KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pukul sepuluh pagi aku berdiri,
berjalan dan lalu berlari,
di bawah sinar mentari.

Panasnya menusuk kulitku,
dan menyilaukan mataku,
namun tenang menembus hatiku.

Hangat,
ketika aku meraba-raba keagunganNya.
Ingin ku peluk dunia,
karyaNya, ciptaanNya,
Ingin ku utarakan semua
Biar dunia tahu,
aku bangga sebagai makhlukNya!

Aku berdiri,
berjalan, dan lalu berlari,
di bawah sinar mentari pukul sepuluh pagi.
Mengamati dunia,
dan mengucap syukur padaNya.

2 Responses to “Sinar Mentari Pukul Sepuluh Pagi”

  1. on 01 May 2008 at 16:10shabrina dara

    Kenapa harus pukul sepuluh pagi?
    Kok g jam lima pagi ato jam dua belas biar sekalian panasnya menusuk dagingku dan membitorkan mataku

    G,g bcanda,mbak

  2. on 07 May 2008 at 07:42quina

    wow…!!!
    akhir2 ini aku banyak berpikir tentang seberapa besar harusnya kita bersyukur atas apapun dalam hidup kita.
    dan puisi ini mengingatkan aku bahwa hal2 kecil pun harusnya kita syukuri sebagaimana mestinya…
    makasi atas inspirasinya, mbak…!

Tinggalkan Komentar