Oase Fatamorgana?
Maret 1st, 2008 by yuga
Akurindu akurindu akurindu akurindu akurindu
Apa yang kurasakan fatamorgana?
Apa yang kurasakan fatamorgana?
Akurindu akurindu akurindu akurindu akurindu
Bagaimana hatiku bisa melampaui waktu?
Benarkah hanya perasaan sesaat dengan pikiran yang sesat
Siapa cintaku?
Apakah kan kutemukan ia disana tersenyum
Menanti sebuah jawaban ‘tuk memilikimu
Semakin kutebas hatiku
Semakin kumerasa rindu padamu
Dan kau pergi tinggalkanku
Jum’at pagi mencintaimu
Inilah perasaan yang Tuhan titipkan padaku
Rasa yang menyakitkan
Haruskah aku sabar dengan kesadaran yang berkarat
Jika ingin bersamamu
Keyakinan ini benarkah adanya?
Akurindu akurindu akurindu akurindu akurindu
Apa yang kurasakan fatamorgana
Seorang aku si pemuda saja?
Entahlah…
Jogjakarta, 25 Juli 2007
rindu itu indah dan menyakitkan, maka nikmatillah… kau menuliskan puisi ini tepat di hari ultahku, meskipun kau menuliskannya tanpa menyadari hari dan tanggal, meski aku hanya temanmu, tapi aku menghargai karyamu ini…
kerinduan sebuah hal yang menyedihkan , menyenangkan dan entah palagi.takkan ada kesabaran dengan kesadaran yang berkarat,takkn ada penantian tanpa ending.nykin ja penantian yang panjang kan berbuah kebahagian yang panjang jg ,krn tuhan pasti talh menulis akhir dari penantianmu.