KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Tentang Aku

Aku…

hanyalah seorang pemuda yang bingung menjalani hidup,

yang bosan menjalani rutinitas,

yang jengah melihat status quo di sekeliling pelupuk,

dan masih khawatir akan sketsa buram masa depan.

Aku…

katanya kalah dengan cecunguk,

yang dengan tubuh kecil tak pernah gentar menerjang kasar hidup

hingga keberlangsungan hidupnya hingga kini

-padahal kita tahu ia sezaman dengan para dinosaur-dinosaur

yang sok itu.

Aku…

hanyalah pemuda sinting

yang hanya bisa pasrah antre di barisan penganggur intelektual

yang jumlahnya setara dengan dua kali lipat

jumlah jama’ah haji satu tahun.

Memandang langit-pun serasa diacuhkan.

Memandang sang fajar pun malah seakan kupandangi fajar kekalahan.

Aku…

seorang pemuda yang konon akan tersingkir

oleh derap langkah para berdasi cetakan universitas palsu

yang ‘kan segera menghambur ke kehidupan palsu

dengan ijazah palsu

membawa misi palsu

demi pembangunan palsu

dengan sejuta satu palsu

yang dibungkus dengan

jargon-jargon palsu.

Ah, aku terlampau terpengaruh puisi Sardjono…

Aku…

seorang bisu yang seolah sama nasib

dengan Pram, Gandhi dan Mandela.

Tapi aku punya mata buat membiarkan peluang ngibrit.

punya telinga buat mendengarkan rapat-rapat keparat

para birokrat yang membikin segalanya terlaknat

hingga umat ketiban sial.

Punya mulut cuma bisa meniru para petinggi negara

yang bisanya cuma beretorika

dan mengobral politik wedhus!

Lalu mengembik

dan sekarang malah nggak bisa omong sama sekali.

Aku…

seorang yang banyak visi tapi miskin aksi.

Punya segudang teori namun melarat aplikasi.

Masih gentar kalau belum dapat ijazah keparat

buat melamar kerja jadi sapi perahan devisa

bukan karena dibutuhkan lantaran kapabel

melainkan sekedar jadi pelengkap derita sejarah Ibu Pertiwi

yang kian basah peluh dan air mata

sementara para pejabat korup dan konglomerat

masih ber-hahahihi.

Ah, aku lupa,

kalau aku sedang membicarakan ‘aku’,

bukan orang lain yang tidak ada sangkut-pautnya.

Yah, tapi…itulah aku.

Cianjur, 08102007 [21:51:48 PM]

Aris Susanto

Tinggalkan Komentar