KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Selimut Kegelapan

Hujan deras membawa awan gelap. Seekor burung hantu tengah sibuk melirik sekitarnya, mencari mangsa dimalam kelam itu.
Langit ditutup awan kelam, menyelimuti segenap penghuni langit yang akan memercikkan bumi dengan cahayanya. Seolah seperti sinar ultra merah mata burung hantu itu masih melotot tajam memperhatikan seekor tikus putih yang kedinginan dalam sebuah lorong bambu bersama anak-anaknya yang masih kecil. Anak tikus itu memekik layaknya tangisan bai yang meminta susu pada Ibunya.
Dalam lorong yang kecil dan sempit itu mereka sangat aman, terlindung dari pemangsa dan dinginnya angin malam.
Diluar hujan turun sangat deras. Sepasang mata burung hantu itu melotot tajam mencari celah kesempatan yang tepat.
Diatas pohon jati tua kedua kakinya erat mencengkram ranting pohon, berlindung dibawah daun pohon yang lebar.
Tiba-tiba! Kedua sayapnya mulai melebar, membelah derasnya air hujan. Beriring suara gemuruh seakan menyamarkan suara kepakan sayapnya.
Burung hantu itu menukik tajam, seperti anak panah yang lepas dari busurnya, telak mencengram seekor tikus.
Dalam sekejap terdengar jeritan suara tikus putih memecah kesakralan malam. Sesaat sebelumnya induk tikus itu berniat hendak mencari makan untuk anak-anaknya yang masih dalam susuan.
Sampai lagi diranting pohon jati tua seekor burung hantu masih lelap dalam tidurnya menikmati mimpi-mimpi indahnya menyantap seekor tikus putih.
Dan bulanpun tersenyum mesra pada bumi.
-tamat-

5 Responses to “Selimut Kegelapan”

  1. on 28 Mar 2008 at 06:21Angga

    Ha… CerItanyA cuma segitu??? Penulisan kata-katanya bagus memang.Menggambarkan sekali keadaan yang ada disitu,tapi ceritanya…???

  2. on 15 Apr 2008 at 13:08M. Fakri Islami Arif

    ceritanya kurang banyak, jadi nggak seru deh!

  3. on 20 Apr 2008 at 01:20alonk

    ceritanya nya singkat amat bro….
    kayak iklan aja…

  4. on 26 Apr 2008 at 20:23santh

    ngomong2, tu burung hantu beneran makan si tikusnya? ato cuma mimpi? karena hujan deras, kelaparan, tidak bisa kemana-mana?

  5. on 28 Apr 2008 at 04:50Fauzan Masri. Z

    burungnnya cuma berkhayal bisa makan tikus, ternyata dinginya angin malam, derasnya hujan telah mengurungkan niat burung hantu buat meraih mangsanya…. maaap ceritanya pendek, ini cuma percobaan. mau liat yang lain tungguin aja, g lama lagi aku bakal merilis cerpen yang lebih bagus dan mudah-mudahan menarik dan bisa menghibur sekalian bermanfaat….

Tinggalkan Komentar