kemudian seorang laki-laki dengan seragam SMA keluar dari kamarnya. Ia bergegas berlari menuju dapur, menghampiri Ibunya, kemudian mencium tangan Ibunya. “Kak Yasmin sudah pergi Mak?” tanyanya.

“Sudah dari tadi dia!” jawab Ibunya sambil mengeluarkan uang seribu rupiah dari saku dasternya. Zaid mengambil uang dari tangan ibunya, kemudian keluar melalui pintu belakang rumah. Bergegas ia berlari menuju sekolahnya.

 

Bersambung…..

5 Responses to “Jasmine (part 1)”

  1. on 09 May 2008 at 20:37nurul fitria

    kenapa ceritanya jasmin cuma sepenggal kan aku jadi penasaran

  2. on 16 May 2008 at 02:20Fauzan Masri. Z

    kenapa beberapa bulan belakangan ini, terlalu banyak cerita kematian di kolomkita, kesannya seperti bangsa ini sudah mengidap penyakit saiko?

  3. on 16 May 2008 at 21:06KIE_chan

    ko’ ceritanya gitu doooaank….maksudnya apah yaaaaaa

  4. on 23 May 2008 at 16:44meLLy

    manaaa lanjutan ceritanya..seru nih penasaran deh

  5. on 27 May 2008 at 20:20Rijon

    Maaf!! Bukan gak mau lanjutin, tapi masih bingung dengan penyajian cerita di kolomkita ini. Ada yg mau bantu?? Udah sampe part 9 sebenernya!!

Tinggalkan Komentar