Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Sebelum perkenalan dengannya, hidupku sangat lah berjalan dengan baik. Aku mempunyai keluarga, sahabat, karir, dan cinta. Karena suatu pertemuan yang tidak sengaja dari sebuah group milist dari internet. Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari hobiku chat dalam dunia maya, layar monitorku berkedip bertanda ada obrolan masuk disana, dan Ninien memanggilku untuk melakukan chat, kami bercerita berbagi pengalaman dengannya. Ya Ninien adalah sebuah nama yang tidak sengaja mengubah semua kehidupanku.
Posted in Cerpen on Februari 22nd, 2008 6 Comments »
Wah…. Kesiangan lagi. Hari paling bikin bosan memang hari Senin. Yang enak pasti selalu hari Sabtu dan Minggu. Kita tidak perlu melakukan kegiatan sesuai jadwal, bebas melakukan apa saja. Hari Senin sudah harus kuliah yang dosennya seperti Hitler. Kumis seadanya, rambut klimis, jadul banget. Tapi galaknya minta ampun. Mandi aja dulu kali ya.
Segarnya kalau sudah mandi, walau kepala masih pusing karena dua hari berturut – turut harus ngelayanin orang yang suka sekali minuman keras. Jadi tidak sempat makan, langsung ke kampus aja.
Posted in Puisi on Februari 21st, 2008 1 Comment »
Cinta…abadi…
dengan cinta mebuat orang terngiang
tetapi hanya cinta abadi yang utuh selamanya
semua orang ingin merasakan cinta yang abadi
Cinta abadi itu sulit sekali
karena cinta abadi hanya unutuk
orang yang mau menerima apa adanya
mencintai kekurangan dan kelebihan atara pasangan
Posted in Cerpen, Fiksi on Februari 21st, 2008 4 Comments »
Satu minggu telah berlalu. Bonnie telah sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Niky pun serius dengan tugas dari kantornya. Walau kadang ada hal yang ganjil di rumah tua itu. Toh mereka berdua tak pernah menggubrisnya. Mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Atau malah tidak menyadarinya?
Seperti pagi ini, Bonnie dan Niky telah bersiap-siap berangkat. Mereka berdua tampak sibuk di kamarnya masing-masing.
“Bon, lo mindahin bingkai foto Mami sama Papi yang ada di kamar gue ya?” tanya Niky setengah berteriak.
“Kagak!!!” seru Bonnie.
“Terus siapa dong? Ahh… bodolah,” Niky pun cepat-cepat keluar dari kamar. Di luar Bonnie telah menunggu.
Rumah pun sepi setelah ditinggal pergi penghuninya. Perlahan tapi pasti bingkai foto yang disebut-sebut Niky tadi berpindah ke tempatnya semula.
Posted in Cerpen on Februari 21st, 2008 3 Comments »
Cinta kadang ajaib…tapi keajaiban terkadang hanya ilusi semata…
cinta….
tersibak kau dalam gelap relung hatiku
puisi terindah yang tak lekang di makan waktu
cinta….
sinar terangmu bangkitkan sejuta asa
yang tenggelam dalam relung hatiku
cinta….
akankah kau abadi dalam setiap desah nafasku
dalam setiap urat nadiku
dalam setiap langkah yang senantiasa menemaniku
Posted in Puisi, Sunyi dan Sepi on Februari 20th, 2008 No Comments »
Malam begitu indah…
dengan kerlip bintang…
dan senyuman sang rembulan…
tapi kini tiada malam seindah itu
Karena malam ini tanpa kehadiranmu
hanya dengan kehadiranmulah…
malam yang jelek menjadi begitu indah
dengan syuman menawanmu
Malam yang begitu sepi dan sunyi ini
aku hanya di temani suara anjing menangis
dan aku merindukanmu dengan sejujurnya…
Andaikan engkau hadir pada malam ini semua terasa indah…
Permanent link to this post (62 words, estimated 15 secs reading time)
Posted in Puisi on Februari 20th, 2008 No Comments »
jiwaku indah kali ini….
seterang cahaya pagiku kini…
selaras dengan senyuman yang indah….
meski ku tak dapat menatap indahnya….
tapi memandang cahaya pagi cukup bagiku tuk menggantikannya…
karna engkaulah cahaya pagiku nan indah….
yang tiada penah mengingkari janjimu ‘tuk selalu hadir
Posted in Puisi on Februari 20th, 2008 No Comments »
pagi ini mentari bercahaya terang
tak seterang jiwa ini nan remuk karna luka
enggan rasanya kaki ini tuk selalu menapak
karena sakit yang kurasakan menggerogoti semangatku
Toloooonggggggg aku pagiku!!!!!
aku yang hilang karena sakitku ini
aku yang terbenam dalam ketidakpastian jiwa
kini engkaulah pagiku yang indah….
pagiku yang sempurna….
pagi yang tak mungkin hilang tertutup oleh gelapnya kabut
pagiku yang tak sempurna….
datanglah engkau pagiku yang sebenarnya
pagi yang indah untuk semangat baru dalam jiwa ini
yang mampu menyembuhkan lelahnya jiwaku
takkan jenuh aku menunggu pagiku nan indah
pagi yang tak seburuk pagi ini….
pagi yang sempurna
Permanent link to this post (98 words, estimated 24 secs reading time)
Akhirnya kita keluar dari café dan menuju ke tempat yang selanjutnya.
Mukaku keliatan pucat, namun aku berusaha untuk selalu tersenyum ketika Hika dan Haru senpai bertanya keadaanku. Aku harus bisa terlihat kuat di depan Tanoki itu..!!! Namun makin lama pusingku semakin merajalela.. ingin rasanya aku tidur.. hal ini diketahui Haru-nii