Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Februari 24th, 2008 2 Comments »
kupikir sangat susah..
menyampaikan sesuatu…
pada orang lain,tapi..
dari orang yang sulit bilang “suka”…
bagaikan memiliki kekuatan….
yang sama dengan 1000 kata..
aku kesal..
tidak bisa menyampaikan hal itu…
dengan baik..
di tengah ada banyak perubahan…
banyak keraguan..
banyak tanda tanya…
Posted in Puisi on Februari 24th, 2008 1 Comment »
ketika kau ada
ku membisu…
ketika kau pergi
ku menangis…
kasih…
cinta ini abadi untukmu..
untuk orang yang paling ku puja dalam hidupku
dan untuk seseorang yang paling ku cintai
di dalam hatiku
kau adalah kenangan terindah yang paling
Posted in Cerpen on Februari 24th, 2008 6 Comments »
Desember, aku menganggapnya sebagai bulan kemuliaan, dalam ingatan. Setidaknya ihwal pertobatan—entah tobat karena apa. Dan, ihwal yang di antaranya ingatan akan pekerjaan pernah terlewati. Aku dan pekerjaan bagai awan yang menggantung di tengah hamparan cakrawala. Suatu ketika kebersamaan jadikannya air: hujan menyejukan. Suatu ketika pula, bagai sepasang awan hitam yang mampu keluarkan kilat membahayakan saat bersentuhan. Sentuhan yang mampu mematikan orang yang sedang ada di bawah. Entah bawah mana. Entah bawah apa. Suatu Desember kelabu jika memang demikian. Apa boleh buat, Desember. Bulan terakhir di akhir tahun. Bulan yang menggenapi suatu masa selama setahun.
Posted in Puisi on Februari 24th, 2008 1 Comment »
Dikala pagi.. sepi sunyi senyap
Dia hadir untukku disini…
Saat malam gelap tiada berbintang…
Dia ADA untuk memberi Cahaya Terang…
Sahabat Sejati…
Engkau Bukan Matahari…
Namun Hadirmu mampu hangatkan suasana hati…
Engkau Tak Seperti Embun Pagi…
Namun Cinta Dalam Hatimu Mampu Sejukkan jiwaku ini….
Posted in Puisi on Februari 24th, 2008 2 Comments »
Jangan kau risaukan apakah aku pulang nanti malam.
Percayakanlah kekhawatiranmu dalam hati putihmu.
Sayang, jika aku memang tidak pulang berarti aku menjemputmu di malam tiba.
Dalam mimpi ataupun khayalmu, aku tidak tahu.
Aku ingat, ketika matahari memerah jelang terbenam—ciuman pipinya masih saja membekas. Sudahlah, cukup di situ perpisahan kami. Jejak terakhir kutangkap hanyalah lambaian tangannya hilang perlahan.
Posted in Puisi on Februari 24th, 2008 No Comments »
Sahabat…
Tanyaku, Cinta itu apa?
Apakah Arti, makna cinta itu?
Tanyakan PADANYA… APA bedanya, antara….
Rasa Cinta,
Rasa Sayang,
Rasa Saling Suka……
Tanyaku…
Dosakah Bila Kita mencinta…
Salahkah Bila Kita MenYayang…
Bolehkah Bila kita ada Rasa Suka…
Sahabat…
Posted in Cerpen on Februari 24th, 2008 7 Comments »
When u love someone..
U do anythink.
When u love someone..
U do grazythink.
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan on Februari 24th, 2008 No Comments »
Wanita setengah baya itu meremas-remas sendok garpunya, enggan menciduk nasi mengepul di depan. Di seberang, seorang suami sedang menyeruput kopi panas jatahnya pagi ini. Seruputan itu nyaring di tengah keheningan dapur rumah mereka. Dua tiga kali kopi mengalir masuk mulut si suami, acuh pada marah istrinya.
Posted in Cerita Kehidupan on Februari 24th, 2008 6 Comments »
Pernah seorang bijak berkata, “Uang bukanlah segalanya.” Sesaat aku hanya terdiam mendengarnya. Sungguh aku tak setuju dengan ucapannya. Bagaimana tidak..itu penyebab kegilasahanku pagi ini. Sungguh aku putus asa. Tanpa uang, aku harus bagaimana?
Posted in Puisi on Februari 23rd, 2008 No Comments »
Aku…
hanyalah seorang pemuda yang bingung menjalani hidup,
yang bosan menjalani rutinitas,
yang jengah melihat status quo di sekeliling pelupuk,
dan masih khawatir akan sketsa buram masa depan.
Aku…
katanya kalah dengan cecunguk,
yang dengan tubuh kecil tak pernah gentar menerjang kasar hidup