Don’t Hide Your Feelings 9
Maret 4th, 2008 by 亜也子
Dikelas,
“Haruki, sikap Aya di rumah gimana?”
“Aya? Biasa. Tapi ya akhir-akhir ini dia kelihatan aneh gitu. Kadang-kadang happy kadang-kadang bete. Ntah tuh anak kesambet setan apaan bisa jadi aneh kaya gitu. Bahkan.. ngeliat DVD Laruku aja bete. Biasanya kan rame gak karuan kalo ngeliat Hyde yang udah tua gitu.”
Haruki dan Hikaru tertawa.
“Emangnya napa?” tanya Haruki.
“Gapapa sih. Tanoki juga keliatan aneh akhir-akhir ini. Suka ngelamun gitu kalo di rumah. And.. waktu itu dia pernah kepergok lagi megang foto. Ntah ya itu foto siapa. Tapi mukanya dia kelagapan gitu pas gue tiba-tiba masuk ke kamarnya.”
“Hoo.. itu foto cewek yang dia taksir kali.”
“Ntah ya.”
“Ya sudah kau tanyakan saja padanya.”
“Yeah.. tapi.. gue sedikit bingung… Aya sama Tanoki dulu bisa berantem kayak gitu karena apa ya?”
Hening sesaat.
“Apa Aya gak cerita something sama lo?” tanya Hikaru lagi.
“Nope. Gue juga gak ngebahas hal itu lagi. Ahh.. dua orang itu memang suka gak jelas ya. Haha.”
Merekapun akhirnya berhenti membahas mengenai adiknya masing-masing karena bel masuk telah berbunyi.
Dikelas,
“Ay..” panggil Micchi.
Ayapun menoleh sesaat sebelum masuk ke kelasnya.
“Ahh.. lagi dan lagi kita ditinggal nih ma lo.. hehe..” kata Mcchi sambil tersenyum.
“Tau nih.. menghilang dari Tanoki dapet si Ryuu.. hihi.. asik banget sih jadi lo, Ay!”
“What??? Asik?????? Ihh… amit2 deh gue bisa kenal sama orang yang bernama TANOKI..!!!” kataku sambil menekankan kata “Tanoki.”
Aku tak sadar kalu Tanoki berada tepat dihadapanku.
“Eh, siapa juga yang suka kenalan sama lo. Amit-amit juga ya gue bisa berhubungan lagi sama lo dalam tugas menyebalkan itu..!!” katanya sambil berlalu keluar dari kelas.
“AHH..!!! OMAKASE!!!” kataku sambil mengepalkan tangan pertanda rasa kebencian dan kesebalanku terhadapnya.
Namun, kedua sahabatku hanya tertawa melihat kejadian tadi.
Ditempat Tanoki,
Dilihat dari mukanya Tanoki masih terlihat kesal dan dongkol dengan sikap Aya tadi. Namun ia tetap terlihat cool buktinya banyak sekali cewek-cewek yang terpesona pas melihatnya jalan di lorong sekolah.
Kemudian, namanya dipanggil oleh seseorang.
“Tanoki!” panggil orang itu.
Tanokipun menoleh. Ternyata Ryuulah yang memanggilnya.
“Hei, dah lama ya kita gak ngobrol bareng. Gimana kabarnya?” tanya ryuuji.
Yaa semenjak ada event model sekolah di SMP-nya, Tanoki dan Ryuuji cukup akrab karena hanya merekalah yang tetap bertahan di event tersebut. Namun akhir-akhir ini mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing dan jarang berbicara.
“Yeah.. dah lama gak ngobrol. Kamu sepertinya sibuk ya sama karir sepupumu itu. Hehe..” kata Tanoki tertawa
“Lah, apa hubungannya aku sama dia. Aku gak bakalan mau ya ikut-ikutan tenar kayak dia. Jadi model di sekolah aja udah repot. Hehe.”
“Yaa.. kau bener. Tapi mo gimana lagi. Gara-gara kita model tetap pas SMP dan sekarang kembali menjadi model sekolah lagi, sepertinya kita harus terus menjadi model sampai lulus kali ya.”
“Yaa.. kayak kakakmu tuh. Hikaru.”
Merekapun terus berjalan tidak sadar bahwa mereka masih berada di jam sekolah sampai akhirnya mereka bertemu dengan Tomo sensei.
“Tanoki, Ryu.. apa yang sedang kalian lakukan disini? Bukannya kalian harusnya sudah di kelas?” tanya Tomo sensei.
Mereka baru sadar kalo mereka hampir saja bolos pelajaran.
“Oh iya kita kan masih pelajaran. Ah, ini semua gara-gara Aya rese itu!” kata Tanoki menunduk, “gomen Sensei.”
Iapun segera berjalan berbalik arah menuju kelasnya.
Tanokipun tiba di kelas begitu juga dengan Ryuu. Tapi dia bingung, mengenai pernyataan Tanoki sebelum mereka berpisah. Tapi ia tidak begitu memperdulikannya karena pelajaran sudah dimulai dari tadi.
Bel pulangpun berbunyi. Aya melepas lelah dengan menjulurkan tangannya ke atas. Hal itu dikomentari Tanoki.
“Henna no.” katanya datar sambil keluar kelas.
Pada saat itu kelas langsung terdiam mendengar omongan Tanoki. Begitu juga dengan Aya. Ia bingung kenapa Tanoki tiba-tiba mengomentari tingkahnya itu. Tapi ia kembali tidak memperdulikannya karena ia malas berhubungan dengan cowok itu lagi.
Sementara Tanoki, dengan memakai tas khas anak jepang, ia berjalan di lorong sekolah. Ia memakai jaket birunya dan semakin terlihat cool. Hal itu membuat cewek-cewek yang berada disekitarnya terpesona. Lalu, Ryuupun memanggilnya.
“Hei,” katanya menyenggol tangannya, “dasar kau. Masih tebar pesona saja di sekolah. Hehe..”
Ryuu tersenyum dan Tanokipun tersenyum.
“Yeah.. gini-gini gue khan masih model tetap sekolah.”
“Haha jangan lupa! Gue juga model tetap sekolah dan merupakan saingan lo.”
Merekapun tertawa.
“Ya.. dari dulu kita emang selalu saingan. Untungnya kita gak sekelas.”
“Yeah.. tapi akan lebih seru kalo kita sekelas lagi.”
“Yup. Moga-moga aja tahun depan kita sekelas.”
Ryuu mengangguk disertai anggukan Tanoki.
“Berarti kalo tahun depan kita sekelas. Gue harus nyiapin segala cara untuk gak akan kalah lagi dari lo.” kata ryuu.
“Oh.. gue juga. Akira menai ne..”
“Haha… kita tuh selalu saingan ya. Apa ya yg blom bikin kita saingan?” tanya Ryuu.
“Ah, pertanyaan bodoh.” jawab Tanoki datar.
Ryuu tertawa.
“Eh, tapi ya juga sih. Apa ya yang belom bikin kita saingan?” tanya tanoki dan ryuu kemudian.
Merekapun berpikir. Ya, begitulah sifat asli mereka jika mereka berdua bertemu. Kebodohan demi kebodohan akan terjadi dalam pembicaraan mereka. Persainganpun terus terjadi. Tapi tetap saja, persahabatan mereka tidak pernah terputus. Dan ya, hamper semuanya mereka libatkan dalam persaingan. Pelajaran, style, penampilan, gaya, model, bahkan sampai hal bodohpun mereka bikin persaingan kecuali..
“Cewek!” jawab Ryuu dan Tanoki berbarengan.
“Haha… pikiran kita sama.” kata Ryuu..
“Yeah.. tapi emang benar khan. Kita belom pernah saingan untuk mendapatkan seorang cewek.”
“Haha.. hal yang bodoh. Seorang model tetap sekolah seperti Ryuu dan Tanoki, belum pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Haha…” kata Ryuu..
Tanoki tertawa, “Hei, Hikaru niichan juga dimasukin dong. Dia juga belom pernah jadian kali.”
Mereka kembali tertawa.
“Eh.. tapi sepertinya lo bakalan dapet cewek deh, Tano.” tutur Ryuu.
Tanoki kaget, “What?! Cewek dari mana? Aku belom nemuin ce yang cocok, Ryuu. Kau kali..”
“Haha masa sih.. tadi pas mo balik ke kelas, kau sempet mengeluarkan dan membicarakan kata ‘Aya’.” tutur Ryuu, “ Aya siapa, Tan?”
Tanoki terdiam dan kaget.
“Gila ya lo.. bikin perasaan gue bete aja.” kata Tanoki kembali ke sifatnya.
“Lho?! Jadi Aya itu siapa? Sama gak ya sama Aya yg gue kenal?”
“Beda kali. Lo kalo ketemu sama Aya yang ini bakalan ILFEEL deh..!! Ih… amit-amit deh gue bisa kenal dan berhubungan sama dia.”
“Hei, gak boleh terlalu benci sama cewek. Ntar kena karma lho. By the way Aya lo namanya sapa. Nama Ayanya gue..” omongan Ryuu terputus karena dipotong oleh Tanoki.
“The stupid, Henna, baka Mizurachi Ayako..!!” kata Tanoki dengan raut muka yang menunjukkan kalo ia benar-benar benci nama itu.
Ryuu kaget begitu mendengar nama itu.
Hening..
Tanoki membalikkan badannya, “Kalo Aya lo, namanya sapa?”
Kembali hening..
“Ah.. jangan bilang Aya lo itu baka Aya juga ya?”
Ryuu kembali terdiam.
“Hei, Aya yang mana??” tanya Tanoki.
“Kenapa kau bisa mengambil kesimpulan seperti itu?” tanya Ryuu
“Gue pernah liat lo and dia have fun banget pas lagi berdua.”
Mereka berhenti. Hening. Tak ada suara. Lalu, Tanoki kembali melanjutkan jalannya dan…
“Ahh… kau benar Tano! Cewe yang lagi aku sukai dan aku pikir nyaman banget kalo lagi bersama dia ya, Mizurachi Ayako. Teman sekelasmu itu!” akhirnya Ryuu mengeluarkan suaranya.
Tanoki yang tadi berjalan tiba-tiba terdiam.
“Aya itu cewek yang asik, baik, kirei, cute, lucu, meski kadang-kadang bertingkah bodoh. Aku suka sama dia. Satu lagi yang membuatku menyukainya adalah kepolosannya ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Maybe.. mulai saat itu kali ya aku menyukainya” jujur Ryuu, “dan kau? Sepertinya kau sangat amat membencinya ya? Kenapa? Bukankah dia cewek yang asik?”
“Yaa.. kau benar dia emang cewek yang asik. Aku tahu sifatnya itu. Tapi entah kenapa dia selalu menunjukkan sifat jeleknya itu padaku.” kata Tanoki sambil berjalan cepat meninggalkan Ryuu.
Ryuu sesaat kaget mendengar omongan Tanoki namun sebersit senyuman muncul di mukanya.
“Tanoki.. tahun ini persaingan kita bertambah. Pertama, saingan untuk mendapatkan grade tertinggi, kedua kembali persaingan untuk model sekolah, dan ketiga persaingan mendapatkan Aya,” Ryuu tersenyum, “dan aku tak akan kalah lagi darimu, Tano!”
Iapun kembali melanjutkan langkahnya dan pulang menuju rumahnya.
Tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan Tanokipun tak tahu dan mengerti mengenai apa yang sudah ia utarakan tadi terhadap Ryuu. Tak ada yang tahu apa yang terjadi esok. Haripun terus berlanjut. Dan malam telah tiba. Dan semakin larut. Hari esok akan segera tiba. Dan…
Terjemahan:
Akira menai=aku gak akan kalah
Henna=aneh
Baka=stupid
to be continued..^^
Akhirnya dtg juga….
Berkarya terus ya…Achi…..
Jangan bosen-bosen… God Luck!!!
wahhh bagus banget nih..
kapan yang ke 10 keluar achi??
ditunggu lhowwwww
kok lama amat
hehehe…
aku ga bisa buka blog kamu yg di multiply neh
T______________________________T
ganbante ya!!!
mav.. achi gy sibuk buat persiapan UN. jadi diundur sampai UN selesai. hontou ni gomen ne..!!!
multiplyku?? naze?? bisa dibuka ko..
shirochii.multiply.com
wasurenaide ne..
the next dont hide your feelings in available too in my blog.
http://shirochii.multiply.com
sankyuu..