Puisi Hitam
Maret 16th, 2008 by frozen_
Lahir di negeri yang tak jemu melukis buram sketsa sejarah
membuatku bergidik
geram
menggumam
diam
.
Kanvas yang bermandikan keruh warna seperti butir peluh
sedang bercak-bercak merah darah di setiap sudut
membuatku
takjub
.
Dimana gerangan sabda agung bapak penguasa
yang katanya bakal menuai benih emas diiring senyum lega
mbah-mbah
dan anak-anak jalanan
petani
serta pengangguran
.
Kertas-kertas polos yang harus digores tinta omong kosong
dengan seribu genre, katanya
penuh dengan catatan mati
puisi tak bernas
cerpen tak bernyawa
menghias jagat maya
.
Kerukunan beragama
HAM
kelaparan
bocah-bocah SD yang terpaksa gantung diri lantaran tak sanggup biaya SPP
hingga plagiat
dan
ustad-ustad keparat
masihkah akan tetap kukuh di tiap pancang
serambi opini
.
Tak butuh pemimpin
tak butuh suara
kanvas negeriku kian buram
sketsa yang tak pernah jelas
sebab patah telah menimpai kuas
.
Langit mendung
buram
cahaya-cahaya
menuntunku
melantunkan bait-bait hitam…
.
AS
2008