Penerawang Malam
Mei 5th, 2008 by agus
Kami duduk Menerawang malam
Permata langit menyilaukan mata
Terpana segala dari yang kelam
Cuma dinikmati dalam gulita
Hanya ada sepi semakin memuncak
Bercengkrama dalam hiruk pikuk
Diselingi tawa menggelak
Hampir pingsan tubuh menekuk
Sampingku bertanya : Jam berapa ini…?
Jawabku : Sudah semakin larut,Kawan
Duduk berdua hingga dini
Disambut sejuk embun berselimut awan…….
serta mentari yang dengan segera menghangatkan alam, sambil berkata “selamat tinggal malam” .sory y aku tambahin