Hai Bapak,
rasanya sudah lama sekali bibir ini tak memanggil namamu, Bapakku sayang. Aku memang tak pernah melihat wajahmu, tapi menurut cerita semua orang, Engkau adalah orang yang paling hebat, paling baik, dan paling segalanya.
Bapak, aku kangen banget sama Bapak. Kenapa Bapak tak pernah mau mengunjungiku meski dalam mimpi? Bapak gak marah kan sama aku. Kuakui aku sering sekali membuat Mama jengkel dan marah padaku, tapi itu gak sengaja Pak. Aku cuma ingin Mama lebih memperhatikan aku dibanding yang lainnya. Aku egois ya Pak.
Apa Bapak tahu? Kata orang aku mirip banget sama Bapak. Menurut mereka aku ini perpaduan antara Mama sama Bapak. Apa itu bener Pak? Ukh senengnya aku.
O iya hampir lupa, ini adalah kali pertamanya aku mengungkapkan rasa sayangku sama Bapak lewat udara. Biar semua orang tahu, meski Bapak sudah pergi dan tidak ada lagi disampingku. Bapak tetep sayang dan akan selalu ngejagain aku dari langit.
Tapi Pak, sekarang Mama lagi sakit. Aku kasihan melihat Mama, sepertinya Mama juga rindu sama Bapak. Dia butuh perhatian dan kasih sayang dari orang seperti Bapak. Maafin aku ya Pak, aku gak bisa bikin Mama seneng, aku masih sering bikin Mama susah. Tapi aku janji kok Pak, suatu saat nanti aku akan membuat Mama tersenyum dengan lebarnya. Dan suatu saat nanti pasti Mama sama Bapak akan bersatu lagi dalam surga Ilahi yang abadi
Di sudut hatiku yang paling dalam akan selalu ada tempat khusus untuk Bapak dan Mama. Karena Mama dan Bapak adalah orang pertama yang mengenalkanku pada dunia.
Di ujung kelopak matamu mengalir setetes rindu
kau hanyutkan lewat udara yang menerpa
Jantungmu kan berdebar jikalau engkau sendu
Hidupmu seakan layu tanpa seorang BAPA’
Wanita yang kau sayang itu kini lesu
Jaga dia…jangan berpaling
Walau engkau ditusuk beling……..
wah selamat ya, akhirnya menampilakan karya tulis juga, aku belum bisa menilai tulisan ini karena masih baru, belum ada gaya bahasa yang kental dari penulis. nggak usah takut atau malu menampilkan atau bikin karya tulis, teruslah menulis dan jangan lupa kunci utamanya! “senanglah membaca” agar wawasan dan rangkaian kata-katanya lebih menggunung. Masak kalah sama anak SD!!!!
Bapak
lima huruf yang mewakili makna
keikhlasan
ketulusan
pengorbanan
pengabdian
kesederhanaan
kebijaksanaan
cinta
Bapak
satu kata yang mewakili
alamat rindu dari anak yang berhati bakti
Bapak
satu wujud yang mewakili
sebuah amanah besar kami
diantara segala hajat di sepanjang hayat
eh sorry keliru, maksudku tadi mau nulis comment, eeeh malah ikutan nulis puisi tuh. Mungkin karena terilhami “Suratku” setelah membaca nya kali yah?hehehe.
Bagus juga tuh! tp mgkn penggunaan bahasanya bisa lebih diefektifkan lagi..(wew, mulai sok tau nih aku) hehe
Generally Good !!!
Jd, Keep on writing, yah..