KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan April 2008

Hidup

Aku sendiri
sendiri tanpamu
tanpa canda tawamu
dan juga tanpa bayangmu
Kucoba nikmati malam ini dengan kerinduan
kerinduan yang entah kapan kan terobati
aku hanya bisa bermimpi, bermimpi kau kan datang
membawa segelah air yang kan mengobati dahaga ini
kutatap langit indah malam ini
bulan menebarkan senyum terindahnya padaku
padaku yang selalu terdiam kala malam menyapa
langit begitu indah melukiskan keagunganNya
tapi bagiku langit tetap lah sama
kelam, gelap, awan yang diselimuti mendung itulah aku
aku yang tak pernah bisa menikmati indah dunia ini
aku tak pernah tahu untuk apa aku hidup kalo hanya terbelenggu dalam lumpur
aku tak pernah bisa melangkah bebas menikmati hari
bertahun-tahun jiwaku terbenam dalam lumpur
hanya air mata yang akan selalu mewarnai hidupku
ku gores tinta suci kisah hidup tak pasti
kutulis rentetan derita
belasan tahun kucoba tegar berdiri melawan dunia
tapi apa aku tetap terjatuh tak berdaya
rasanya aku bosan menjalani hidup ini
aku bagai hidup di dunia fatamorgana
ku untai imajinasi penuh harapan
ku ukir sejuta keinginan
meski ku tahu semua itu mustahil
kadang ragaku letih menelusuri jalan seribu teka - teki

Ibu,
kala aku beranjak dewasa,
kala aku membutuhkan tempat bertanya,
kenapa Ibu pergi?

Ibu,
Ibu tahu tidak kalau aku sedih?
Ibu tahu tidak kalau aku takut?
tapi kenapa Ibu pergi?

Ibu,
Ibu tahu tidak kalau Bapak disuruh kawin lagi?
Ibu setuju tidak?
Ibu mau adik disakiti ‘Ibu’ yang lain?

Ka…
Luka itu Dee rasakan kembali
Mengapa ya Ka?
Cinta itu harus pergi meninggalkan Dee
Bukankah cinta itu menyatukan ?
Ka…
Dee tak tahu harus jujur pada siapa
Setelah Ka… pergi, Dee hanya memendam cerita dalam hati
Dee tak bisa menemukanmu di hati yang lain
Dee merindumu Ka…
Satu saat kemarin Dee menemukan seseorang itu
Namun sesaat
Dee kembali sendiri
Mungkin Dee memang harus sendiri
Dee percaya Ka…,
Kelak Dee temukan penggantimu
Yang sepertimu, yang mengerti Dee seutuhnya
Akan ada cinta sejati untuk Dee
Dan Dee percaya, Ka… akan datang dalam hati yang lain.

Kesendirianku

Hidupku sepi tanpa hadirmu
hari - hariku hampa tanpa candamu
ceritaku hambar karna kau tak disini
untuk mendengarkan

Kau yang dulu selalu ada di setiap detikku
Kau yang selalu tersenyum manis kala
Kubuka mata ini
Kau yang selalu di sisiku saat ku pejamkan mata ini

Aku Mencintaimu Indonesia

menyedihkan memang,
ketika air memenuhi mukamu dengan seonggok sampah berbau..
panas memang,
ketika api membakar mukamu dengan tanpa perasaan menguras habis keindahanmu..
kau terhuyung-huyung hampir jatuh, meretak dan kau tinggalkan air mata dalam kenangan orang-orang yang kau ajak berbicara..
kau, bumiku…yang takkan pernah lelah bertahan untuk terus bersujud pada telapak kaki-Nya..memohon ampun tanpa berhenti untuk terus menyerukan nama-Nya yang maha kuasa
pengaturmu…
pelindungmu…
mengangkatkanmu ke atas menara untuk merasakan kehangatan-Nya dalam sisa-sisa hijaumu

Senja itu pun tiba dengan segenggam lelah pada tubuhku yang basah. Sunset yang memerah terlihat kurang begitu indah akibat insiden yang menimpaku barusan. Yah..mungkin hari ini saatnya aku berpisah dengannya. Kurasa, sudah cukup lama ia menemaniku. Baiknya kulepas ia dengaan keikhlasan di hati. Mungkin dengan begitu kisah ini akan berakhir dengan sempurna.

Dia yang dulu pernah bergaya..
Kini tinggal sebatas nama.
Apa boleh dikata..
Siti Nurbaya tinggal cerita.

Wangi sedap malam tercium tinggi menerawang. Sepi tak bertuan menandakan rembulan malam tepat diatas awan. Terlihat sinar kecil, tengah menerjang gelapnya jalan. Suara kecil rantai sepeda menemani teriakan jangkrik yang tengah berpesta. Dia, pemuda yang masih belia. Sungguh terlihat bangga melaju diatasnya. Wajahnya terlihat begitu gembira. Kalahkan sinar rembulan di atas sana. Dengan mulut tersenyum riang, ia kayuh
Sepeda kumbang yang jadi hadiah ulang tahunnya.

Seekor anjing memandangiku dari jarak tak begitu jauh. Ia duduk menatap jalan. Tapi saat aku melangkah menuju ke arahnya, ia mulai terlihat seperti mengawasiku. Pandangannya tak lepas, bahkan kepalanya terlihat memutar begitu aku mulai melintas melewatinya. Seakan ada yang janggal dari diriku. Atau mungkin ia mengenaliku, walau aku tak merasa pernah ‘berkenalan’ dengannya sebelum ini. Tapi biarlah. Aku bukan tipe orang yang suka binatang. Apalagi saat ini aku sedang agak terburu-buru untuk segera tiba di sekolah. SMA-ku berada tak begitu jauh lagi dari jangkauan langkahku. Tapi semenjak pengalaman kecil ini, pikiranku mulai terusik. Karena setelah itu, selama beberapa hari aku selalu mengalami hal yang sama setiap pagi. Yaitu diperhatikan oleh seekor anjing yang menatapku tajam sejak ia melihatku hingga aku hilang di kejauhan. Tak ada yang istimewa dari hal kecil ini. Oleh sebab itu pula aku berusaha untuk menepisnya dari dalam pikiran.

Piksi

Namanya Piksi. Di kepalanya ada jambul kecil berwarna kuning keputih-putihan. Badannya yang ramping terlihat indah oleh semaraknya warna bulu yang merah menyala. Pada ujung-ujung sayapnya terdapat sepuhan warna hijau tua. Begitu juga pada ekornya.

Ibu

IBU
Terlalu suci namamu untuk ku
Terlalu bersih dirimu untuk ku kotori
Dengan tingkahku

IBU…………..
Mungkin hanya untaian kata MAAF
yang bisa ku berikan untukmu
penyesalan ini mungkin tak berarti bagimu

IBU……….
air mata mu terlalu berharga bagiku
bagii seoarng anak seperti diriku
tak ingin rasanya aku melihatmu menangisi diriku

« Prev - Next »