KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Ada dua undangan datang ke kantor. Keduanya sama-sama penting dan wajib untuk kuhadiri; yang satu dari Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Probolinggo, sedang yang yang lain dari Kantor Pariwisata. Keduanya juga pada hari dan jam yang sama. Maka akhirnya Bu Mien mendelegasikan undangan yang dari Kantor Pariwisata ke Mas Nurul karena yang di sana, rapatnya lebih pada pembahasan Rencana Anggaran Belanja 2008-2009 milik Kantor Pariwisata. Ya… biar Mas Nurul bisa belajar juga soal Pariwisata khususnya MTF (Majapahit Travel Fair) yang akan dilaksanakan tanggal 21 Mei 2008 mendatang.

Tiba di kantor Radar Bromo, tempat pertemuan ESQ dilaksanakan, ternyata agenda hari itu hanyalah preview mengenai apa itu ESQ, yang menghadirkan Arief Rahman Saleh sebagai pembicaranya.

Well, sebenarnya ESQ bukan barang baru lagi bagiku, karena sebelum-sebelumnya aku juga pelahap buku-bukunya Pak Ary Ginanjar. Tapi apapun itu, acara ini tetap menarik bagiku:

“ESQ bukan partai politik, ESQ bukanlah LSM tetapi ESQ adalah O2 (oksigen).”

Dijelaskan oleh Mas Arief kalau oksigen yang dia maksud itu adalah nilai-nilai kebenaran hakiki, nilai-nilai kebenaran yang universal. Dan, kalau di dalam pertemuan ini Mas Arief memakai dasar-dasar Islam, bukanlah semata-mata bahwa hal itu untuk mendeskreditkan agama lain atau orang yang beragama lain dengan menganggap bahwa Islam lebih tinggi dan lebih mulia dibanding agama apapun di muka bumi ini, namun lebih kepada karena dia adalah seorang muslim, sehingga ia merasa lebih mudah menjelaskan konsep ESQ melalui kacamatanya yang seorang muslim. Kepada pemeluk agama lainnya, Mas Arief menyarankan untuk mengambil esensi atau nilai-nilai dasar kebenarannya dan direfleksikan dengan keyakinan yang kami miliki. Sebab menurutnya, eh salah, menurut ESQ, agama itu ada di bawah spiritualitas. (Maksudnya, bukankah orang percaya Tuhan dulu baru dia beragama? Malah ada orang yang tidak beragama namun dia percaya ada sebuah kekuatan yang mengatur seluruh alam semesta ini.)

Lebih lanjut, Mas Arief menerangkan bahwa pada hakekatnya dalam diri setiap manusia ada sebuah kebutuhan untuk mencari siapa Tuhannya, atau dalam kata lain, dalam diri manusia ada sebuah keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual. Yang bila dikaitkan dengan teori kebutuhan versi Abraham Marslow, ada kebutuhan akan eksistensi diri dalam diri setiap manusia.

Entah mengapa, pada saat itu ingatanku langsung tertuju pada sebuah ungkapan:

HOLD UP WAIT A MINUTE, LET ME PUT SOME GROOVE IN IT

I believe in Karma. I believe in hard work. I believe in love. I believe that what you get in life is a result of what you give. I try to learn from my mistakes. I am loyal to my friends. I am loyal to my lover. I believe in a God but I don’t believe in religion. I think it’s important to not take yourself too seriously. I eat right. I am constantly trying to improve myself in all areas. I love to laugh. I love to be goofy. I believe everyone is capable of great things, good or bad. Love is a battlefield.

 - Benjamin Bradley -

Tau kan siapa Benyamin Bradley? Itu tuh, mahasiswa lulusan Falcon Univercity. Hehehehe…. Yap, seorang aktor porno berkebangsaan Italia.

Mmm… jauh sebelum Ary Ginanjar sukses dengan membawa teori ESQnya di awal tahun 2000, Benjamin Bradley sudah menuju ke arah pencerahan. Bila membaca dari ungkapan tersebut, ia telah melakukan perjalanan spiritual dan menemukan Tuhan dengan cara dan versinya. Ditinjau dari ESQ, si Benjamin ini telah mempelajari bagaimana mengcounter segala jenis pemuasan duniawi yang tak berujung pangkal itu.

Tabir Tuhan memang bertingkap-tingkap. Dan Tuhan juga memberikan pencerahannya kepada semua orang. Tidak peduli apakah dia itu seorang akademisi (macam Ary Ginanjar) atau aktor porno (si Benjamin Bradley) sekalipun. Itulah sebabnya, aku heran dengan keadaan di sekelilingku, dimana sekelompok orang selalu membenarkan segala perbuatan anarkis mereka dengan bertameng pada pembelaan akan kesucian agama dan nama Allah. Nama Allah yang manaaaa???!!!! Perasaan, meski tidak dibela sekalipun, Allah akan selalu menjadi zat yang Maha Agung dan Maha Tinggi. STOP PRESS.

Aku juga heran pada orang yang menganggap bahwa seksualitas adalah hal yang kotor dan tabu. Kotornya di manaaaa???!!!! Tabunya di manaaaa???!!! Manusiawi kale… dan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Jujur, di postingan blog kali ini aku ingin mengatakan bahwa ketika kita bicara tentang seksualitas, kita bukan berbicara tentang sesuatu yang negatif, tetapi lebih kepada sebuah kejujuran kebutuhan hidup sebagai seorang anak manusia. STOP PRESS.

Tinggalkan Komentar