KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Puisi Hitam

Lahir di negeri yang tak jemu melukis buram sketsa sejarah
membuatku bergidik
geram
menggumam
diam
.
Kanvas yang bermandikan keruh warna seperti butir peluh
sedang bercak-bercak merah darah di setiap sudut
membuatku
takjub
.
Dimana gerangan sabda agung bapak penguasa
yang katanya bakal menuai benih emas diiring senyum lega
mbah-mbah
dan anak-anak jalanan
petani
serta pengangguran
.
Kertas-kertas polos yang harus digores tinta omong kosong
dengan seribu genre, katanya
penuh dengan catatan mati
puisi tak bernas
cerpen tak bernyawa
menghias jagat maya
.
Kerukunan beragama
HAM
kelaparan
bocah-bocah SD yang terpaksa gantung diri lantaran tak sanggup biaya SPP
hingga plagiat
dan
ustad-ustad keparat
masihkah akan tetap kukuh di tiap pancang
serambi opini
.
Tak butuh pemimpin
tak butuh suara
kanvas negeriku kian buram
sketsa yang tak pernah jelas
sebab patah telah menimpai kuas
.
Langit mendung
buram
cahaya-cahaya
menuntunku
melantunkan bait-bait hitam…
.

AS
2008

Tinggalkan Komentar