KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Dua Sisi Matahari

Dia matahariku,
dia yang datang menyinariku,
dan berikan ku hangat dipagi yang cerah.
Dia matahari pemecah kesunyian,
memberi terang di setiap sudut ruang hatiku,
memberi hangat di setiap relung jiwaku.
Membuatku melihat hijau, bukan pekat.
Dan merangkai sejuk untukku.
Dia matahariku,
yang pergi bersama pekatnya kelabu.
Menghancurkan setiap hangat,
dan meninggalkan hujan yang begitu deras.
Dia matahariku,
yang membuat langitku menjadi pekat
diantara setiap sisi kelabu.
Terang itu sudah menjadi gelap,
tak ada lagi hijau karna kini hanyalah pekat,
dan sejuk itu kini menjadi dingin.
Dia matahari pagiku
yang datang bersama embun,
dan pergi teriring mendung, yang kini entah kemana.

Ketika langit menjadi gelap dan hujan tak kunjung reda,
dia datang.
Perlahan-lahan sambil tersipu datang kepadaku.
Meredakan setiap hujan,
dan diam-diam menyinari pekat.
Membawa secercah cahaya baru untukku.
Membawaku melihat warna,
tak hanya hijau,
ada banyak warna disana.
Dan membagi hangat pada hatiku yang dingin.
Dia matahariku,
yang datang meredakan hujan,
yang membawa begitu banyak warna.
Dia matahariku,
yang datang membawa sejuta warna pelangi
di langit sore setelah hujan.

One Response to “Dua Sisi Matahari”

  1. on 20 Jun 2008 at 15:21inochi peach

    nice.. i like it..

Tinggalkan Komentar