KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pergilah

Pergi,pergilah
Jangan ganggu aku lagi
Enyah,enyahlah
Enyahlah kau dari pikiranku

Cukup sudah ku berlari tuk mengejarmu
Cukup sudah ku melompat tuk menggapaimu
Cukup sudah…
Aku letih…

Sia-sia sudah semua yang kulakukan untukmu
Kau tak pernah peduli padaku
Peduli?
Jangankan peduli,menolehpun tak kau lakukan
Bahkan melirikpun kau enggan

Ayo menolehlah!
Menolehlah ke arahku dan lihatlah ini!
Lihatlah bagaimana tembok asa yang kubangun dengan susah payah
roboh seketika karenamu

Tapi aku tak yakin kau bisa melihat itu
Karena ku tak yakin kau akan menoleh ke arahku
Bagaimana kau bisa menoleh ke arahku?
Jika kau tak tahu dimana kau berada

Sebenarnya aku selalu berada di dekatmu
Namun kau tak menyadarinya

Akulah awan mendung saat kau bersedih
Akulah hujan yang turun saat kau menangis
Akulah petir yang menyambar saat kau dilanda amarah
Dan akulah pelangi yang muncul saat kau kembali tersenyum

Hhhhhhh…
Aku sudah letih
Sangat letih…
Aku tak akan megejarmu lagi

Semuanya sudah cukup
Lekaslah pergi dari pikiranku
Kutak mau memimpikanmu lagi
Biarkan aku bermimpi tentang asaku

Ku tak akan mengejarmu lagi
Untuk apa mengejarmu?
Tak ada gunanya sama sekali

Lebih baik aku mengejar matahari,
tempat dimana kusimpan mimpi dan asaku

Tinggalkan Komentar