KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Maret 2008

Ombak Itu

Pada ombak yang tak pernah berlabuh

Bergulung-gulung, berkejaran, dan menjauh

Meninggalkan buih putih yang masih terdiam

Nyanyian gemuruh ombak itu,

Memenuhi mimpi-mimpi malam

Bersama desah yang dulu membuncah

Pada ombak yang tak pernah berlabuh

Tahukah…

ada raga, yang hatinya milikimu

Satu Hari Menjelang..

Langit tampak biru di angkasa

semilir angin meniup rambutku pelan

dunia tampak luas

tak terjangkau oleh tangan

aku sungguh terkesiap,

bayang gelap sungguh tak tampak

agaknya hari ini bumi tersenyum senang

lupakan kesedihan para manusia

yang menangis karena kelaparan

aku melangkah perlahan

Benih Cintaku

Menatap matamu..
Ibarat menikmati sejuknya embun dipagi hari,
yang menghadirkan sejuta nyanyian mengucap takjub didalam hati..
Memandang parasmu..
Laksana menatap rembulan dimalam purnama,
walaupun sejuta cahaya yang hadir takan mampu menggantikan cahayamu..
Memandang tubuhmu..
Menciptakan sepercik api yang membakar gejolak jiwaku..
Hatiku runtuh dan terjatuh,
menjadi benih ditaman hatimu
Biarkan ia tumbuh, bersemi dan kan kita kan menikmati buahnya..

Lintang

berjalanlah lintang

menggigit sunyi

sampai keratan terakhir

mengalir dalam lipatan qadar

dan melayang

mencapai satu tentang lintang

Tang!

biarlah lintang

karena engkau adalah Lintang

Qayyam ‘08

Akankah………

Ingin rasa berlari menggapai semua angan

Ingin kurasakan perubahan dalam hidup yang semakin menghimpit bagaikan batu besar di atas dada

Tapi semua hanya bisa kubayangkan,tak pernah semua angan dapat kucapai…

Bahkan semakin hari semakin menumpuk penderitaan dalam jiwa yang terasa hampa..

Aka kah ada setetes embun yang bisa menyegarkan dahaga?

Tanpa Judul

Tuhan….

Hati ini bergetar ketika mendengar namanya

Mata ini seakan tak sanggup menatapnya

Tuhan…

Tak bisa satu haripun aku lupa padanya

Setiap saat senyun itu terbayang

Oh..Tuhan..

Virus cinta ini telah merasuk

Aku tak dapat menolaknya

Aku sudah direngkuhnya

Tuhan…

Cinta Ini Belum Usang Untukmu

Masih kuingat hari-hari yang kita lalui bersama

Saat kebahagiaan masih menjadi milik kita

Berdua kita terbang ke puncak angan dan harapan

Namun sesaat semua kian memudar dan hilang

Setahun yang lalu…

Rasa itu begitu lekat dihatiku

Banyak hal yang kau ajarkan padaku

Hidupku Ini….

Aku sangat mencintai hidupku
dengan kawan, mama dan semuanya…
aku merasa tak pernah memiliki beban…
beban yang sangat berat
dan sulit untuk dihilingkan…

Kala aku dihadapkan untuk…
menanggung beban…
Beban untuk melepaskan kepergian
kepergiannya yang tak pernah ku harapkan…
dia akan pergi dari kehidupanku…

Aku Mencintaimu…

aku mencintaimu

dengan segala kebesaranNya

aku merindukanmu

atas segala izinNya

semua cinta dan rinduku padamu

ada dalam genggamanNya

Love Is Cinta

Tema tentang cinta selalu menarik untuk diperbincangkan. Selain karena kekuatannya yang sangat dahsyat bagi kehidupan manusia, juga karena cinta tidak bisa dilepaskan dari eksistensi manusia. Namun ada sisi menarik yang sering dilupakan dalam masalah cinta, yakni keharusan adanya tanggung jawab ketika seseorang menyatakan cinta kepada orang lain. Tanggung jawab itu, tidak hanya ditunjukkan dalam bentuk kesediaan melanjutkan cinta ke jenjang pernikahan, namun tanggung jawab dalam menyeleksi siapa orang yang harus dicintai. Karena mencintai itu sendiri merupakan proses memilih jodoh (Luqman Haqani, Jangan Katakan Cinta, 2004:5).
Ibnu Hazm al-Andalusy dalam buku Thauq al-Hamamah halaman 47, Cinta adalah ungkapan perasaan jiwa, ekspresi hati dan gejolah naluri yang menggelayuti hati seseorang terhadap kekasihnya. Ia terlahir dengan penuh semangat, kasih sayang dan kegembiraan. Pada mulanya cinta hanya sekedar iseng lalu menjadi serius. Demikian lembutnya arti sebuah cinta sehingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Cinta hakiki takkan dapat dimengerti kecuali dengan sebuah pengorbanan (Dr.Khalid Jamal, Ajari Aku Cinta, 2007:16).
Sesuatu itu dapat dicintai jika telah dikenal dan diketahui. Jika sesuatu itu sudah dikenal dan diketahui kemudian ada kecocokan sifat dan kesesuaian, maka timbullah rasa cinta (mahabbah). Karena itu rasa cinta itu karena kecenderungan perasaan terhadap sesuatu yang menyenangkan. Kecenderungan perasaan yang kuat itulah yang disebut cinta (Abu Fajar Al Qalami, Ringkasan Ihya Ulumiddin Imam Al Ghazali, 2003:375).
Cinta sejati dua insan berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah. Yaitu cinta kita pada pasangan hidup kita yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan (Habiburrahman El Shirazy, Ayat-ayat Cinta, 2008:291).
“Dan orang-orang yang beriman itu lebih kuat cintanya kepada Allah”(QS. Al Baqarah 165).
“Sesungguhnya Allah SWT. mengatakan pada hari kiamat akan memanggil, “Manakah orang-orang yang saling mencintai hanya karena aku? Pada hari ini Aku akan melindungi mereka di hari yang tidak ada tempat berteduh dan berlindung kecuali perlindungan-Ku” (HR. Muslim).
Seorang lelaki umumnya menganggap cinta dan pernikahan hanyalah satu tahapan kehidupan yang ia lalui. Kemudian setelah itu ia tetap berkonsentrasi pada sesuatu yang lebih penting dari itu menurut pandangannya. Seperti jaminan hidup, masa depan dan mewujudkan cita-citanya. Akan tetapi cinta bagi seorang wanita, meskipun ia wanita karier yang memiliki cita-cita tertentu, ia akan menganggap pernikahan dan tugas ibu rumah tangga menjadi segala-galanya dalam hidupnya. Bukan sebagai satu tahapan kehidupan yang ia lalui. Maka, tidak salah lagi bahwa seorang wanita yang menjalin ikatan cinta dengan seorang lelaki sebelum pelaminan, ia sebetulnya telah mempertaruhkan nama baik dan kehormatannya. Dan pada akhirnya ia mempertaruhkan seluruh hidupnya (Dr.Khalid Jamal, Ajari Aku Cinta, 2007:43-44)
Kahlil Gibran dalam Bidadari-bidadari Lembah yang mengisahkan tentang Martha yang menuturkan……. Ia memberiku segalanya dengan senyum, dibalik kelembutan untaian kata-kata dan perlakuan kasihnya, ia sembunyikan nafsu dan hasrat binatangnya. Lalu setelah berhasil ia memuaskan nafsunya dengan tubuhku dan menebas habis harga diriku, ia pergi meninggalkan bara api dalam hatiku yang kian berkobar. Sejak itu, aku jatuh dalam kegelapan ini dimana bara kepedihan dan duka yang pahit memenuhinya.
Semoga apa yang telah anda baca ini bermanfaat dan menjadi renungan dalam mengarungi samudera cinta. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi cinta kita, dan menghindarkan diri kita dari cinta semu yang memilukan.
Purworejo, 22 Maret 2008, Pk.14.30

« Prev - Next »