Aku,
Aku yang selalu ada di sisimu
Aku yang menemanimu,
mengagumimu, menyayangimu.
Aku yang berikan seluruh hatiku
untukmu, untuk mencintaimu,
untuk kau khianati,
untuk kau sakiti.
Aku yang ingin bahagiakanmu,
dengan sepenuh hatiku,
dengan sepenuh jiwaku,
hingga akhir hidupku.
Itu aku.
AKU!
Bukan dia..
“mu” disini tuh sapa?
hayooooo???
bagus… pernah merasakan yg sebenarnya???
puisi yang penuh dengan perasaan…bagus…jujur
tapi alangkah lebih bagus lagi apabila diksi yang dipakai lebih konotasi…lebih puitis lagi…supaya bisa benar-benar menyentuh hati pembaca.
salam kenal dari aku…penulis cerpen “saya bukan pemalas,Bu!”
-thanks for ur comment for my create’
Perasaan yang benar… itulah yang menajamkan kata-kata.
Walaupun ringkas, nice work.