Vades yang Terlahir Kembali 1
Maret 4th, 2008 by ultramen
Aku terbangun dari tidur panjangku, kepalaku pusing, aku tidak mengingat apa-apa, mataku masih terpejam mencoba mengingat-ingat siapa aku. Aku membuka mataku, bangkit, dan melihat sekeliling. Kepalaku sakit. Aku berada di sebuah tenda, yah aku tau ini tenda, tapi kenapa aku bisa berada di sini?. Tiba-tiba seseorang datang, seorang gadis membuka tenda dengan sebuah mangkuk.
“Hei kamu sudah sadar? Udah baikan? Aku bawa makanan, dimakan ya!” dia tersenyum sambil menyerahkan mangkuk berisi sup panas.
“Siapa aku? Kenapa aku disini? Kamu siapa?” aku memegangi kepalaku yang pusing dan diperban.
“Aku Milia, kayaknya dari luka kamu kamu jatuh dari tebing di atas, aku nemuin kamu di hutan-hutan deketan sini,” dia duduk di sebelahku.
“Aku nggak inget!”
“Aku dan kakakku sedang menuju ke ibukota negara Serio yang ga jauh dari sini,mungkin saja kamu berasal dari sana, karna kamu kehilangan ingatan kamu dan nggak tau mau kemana kamu. Aku dan kakakku Ernhazs bisa memberi kamu tumpangan,” tangannya mengusap keningku untuk memastikan apakah perbannya perlu diganti. Aku melihat wajahnya. Dia seperti seorang dewi. Wajahnya yang cantik dengan rambut di poni dan sebuah pita rambut berwarna pink, kulitnya yang putih dan memancarkan aura yang sangat kuat.
“Kamu mandi dulu. Di dekat sini ada sungai. Nggak jauh kok. Ke arah selatan aja dari tenda. Aku tinggal dulu ya. Aku mau berkemas-kemas,” sambil beranjak pergi.
Air sungai memantulkan sebuah sosok seorang anak kecil. Anak kecil berambut panjang. Anak itu mengenakan jaket merah dan celana panjang hitam serta sebuah perban dikepalanya. Yah anak kecil itu aku. Tiba-tiba sakit di kepalaku kambuh kembali, nyeri yang amat menyiksa dan akhirnya aku pingsan kembali.
Sinar matahari pagi masuk melalui jendela kamarku. Sepertinya aku bermimpi. Mimpi yang sangat unik, berbeda dengan mimpi-sebelumnya. Mimpi kali ini seperti benar-benar nyata. Dan gadis itu….aku lupa namanya. Tapi aku seperti mengenal gadis itu. Gadis yang ada di dalam kehidupan aku pernah jumpai. Namaku Rio. Riodan Tribal. Umurku sekarang masih 15 tahun. Aku sekolah di SMA yang berada di kota Twillight. Aku masih kelas satu. Aku bukan anak yang menonjol. Di sekolah maupun di luar sekolah aku nggak cukup di kenal, ya aku hanya anak yang biasa-biasa aja. Dan kini saatnya aku berangkat sekolah seperti hari-hari biasanya.
“Oda…..cepet mandi sana. Trus turun sarapan. Mama udah bikinin sarapan. Nanti kamu telat!” teriak ibuku.
“Iya……..lagian khan ini masih jam setengah enam”
Aku hanya tinggal dengan ibuku. Ayahku sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Ayahku adalah seorang polisi. Beliau meninggal karena tertembak oleh seorang perampok yang sedang merampok di sebuah toko perhiasan. Yah, kejadian itu terjadi sebelum aku lahir. Hari-hariku aku jalanin dengan kebosanan. Ibuku bekerja di sebuah bar di kota ini juga dan baru pulang saat aku sudah tidur. Kini aku mulai bosan dengan kehidupanku yang sepi, bosan dengan kehidupan biasa-biasa saja dan aku bosan dengan kebosanan-kebosanan ini. Aku serasa ingin berteriak.
Aku mengayuh sepedah balapku. Aku beruntung karena sebulan ini cuaca mendung terus sehingga aku nggak kepanasan saat mengendarai sepedaku. Aku terus mengingat-ingat gadis yang ada di mimpiku itu. Aku seperti kenal dan pernah berjumpa. Seperti biasa aku yang berangkat lebih dulu dari teman-temanku. Aku menaruh tas lalu keluar kelas seperti hari-hari biasanya. Aku duduk di depan sekolah dan menyalakan rokokku. Yah, aku ngerokok. Setengah jam kemudian barulah mulai ada murid yang datang. Aku langsung mematikan rokokku dan masuk ke kelasku kembali. Saat membuka pintu,seorang gadis teman sekelasku mengingatkanku akan mimpiku yang semalam. Dia bernama Milla. Yah , Irenes Milla. Dia menoleh kepadaku dan aku masih memandanginya sambil senyum-senyum kuda. Memang mirip meski tak secantik gadis yang ada di mimpiku itu
Bersambung……..