KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jika kita hidup seratus tahun, kita dianggap berumur panjang. Namun demikian, hanya satu dari seribu orang yang beruntung itu. Namun jika kita mengambil contoh seseorang yang teleh hidup selama seratus tahun dan mengamati waktu yang telah dihabiskan dalam hidupnya, kita akan menyadari bahwa seratus tahun bukanlah waktu hidup yang panjang. Selama tahun-tahun tersebut, masa kanak-kanak dan usia tua mengambil setidaknya setengah dari waktu hidupnya. Tambah lagi setengah hari ia tidur. Belum lagi jam-jam dalam sehari yang terbuang percuma. Jadi apa yang tersisa? Apa lagi jika dia ambil waktu saat ia sakit, bingung, menderita, dan merasa tak enak, tak banyak waktu yang tersisa yang bisa di nikmati atau menjadi bebas.

Orang-orang kuno mengerti bahwa hidup itu singgah sementara didunia dan mati itu kepergian sementara. Dalam waktu kita yang pendek ini, kita seharusnya bisa memanfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin, jangan pernah membuang waktu untuk bersedih ataupun berduka. Untuk apa menghabiskan hidupmu dengan membiarkan pikiran-pikiran negatif memanipulasi otak kita. Biarkan hidupmu bebas tanpa beban..

3 Responses to “Jangan Pernah Membuang Waktu Hidup Kita yang Pendek Ini untuk Berduka Atau Bersedih”

  1. on 10 Apr 2008 at 08:50wandi rafael

    Wow Kewren….
    Itulah Hidup, kadang kita tidak sadar…. mengapa kita besar.. apa saja yang aku lakukan selama ini.. terlena oleh nikmat sesaat yang sebenarnya adalah salah satu mesin penghancur etika yang di buat oleh Iblis

  2. on 14 Apr 2008 at 10:44cHiE

    Ga Gitu Juga x,, Klo mang kita cuma mikir yang enak-enaknya aja kita juga ga akan merasakan indahnya hidup.. semua itu adalah perjuangan dan bunganya hidup.. klo hidup kita hanya enak-enak aja membosankan justru ga da tantangannya.. hidup emang cuma satu x Tapi bukan cuma buat senang-senang aja.. kita juga harus menikmati semua cobaan hidup sesuai dengan kadarnya,,

  3. on 17 Apr 2008 at 14:06eostromonath

    jangan mengeluh hanya karena bunga mawar yang penuh duri, tapi bersyukurlah ada duri yang menghasilkan bunga

Tinggalkan Komentar