Jeng, Ini Cinta
April 8th, 2008 by wastatama
cintaku terlalu masuk akal, Jeng.
sampai aku tak bisa berjanji
membawa bintang-bintang untukmu
sebab bintang pun matahari juga
sama seperti mengucapkan selamat pagi
kepada siang sore hari
cintaku hanya sekadar cinta, Jeng.
di hatiku pun hanya ada puluhan bunga
(dan kerak cerita tentang lapar dan haus yang nyata)
bunga yang mudah layu tapi masih bertunas
cuma perlu tangan-tangan lembut
yang menjaganya agar tak mati
(kemudian aku merasa menjadi Janus yang peragu)
aku seperti pertapa dungu
yang menanti pencerahan yang biru
dan harus menerima makna
bahwa biru adalah ketidakterbatasan
(mungkin cintaku biru, Jeng).
Ahsvakarsa 2008.
Iya benar…setiap orang kadang sangat susah untuk bisa berjanji pada seseorang bahkan kekasihnya..untuk tetap setia dan mencintai dengan sepenuh hati.
puisi kamu sangat jujur…karna semua orang pernah melakukan hal yang sama seperti dalam puisimu. Tapi satu hal, ketika kita mencintai seseorang dengan sungguh2…kita tak harus berjanji untuk sesuatu hal. Ketika kita mencintai seseorang dengan sungguh2 maka kita tak akan pernah sedikitpun punya keinginan untuk meninggalkan atau berdusta dengannya…..