KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Don’t Hide Your Feelings 8

Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba tersenyum dan menemui Micchi dan Yuki di kantin. Namun tetap saja perasaanku masih merasakan hati yang hampa. Entah kenapa.

“Aya!!” panggil Micchi dengan ceria.

Akupun berjalan menuju arahnya dengan senyum namun tidak bersemangat.

“Hei, lesu banget! Kau masih sakit ya, Ay?” tanya Yuuki.

Aku hanya tersenyum saja.

“Waduh, kepribadian lu jadi beda gini ya kalo lagi gak enak badan,” kata Micchi.

Aku masih terdiam.

Well, aku emang lagi malas untuk menjadi seperti Aya yang biasanya. Bukan karena aku lagi gak enak badan. Tapi karena entah kenapa aku merasakan hati yang hampa saat ini. Maybe ya karena sakitku ini.

“Aya, mending kamu di kelas aja deh,” kata Micchi lagi.

“Maaf ya Minna. Aku lagi gak mood untuk ngobrol dan bertingkah seperti biasanya. Tapi lebih baik lagi kalo aku ada disini,” kataku sambil memberikan senyumanku kepada dua orang temanku itu.

Akhirnya, istirahat itu aku mencoba menghilangkan kehampaan hatiku dengan tertawa dan bercanda dengan Yuuki dan Micchi. Hal itupun aku lakukan terus sampai pelajaran hari ini selesai dan waktu pulang tiba. Sementara Tanoki, ia tetap seperti biasanya. Menjadi cowok yang cuek namun tetap terlihat cool di kelas. Tapi aku sudah tidak perduli lagi dengannya. Maybe hubunganku dengan dia akan berakhir disini.

Aku terus meneruskan langkahku menuju lobby sekolah ditemani Yuuki dan Micchi. Lalu Haru-nii muncul.

“Aya!” panggil Haru-nii

Kitapun menoleh.

“Senpai!” sapa Yuuki dan Micchi.

Aku hanya tersenyum. Sepertinya Haru-nii terlihat lelah. Dan teman-temanku, sepertinya mereka sudah tidak begitu gugup berbicara dengan kakakku.

“Dah mendingan?” tanya Haru-nii.

“Un. Haru nii?”

“Aku? Emang aku kenapa?” katanya cuek, “harusnya aku yang tanya keadaan kamu. Ya uda kita pulang sekarang aja. Mama dah nunggu di rumah.”

Haru-niipun mulai beranjak.

“Yuuki, Micchi osakini! Jyaa mata! Kyou wa arigatou!,” kataku sambil tersenyum dan menuju ke arah Niichan.

“Haru-nii, beneran daijoubu?” tanyaku di jalan.

“Yeah. Memang mukaku kenapa?”

“Kau kelihatan lelah.”

“Ya iyalah! Kemarin semaleman nyariin kamu. Emangnya kamu sama Tanoki kenapa sih? Dan kamu sama dia ada masalah apa sih sampe kamu bolak-balik gitu?”

“Oh, maaf!”

“Terus masalah kamu sama Tanoki?”

“Dah selesai. Aku gak akan ganggu dia lagi.”

“Serius? Selesai?”

“Yeah.”

“Emang masalah kalian apa sih?”

“Nothing special. Intinya dah selesai. And sekarang aku lega. Hari-hariku tidak akan diganggu TANOKI!!!” kataku sambil tersenyum merekah bahagia.

Haru-nii hanya diam dan terus melanjutkan perjalanan.

Mereka tidak sadar kalau ternyata Zanoki dan Hikaru berada di sekitar situ. Tanoki teramat sangat kaget begitu ia mendengar Aya berkata hal itu dengan senyum bahagia

“Hoi, serius lu gak berhubungan lagi sama Aya?” tanya Hikaru.

“Yeah. Seperti yang lu denger tadi. Dia BAHAGIA gak berhubungan lagi sama aku. Dan akupun BAHAGIA gak diganggu dia lagi,” kata Tanoki yang kini mempercepat langkahnya.

‘Aku heran. Kenapa Aya bisa bersikap manis dan cute di surat dan di foto itu??? Beda banget sama sikap dia hari ini. Ah bodo amat. Intinya gue gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia. BEBAS!’

Jadi dengan begini mulai hari ini hubungan Aya dan Tanoki berakhir sudah. Namun mereka tidak tahu bahwa hubungan mereka akan terus berlanjut sampai kapanpun.

*******

Hari esoknya aku terlihat sangat ceria. Serasa kembali terlahir di dunia. Aku merasa kalo hari inilah hari pertamaku berangkat ke sekolah. Dan hari ini akan aku mulai dengan senyuman.

“Ohayou, minnasan!!!” sapa ku ketika turun dari kamarku.

“Wow.. ceria banget lu. Tumben!” kata Haruki aneh.

“Haha.. Aya dah segar dan ceria lagi lah. Masa sakit terus. Ntar yang ada kalian-kalian pada kangen sama sikap blak-blakannya aku. Hehhee..”

Mama mengelus rambutku dan Papa tersenyum.

“Baguslah kalau kamu sudah baikan. Setidaknya kamu bisa membuat hari-hari kita heboh lagi.”

Kita semuapun tersenyum dan mulai makan makanan yang disiapkan Mama.

“Itadakimasu!!”

Setelah makan, aku dan Haruki seperti biasa berjalan bersama menuju sekolah.

“Niichan..” sapaku.

“Yeah.”

“Sumpah.. hari ini gue happy abis. Serasa terlahir kembali hehe.”

“Dasar. Kan kita baru 2 hari masuk sekolah. Dan ini hari ke-3 kita. Emang lu biasanya ceria tiap hari kan?”

Aku tertawa.

“Tapi gue heran. Kok kemaren doang ya lu diam gitu. Apa karena sakit?”

Aku terdiam.

“Tapi kayaknya pas lu sakit dulu-dulu kala gak kaya kemarin deh.”

Aku kembali terdiam.

“Apa gara-gara Tanoki?”

Kini Haruki berhenti dan menatap wajahku.

“Sebenarnya kamu sama Tanoki kenapa sih? Bener-bener ribut?”

“Dah gak ada apa-apa kok. Kita sekarang fine-fine aja,” jawabku datar.

“Ohh.. serius?”

Aku menghiraukan omongannya Haru-nii dan berjalan lebih cepat menuju sekolah.

Sifat senang dan keceriaanku terus berlangsung sampai satu minggu sebelum ujian kenaikan kelas tiba. Dan hubunganku dengan Tanoki tetap berjalan seperti sama sekali tidak saling kenal. Harukipun sudah tidak bertanya-tanya lagi akan hal itu. Dan kini benar-benar Tanoki hanyalah masa lalu yang tidak akan pernah muncul lagi. Namun, kali ini akan ada satu event yang akan membuat aku dan Tanoki kembali berhubungan dan tak ada satu orangpun yang tahu akan hal itu.

Di kelas,

“Ya, seperti biasa sebelum ujian tiba kalian harus mengadakan suatu penelitian yang nantinya akan menjadi tugas terakhir. Sensei sudah membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari dua orang. Dan seperti biasa kalian harus membuat laporan sebagus mungkin dengan dikumpulkan ketika hari pertama.”

Sekelaspun langsung mendesah.

Sementara aku tetap ceria dan tersenyum seperti biasanya. Seolah-olah tugas ini hanyalah tugas yang biasa.

Tomo sensei pun membacakan nama-nama kelompoknya sampai tiba namaku dipanggil bersama….

“Mizurachi Ayako bersama Nakai Tanoki”

“APA?!” aku dan Tanoki kompak mengatakan hal yang sama..

“Tidak..” bisikku..

“Omakase!” kata Tanoki dengan nada seperti org yang sebal.

“Ok. Sensei harap kalian bisa bekerjasama dengan partner kalian. Dan tugas pertama mulai dibicarakan hari ini. Ingat! Deadlinenya pas hari pertama ujian. Dan setelah itu kalian bisa konsentrasi ke ujian dan setelahnya bisa menikmati event sekolah seperti biasa.”

Lalu seisi kelaspun mulai beranjak menuju tempat partnernya. Sementara aku dan Tanoki tetap berada di tempat duduk masing-masing. Tapi, Tomo sensei malah memperhatikan kita yang sama sekali diam tidak melakukan tindakan apapun. Akhirnya aku menuju tempat duduk Tanoki dan duduk di hadapannya. Namun suasana diantara kita berdua tetap diam tak ada reaksi.

….

Lima belas menit berlalu. Tidak ada reaksi antara aku dan Tanoki. Kami sama sekali tidak berbicara dan itu membuat Tomo sensei menghampiri kita.

“Aya, Tanoki, kalian sudah memikirkan akan meneliti apa?” tanya Sensei.

Aku dan Tanoki yang dari tadi diam kaget begitu melihat Sensei berjalan menuju kita.

“Hai. Kita lagi memikirkannya Sensei,” kataku tersenyum mencairkan suasana.

Lalu Tomo senseipun berjalan meninggalkan kita.

‘Duh, kalo kaya gini terus Sensei tea bakalan terus merhatiin aku sama Tanoki. Mau gak mau aku harus bicara lagi sama dia.’

“Tanoki-kun…” kataku memanggilnya.

Iapun menoleh, “Nani”

“Nani nani… hei kita tuh disuruh bikin penelitian. Mikir kek mo neliti paan?” kataku langsung to the point.

“Kamu aja yang mikir. Kan tadi kamu yang bilang kalo kita lagi mikir,” katanya tetap cuek.

‘Gila ya nih cowok. Dah lama gak ngobrol tetap aja kaya gini. Kalo bukan karena tugas gue gak bakalan mau ladenin dia deh….’

“Tanoki, buat tugas kita bersama dan nilai kita bersama. Douzo yoroshiku onegaishimasu!!!” kataku berdiri dan menunduk.

“Omakase!” katanya datar,

‘Uhh….. mendengar kata-kata omakasenya itu aku ingin sekali mengunci mulutnya itu. Gak ada reaksi sama sekali mengenai tugas ini. Kok bisa-bisanya dia cuek gitu…. Bisa mati berdiri gue nanganin cowok rese kaya dia.. ahh… mukatsuku!!!!!!!’

Akhirnya selama 2 jam pelajaran aku hanya bisa menulis ketidakjelasan yang ada di pikiranku. Setidaknya Sensei melihatku menulis sesuatu di buku catatanku. Sementara si baka Tanoki itu cuma terdiam tak ada reaksi dan selalu membuatku kesal dengan tingkah konyolnya itu. Aku berharap aku bisa segera keluar dari kelas ini.

Beberapa menit kemudian bel istirahatpun berbunyi.

“Yokatta…” akupun segera meninggalkan Tanoki dan beranjak keluar kelas.

Dan beberapa menit kemudian, Micchi dan Yuukipun menghampiriku.

“Cie… berhubungan lagi sama Tanoki.. hahaha,” kata Micchi.

“Tu namanya jodoh, Ay!” sambung Yuuki.

“APA?! Gila kali ya, gue klo bisa JODOH sama dia,” kataku langsung berjalan menuju kantin.

“Hei.. jangan terlalu benci, Ay! Nanti jadi cinta lho..”

“Terserah lo deh, Micchi.. yang pasti gue gak tau gimana caranya gue nyuruh dia mikir buat penelitian kita ini. awas aja kalo nilai gue ancur hanya gara-gaara dia gak mau kerja!” kataku semakin dongkol.

Sementara Micchi dan Yuuki hanya tertawa.

‘Ahh.. heran gue, kenapa juga mereka pada ketawa. Padahal muka gue lagi suntuk gini bukannya dibikin happy malah diketawain. Ahh.. Tanoki..!!! Sampe kapan sih lo ganggu kehidupan gue..!!!!!!’

Lalu ada seseorang memanggilku.

“Aya..”

Aku menoleh. Ternyata Ryuuji yang memanggilku.

“Ohisahiburi!”

“Hai.. ohisashiburi..” kataku tersenyum, “Ryuu-kun genki?”

“Genki. Aya?”

“Hoho.. kimochi warui desu!” kataku sambil berjalan.

“Haha kenapa? Perasaan akhir-akhir ini kamu keliatan bahagia gitu.”

“Ada orang yang menyebalkan masuk lagi kedalam hidupku!”

Ryuuji hanya mengangguk. Sementara aku berbicara dan bercerita mengenai kedongkolan hatiku saat ini. aku tak sadar kalo ternyata Tanoki berada disitu.

“Sepertinya kau benar-benar membenciku ya? Sangat amat beda sama orang yang kukenal dari foto..” pikir Tanoki, “dan sepertinya kau lebih bahagia bersama Ryuu.”

Hening sesaat.

“BAKA.. ngapain juga gue mikirin si Aya itu.. omakase!”

Kini Tanoki kembali ke kelas. Dan ia tak sadar kalau tingkahnya itu diperhatikan oleh kakakknya sendiri yang sedang bersama dengan sahabatnya, Haruki.

Merekapun mulai membahas mengenai adik-adik mereka di kelas.

Terjemahan:

minna=semuanya

osakini! jyaa mata! kyou wa arigatou=aku duluan ya. bye. terimakasih buat hari ini

daijoubu=fine

ohayou=selamat pagi

itadakimasu=selamat makan

nani=apa

dozou yoroshiku onegaishimasu=mohon bantuannya

yokatta=senangnya

ohisashiburi=lama tak jumpa

baka=stupid

genki=baik

“omakase”=Terserah..^^

To be continued ..^^

12 Responses to “Don’t Hide Your Feelings 8”

  1. on 26 Feb 2008 at 20:24Seven

    mav kalo lanjutannya lama… ntr aku post di multiplyku deh..
    http://shirochii.multiply.com

  2. on 27 Feb 2008 at 09:15hanna

    semoga dhyf 9 nya bisa secepatnya ada,,, gw penasaran ending-nya gimana sebenarnya dhyf sampe berapa sih? mo dijadiin novel y? klo bisa ciptain cerita ttg jepang yg baru2 lagi y!!! good luck,,, god bless you!!!

  3. on 27 Feb 2008 at 09:37nadhiendha

    sori, mo nanya. lu orang japan ya? gw sempet buka blog lu. thx udah kasi terjemahan, gw kaga bisa bhs japan.hehehehe

  4. on 27 Feb 2008 at 11:43rhe...

    Ditunggu laNjuTannNa,,,,,
    DaH maKin CeYuuu….

  5. on 27 Feb 2008 at 14:39meidi^_^

    kalo bikin cerpen lagi kr\i\rimin copy na ke fs aku dunk. thnks ya atau blognya juga g papa

  6. on 28 Feb 2008 at 10:35Kiki

    Achiko……………

    saya baru nemuin karangan kamu !

    kuk ga bilang2 kamu penulis online ???????????

    sugheeeeeeeeee………… !!!!!!!!!!

    tapi kayanya ungkapan hati beneran nih , hihihihi …………

    semangat yaaaaa……….. !!!!!!!!!!!!!!!

    saya lagi chating sama Tomohiro kun ni , (sukiiiiiiiii ……… !!!!!!!!!!!!)

    see u at YM !!!!!!!!!! ^ ^

  7. on 28 Feb 2008 at 16:07Seven

    dah aku post lanjutannya.. tunngu ja ya..^^ tunggu redaksinya memunculkan ceritaku ini..^^

    hanna> ya, aku gy bikin cerita jejepangan yang lain. hmm ntah ya mpe brp blom kepikiran. intinya kayanya bakal panjang deh. mav ya kalo aneh dan ngebosenin..

    nadhiendha> aku indonesia tulen ko..^^

    meidi> dikirimin kemana? bingung aku. buka aja blog aku..

  8. on 03 Mar 2008 at 06:04Hartanto

    Gw panggil Seven pa Shirochii nich?

    Ey, apa DHYF9 cma dmuat di multiply aj gtu G skalian d sni. N lanjutan DHYF10 dst ntar dmuat d multiply gak d sini lagi

    Bwt Lu, good luck!

  9. on 03 Mar 2008 at 14:57Kyuray

    .Wow…. Gw ngikutin dhyf dari yg pertama lho….. Seru abiz….. Yg gw bayangin.. Aya ntu=horikita maki, tanoki=tomohisa yamashita…. Hahahaha… Gpp kan….. Hahaha… Eh.. Alamat blognya pa si..

  10. on 03 Mar 2008 at 18:02Seven

    hartanto> waduh jgn manggil seven.. =.= panggil aja achi deh..
    hmm sbnrnya sih udah aku post disini. tp kan harus dibaca dulu sama redaksinya. dan itu yng bikin lama dimunculin. jadinya aku post di multiply. tapi klo ada lanjutannya aku juga post disini ko..^^

    kyuray> thx ya..^^ hehe tak apa. kau mau ngebayanginnya kaya gimana itu sih daijoubu2 ja. setidaknya kau tidak berpikiran yang aneh dan macam2 seperti tmn2ku haha..

    minnasan.. mav ya kalo lanjutannya lama.. penulis gy sibuk sama ujian yang semakin dekat tapi akan aku usahain untuk terus lanjutin cerita ini.
    and cerita ini juga bisa diliat di blog aku..

    http://shirochii.multiply.com

    sankyuu..^^

  11. on 03 Mar 2008 at 18:05Seven

    huuuuuuuuu kiki…. ungkapan hati gimana??
    hihi…
    omakase lah.. i’m tired to explain this baka story to all of my friend =.=

  12. on 28 Mar 2008 at 15:06anien-chan

    Waaah Achi, bagus deh, serasa ada di jepang.
    Hehe.
    PAsti penggemar dorama tulen. hehehe *Sama ama gw!*

    SAlam kenal yaaaah!

Tinggalkan Komentar