KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Februari 2008

Sebelum perkenalan dengannya, hidupku sangat lah berjalan dengan baik. Aku mempunyai keluarga, sahabat, karir, dan cinta. Karena suatu pertemuan yang tidak sengaja dari sebuah group milist dari internet. Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari hobiku chat dalam dunia maya, layar monitorku berkedip bertanda ada obrolan masuk disana, dan Ninien memanggilku untuk melakukan chat, kami bercerita berbagi pengalaman dengannya. Ya Ninien adalah sebuah nama yang tidak sengaja mengubah semua kehidupanku.

Waria yang Tampan

Wah…. Kesiangan lagi. Hari paling bikin bosan memang hari Senin. Yang enak pasti selalu hari Sabtu dan Minggu. Kita tidak perlu melakukan kegiatan sesuai jadwal, bebas melakukan apa saja. Hari Senin sudah harus kuliah yang dosennya seperti Hitler. Kumis seadanya, rambut klimis, jadul banget. Tapi galaknya minta ampun. Mandi aja dulu kali ya.
Segarnya kalau sudah mandi, walau kepala masih pusing karena dua hari berturut – turut harus ngelayanin orang yang suka sekali minuman keras. Jadi tidak sempat makan, langsung ke kampus aja.

Cinta Abadi

Cinta…abadi…
dengan cinta mebuat orang terngiang
tetapi hanya cinta abadi yang utuh selamanya
semua orang ingin merasakan cinta yang abadi

Cinta abadi itu sulit sekali
karena cinta abadi hanya unutuk
orang yang mau menerima apa adanya
mencintai kekurangan dan kelebihan atara pasangan

Rumah Kosong II

Satu minggu telah berlalu. Bonnie telah sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Niky pun serius dengan tugas dari kantornya. Walau kadang ada hal yang ganjil di rumah tua itu. Toh mereka berdua tak pernah menggubrisnya. Mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Atau malah tidak menyadarinya?
Seperti pagi ini, Bonnie dan Niky telah bersiap-siap berangkat. Mereka berdua tampak sibuk di kamarnya masing-masing.
“Bon, lo mindahin bingkai foto Mami sama Papi yang ada di kamar gue ya?” tanya Niky setengah berteriak.
“Kagak!!!” seru Bonnie.
“Terus siapa dong? Ahh… bodolah,” Niky pun cepat-cepat keluar dari kamar. Di luar Bonnie telah menunggu.
Rumah pun sepi setelah ditinggal pergi penghuninya. Perlahan tapi pasti bingkai foto yang disebut-sebut Niky tadi berpindah ke tempatnya semula.

Kakakku dan Bintang Jatuh

Cinta kadang ajaib…tapi keajaiban terkadang hanya ilusi semata…

Cinta

cinta….

tersibak kau dalam gelap relung hatiku

puisi terindah yang tak lekang di makan waktu

cinta….

sinar terangmu bangkitkan sejuta asa

yang tenggelam dalam relung hatiku

cinta….

akankah kau abadi dalam setiap desah nafasku

dalam setiap urat nadiku

dalam setiap langkah yang senantiasa menemaniku

Sunyi dan Sepi

Malam begitu indah…
dengan kerlip bintang…
dan senyuman sang rembulan…
tapi kini tiada malam seindah itu

Karena malam ini tanpa kehadiranmu
hanya dengan kehadiranmulah…
malam yang jelek menjadi begitu indah
dengan syuman menawanmu

Malam yang begitu sepi dan sunyi ini
aku hanya di temani suara anjing menangis
dan aku merindukanmu dengan sejujurnya…
Andaikan engkau hadir pada malam ini semua terasa indah…

Untuk Pagiku yang Indah

jiwaku indah kali ini….

seterang cahaya pagiku kini…

selaras dengan senyuman yang indah….

meski ku tak dapat menatap indahnya….

tapi memandang cahaya pagi cukup bagiku tuk menggantikannya…

karna engkaulah cahaya pagiku nan indah….

yang tiada penah mengingkari janjimu ‘tuk selalu hadir

Pagiku Nan Indah Tak Sempurna

pagi ini mentari bercahaya terang
tak seterang jiwa ini nan remuk karna luka
enggan rasanya kaki ini tuk selalu menapak
karena sakit yang kurasakan menggerogoti semangatku
Toloooonggggggg aku pagiku!!!!!
aku yang hilang karena sakitku ini
aku yang terbenam dalam ketidakpastian jiwa
kini engkaulah pagiku yang indah….
pagiku yang sempurna….
pagi yang tak mungkin hilang tertutup oleh gelapnya kabut
pagiku yang tak sempurna….
datanglah engkau pagiku yang sebenarnya
pagi yang indah untuk semangat baru dalam jiwa ini
yang mampu menyembuhkan lelahnya jiwaku
takkan jenuh aku menunggu pagiku nan indah
pagi yang tak seburuk pagi ini….
pagi yang sempurna

Akhirnya kita keluar dari café dan menuju ke tempat yang selanjutnya.

Mukaku keliatan pucat, namun aku berusaha untuk selalu tersenyum ketika Hika dan Haru senpai bertanya keadaanku. Aku harus bisa terlihat kuat di depan Tanoki itu..!!! Namun makin lama pusingku semakin merajalela.. ingin rasanya aku tidur.. hal ini diketahui Haru-nii

« Prev - Next »