Pungguk Merindukan Bulan
Maret 16th, 2008 by lazu
Percakapan Pungguk dan Bulan dalam sebuah dunia tak berdimensi
Y : Katanya jarak bulan dan bumi makin dekat loh jadi pungguk bakal bisa ketemu bulan, hayo….
X : Tapi kalau bulan terlalu dekat dengan bumi, dunia bisa hancur….. semahal itukah harga yang harus dibayar pungguk untuk bisa bertemu bulan? Menunggu sekian lama hanya untuk melihat dunia hancur?
Y : Bulan, bagiku hidup bukan sekedar kerelativan. Waktu bukanlah tali yang mengikatku, bukan juga suatu ketiadaan. Waktu adalah bintang yang telah bersinar jauh sebelum kelahiranku, membuatku melihat dan merasa. Ia, membuatku hidup, membuatku bergerak. bukankah hidup adalah gerak? Bukan. Aku merasakannya pada detik pertama hidupku menjumpai hidupmu. Semesta terhenti. Aku terhenti. Namun aku merasa begitu HIDUP. Keindahan yang tak terperi. Bagiku, hidup bukan sekedar kerelativan, bukan sekedar soal perspektif. Karena kadang aku tak lagi bisa mengubah perspektif. Betapa sederhananya mengubah perspektif, tetapi tidakkah lebih sederhana mengakui? Pada detik itu, saat bumi berhenti berotasi, dunia kehilangan gerak dan suara…. aku menginginkanmu.