Tentang Aku
Februari 23rd, 2008 by frozen_
Aku…
hanyalah seorang pemuda yang bingung menjalani hidup,
yang bosan menjalani rutinitas,
yang jengah melihat status quo di sekeliling pelupuk,
dan masih khawatir akan sketsa buram masa depan.
Aku…
katanya kalah dengan cecunguk,
yang dengan tubuh kecil tak pernah gentar menerjang kasar hidup
hingga keberlangsungan hidupnya hingga kini
-padahal kita tahu ia sezaman dengan para dinosaur-dinosaur
yang sok itu.
Aku…
hanyalah pemuda sinting
yang hanya bisa pasrah antre di barisan penganggur intelektual
yang jumlahnya setara dengan dua kali lipat
jumlah jama’ah haji satu tahun.
Memandang langit-pun serasa diacuhkan.
Memandang sang fajar pun malah seakan kupandangi fajar kekalahan.
Aku…
seorang pemuda yang konon akan tersingkir
oleh derap langkah para berdasi cetakan universitas palsu
yang ‘kan segera menghambur ke kehidupan palsu
dengan ijazah palsu
membawa misi palsu
demi pembangunan palsu
dengan sejuta satu palsu
yang dibungkus dengan
jargon-jargon palsu.
Ah, aku terlampau terpengaruh puisi Sardjono…
Aku…
seorang bisu yang seolah sama nasib
dengan Pram, Gandhi dan Mandela.
Tapi aku punya mata buat membiarkan peluang ngibrit.
punya telinga buat mendengarkan rapat-rapat keparat
para birokrat yang membikin segalanya terlaknat
hingga umat ketiban sial.
Punya mulut cuma bisa meniru para petinggi negara
yang bisanya cuma beretorika
dan mengobral politik wedhus!
Lalu mengembik
dan sekarang malah nggak bisa omong sama sekali.
Aku…
seorang yang banyak visi tapi miskin aksi.
Punya segudang teori namun melarat aplikasi.
Masih gentar kalau belum dapat ijazah keparat
buat melamar kerja jadi sapi perahan devisa
bukan karena dibutuhkan lantaran kapabel
melainkan sekedar jadi pelengkap derita sejarah Ibu Pertiwi
yang kian basah peluh dan air mata
sementara para pejabat korup dan konglomerat
masih ber-hahahihi.
Ah, aku lupa,
kalau aku sedang membicarakan ‘aku’,
bukan orang lain yang tidak ada sangkut-pautnya.
Yah, tapi…itulah aku.
Cianjur, 08102007 [21:51:48 PM]
Aris Susanto