Don’t Hide Your Feelings 7
Februari 19th, 2008 by 亜也子
Akhirnya kita keluar dari café dan menuju ke tempat yang selanjutnya.
Mukaku keliatan pucat, namun aku berusaha untuk selalu tersenyum ketika Hika dan Haru senpai bertanya keadaanku. Aku harus bisa terlihat kuat di depan Tanoki itu..!!! Namun makin lama pusingku semakin merajalela.. ingin rasanya aku tidur.. hal ini diketahui Haru-nii
“Aya-chan daijoubu?” tanya haru-nii
Aku mengangguk.
“Ng, serius?? Apa kita pulang aja?”
“Gak usah Niichan!! Katanya kita mau liat festival kembang api kan? Ya uda.. lanjutin aja.. aku gapapa..” kataku berusaha tersenyum.
Akhirnya perjalanan kembali berlanjut.
Kita sampai di tempat festival. Namun sebelum ke tempat melihat kembang api itu, kita harus melewati labirin yang disiapkan oleh panitia festival kembang api itu. Dan harus dilewati 2 orang. Berhubung hikaru dan haruki di urutan pertama maka mereka duluan yang jalan duluan.
“Aya, kamu gapapa sama Tanoki?”
“Gapapa Niichan!! Ntar kalo dia ngapa-ngapain aku, aku tendang.. haha..” aku berusaha tertawa..
Niichan tersenyum dan ia masuk ke dalam bersama Hikaru.
Berikutnya aku dan Tanoki..
Begitu masuk, ruangan itu terlihat gelap. Aku berteriak kecil. Sangat kecil dan Tanoki tidak mendengarnya. Jujur aku takut gelap.. dan aku memang punya trauma dengan labirin yang gelap.. gara-gara hal itu..
Ingatanku melayang ke 11 tahun yang lalu.. dimana aku masih berumur 4 tahun..
Saat itu aku dan Haruki juga pergi ke sebuah festival. Dan, saat itu aku dan dia juga bermain labirin. Karena aku begitu suka dengan labirin, aku sampai tersesat sendiri. Sudah cukup lama aku teriak-teriak memanggil nama Haruki tapi ia tak datang-datang.. dan…. Semenjak saat itu aku jadi trauma bila bermain labirin.. apalagi labirin ini labirin yang gelap seperti 11 thn yg lalu.
Lalu aku pun tersadar kalau aku masih berada dalam labirin! Dan mendapati kalo Tanoki sudah tak ada disampingku. Aku langsung memanggil namanya.
“Tanoki kun!! Tanoki kun!!” panggilku
“Tanoki!!” panggilku lagi. Namun, ia tidak menjawab panggilanku sementara
“Aya, kau lama banget sih jalannya!! Dasar lelet!!” namun Tanoki tetap saja melanjutkan perjalanannya
Haruki dan Hikaru sudah sampai kemudian Tanoki menyusul.
“Are?! Aya mana?” tanya Haruki.
Tanoki baru sadar kalo ternyata Aya tidak berada disampingnya.
“Eeto…”
Omongan Tanoki terputus karena Aya tiba-tiba muncul.
Aku terlihat cape, mukaku kembali pucat namun aku masih bisa tersenyum.
“Gomen!” kataku sambil tersenyum.
“Daijyoubu?”
Aku mengangguk.
Lalu kembang apipun mulai dinyalakan. Hari sudah mulai malam.
“Kirei na…..!!!” kataku terpesona melihat kembang api.
“Aya-san, kalau kamu mau lihat lebih jelas naik perahu aja.” kata Hikaru.
Aku mengangguk. Lalu, aku mengajak Haru-nii. Namun begitu sampai di tempat perahu ternyata yang boleh menaiki ini adalah orang yang terdaftar di sebuah kartu itu. Kartu yang dipegang Haru-nii yang terdaftar adalah namanya Haruki dan Hikaru sementara aku….
“Ok, ini kartu untuk dia” kata Tanoki tiba-tiba.
“Silakan” kata pelayan itu.
Tanoki langsung menaiki perahu itu. Aku terdiam.
“Hei, ayo naik!! Katanya mau liat!! Gimana sih??”
Akhirnya aku menaikinya.
Hikaru dan Haruki tertawa melihat kita berdua seperti itu.
“Hei, hikaru, menurutmu mereka berdua itu cocok gak?” tanya Haruki.
“Aya sama Tanoki?? Hahahhaa iyaa.. mereka itu kalo diliat-liat lucu juga.. meski suka berantem mereka pasangan yang cocok.”
“Iyaa.. waktu di Tokyo, dia memang orangnya seperti itu. Tapi lom pernah ada cowok seperti Tanoki yang begitu sama dia.”
“Oh ya, Tanoki juga.. cewek yang sering-sering gangguin dia itu gak seperti aya. Dan sepertinya Tanoki tadi cukup menikmati..”
Hahahhaha.. mereka tertawa.
“Mudah-mudahan aja hubungan mereka jauh lebih baik.”
“Yaa… “
Lalu lagu Pretty Girlnya Laruku berkumandang.
“Haloo..”
“Haruki, kamu ada dimana”
“Okaasan? Ng, masih ngeliat kembang api.”
“tadi Aya sempat pulang terus pergi lagi.. apa Aya ada disitu?”
“Iyaa.. dia lagi sama kita.. tenang aja.. bentar lagi kita pulang kok!”
“Kamu ini.. kenapa gak pulang dulu sih.. ganti baju dulu gituu..”
“Kan anak muda Ma!! Sekalian jalan hehhhhe..”
“Ya uda.. ntar pulangnya jangan malam-malam ya..”
“Yaa..”
Telponpun terputus.
“Abis ini gue ma Aya langsung balik ya?”
“Ya, gue juga kali..”
Sementara aku dan Tanoki..
Langit malam ini dan udara malam ini membuat tubuhku menggigil. Tanoki yang memakai jaket sama sekali tidak meminjamkan jaketnya padaku. Dan sepertinya dia gak perduli sama aku.. dasar cowok!!! Lalu, angin semilir membuatku perahu kita sedikit goyang.. otomatis aku teriak.
“Hei.. jangann teriak napa?? Cuma goyang doang kali!!”
“Yee.. wajar dong kalo kita takut.. sok berani lho!!”
“Bodo!! Udah sini.. gue ja yang ngebawain perahunya..”
“Gak gue aja!! Gue bisa kok!!”
Akhirnya terjadilah rebutan dayung di tengah-tengah danau itu.. dan.. perahu yang dinaiki mereka membuat perahu bergoyang dan itu membuat mereka saling berbenturan dan pingsan.. perahu masih terus berjalan menyusuri arus.. and ntah sampai dimana…
Sementara kembang api sudah selesai.. namun Aya dan Tanoki belom kembali-kembali juga.. Haruki mulai cemas dan menelpon Aya. Namun tak jawaban
“Sepertinya HPnya mati. Kalo Tanoki gimana?”
“sama.. HPnya mati..”
Mereka khawatir, lalu bertanya dengan pelayan disitu. Namun mereka tak tau apa-apa. Mereka khawatir dan mencari namun nihil. Aya dan Tanoki tidak diketemukan. Akhirnya mereka memberanikan diri untuk pulang. Tapi, mereka tetap saja takut apalagi Haruki. dia yang membuat Aya kesini. Ia sangat menyayangi Aya. Ia takut terjadi apa-apa dengan Aya. Namun, ia harus segera memberitahukan orang rumah.
Merekapun kembali ke rumah masing-masing dan mencari mereka lagi besok setelah sekolah. Setidaknya mereka sudah memberitahukan pelayan dan polisi mengenai hal ini. Mungkin hari ini mereka akan masih terus mencarinya.
Sementara Aya dan Tanoki, perahu masih berada di danau itu namun jauh dari manapun.
Tiba-tiba Tanoki tersadar. Aya masih belum sadar dan tertidur di hadapan Tanoki tepat diatas badannya tanoki.
“Are?! Dimana ini?” tanya Tanoki pada dirinya sendiri.
Ia berusaha membangunkan Aya. Namun, badannya panas sekali.
(sepertinya Aya sakit flu atau kedinginan kali.. ahh merepotkan!!!!)
Ia langsung melepas jaket yang dia kenakan dan memakaikanya pada Aya.
Iapun menggunakan saputangannya sebagai alat untuk mengkrompes.
Ia berusaha menurunkan panasnya itu dengan penuh kasih sayang.
Tanoki tersenyum.
“Ternyata kamu bener-bener gak enak badan. Malah diusahakan pergi. Ngembaliin CD aku lagi. Makasih ya.. maaf kalo aku merepotkan kamu.” katanya sambil tersenyum.
Hari semakin larut. Tanokipun mulai merasa kedinginan. Iapun membuat tubuh Aya menyender di bahunya. Dan memakaikan jaketnya itu di tubuhnya. Mereka tertidur di tengah danau dibawah dinginnya malam.
Sementara di rumah masing-masing mereka dipertanyakan. Orang tua mereka dan mereka sendiri (Haru dan Hika) kembali ke tempat itu dan berusaha mencari mereka sedikit lagi.
“Aya..!!!”
“Tanoki!!!”
Dan pelayanpun mulai mncari mereka menyusuri danau..
Tak lama kemudian seseorang yang menyusuri danau berteriak..
“Aku menemukan mereka..”
Lalu tak lama kemudian perahu yang dinaiki Aya dan Tanoki sampai di pinggir danau..Mama langsung ingin memelukku namun, hal itu dicegah oleh Haruki.
“Ma, biarin mereka tertidur seperti itu..!!”
Mama mengangguk.
“Ngomong-ngomong kenapa mereka bisa sampe sejauh itu ya?” tanya pelayan itu.
“Yaa, untung gak sampai jauh-jauh banget.. tapi itu sudah cukup jauh. Kok bisa ya?”
Tak ada yang tau apa yang terjadi disana karena hanya Aya dan Tanokilah yang tau..dan tak lama kemudian, Tanoki tersadar.
“Are?!”
“Waaa baguslah kamu udah sadar!!” kata Hikaru
“Hei, Tano.. Aya kenapa?” tanya Haruki.
“Aya.. tadi kita sempat berbenturan.. hal itu membuat perahu jalan dengan sendirinya. Begitu aku bangun Aya masih pingsan. Sepertinya Aya sakit. Tapi tadi aku sudah mengompresnya. Mudah-mudahan aja dia gapapa.”
“Ohh…..” kata Haruki sambil tersenyum.
“Gentle juga ya kamu..” kata Hikaru,
“Makaseru yo..” kata Tanoki kembali ke sifat semulanya, “mending kita kembali saja ke rumah.. Mama di rumah kan??”
Tanokipun kembali ke rumahnya. Dan aku digendong oleh Haru-nii ke rumahku sendiri masih memakai jaket yang dipakai Tanoki.
Di rumah tanoki.
Tanoki terlihat lelah karena kejadian yang terjadi hari ini. Begitu juga dengan Hikaru.
“Aku harap Aya-chan bisa kembali segar besok” kata Hikaru.
“Aejak kapan kau memanggilnya Aya-chan?” tanya Tanoki tiba-tiba.
Hikaru tertawa.
“Kau suka padanya?” tanya Tanoki tiba-tiba lagi.
Hikaru semakin tertawa..
“Henna… “ kali ini Tanoki pergi meninggalkan Hikaru dan menuju kamarnya. Dan Hikaru masih tertawa mendengar hal itu.
Di kamar Tanoki.
Tanoki meski terlihat cape dan lelah ia masih belum juga tidur. Ia melihat CD yang sedang dia pegang. CD itu adalah CD yang dikembalikan Aya hari itu juga yang menyebabkan gadis itu sampai pingsan seperti ini. Ia membuka CD itu. Lalu secarik kertas terjatuh dan berikutnya disertai sebuah foto. Tanoki mengambilnya. Ia membuka kertas itu.
“Buat orang yang memiliki CD ini hehe.. maaf ya kalo barang kita tertukar.. maaf.. gara-gara aku terlalu bodoh memperhatikan orang lain ketimbang memperhatikan jalanku membuat kita jadi bertabrakan tadi. Hehe.. hmm aku gak tau kapan aku bisa temuin kamu karena aku baru pindah dan aku baru kenal Yuuki dan aku belum tau siapa kamu jadi gak bisa bilang dan tanya ke siapa-siapa. Oh ya.. konser Laruku yang ini keren lho!! Hmm sebelumnya maaf aku menonton CD ini diam-diam. Habisnya begitu melihat cover depan HYDE aku langsung gak sabar pengen nonton ini.. duh, aku janji kalo aku temuin kamu aku akan balikin CD ini secepatnya..
Mizurachi Ayako
Disitu tertulis tanggal dimana Tanoki dan Aya bertabrakan. Lalu Tanoki mengambil foto yang tadi ada di dalam CD itu. Ternyata itu fotonya Aya dan Haruki. Aya disitu terlihat sangat ceria dan manis beda dengan aya yang ia lihat tadi.. amburadul, gak karuan, cuek, blak-blakan, dan ucapan dia gak semanis dengan apa yang dia tulis disitu. Namun sebersit senyuman mengambang di muka Tanoki. Ia tersenyum.
Lalu ia menuju tempat tidurnya dan tertidur.
Keesokan harinya,,
Akupun terbangun dari tidurku ketika sinar matahari menyinari kamarku. Aku melihat sekeliling (aku berada di kamar.. seingatku kemarin aku berada di tengah danau bersama Tanoki, bertengkar dengannya dan..). Omonganku terhenti ketika aku melihat ada seseorang di samping tempat tidurku tidur dengan keadaan tangan memegangiku.
“Haru-nii” bisikku..
Akupun beranjak dari tempat tidurku. Karena aku bergerak Haru-nii terbangun.
“Aya-chan? Daijyoubu?” tanyanya.
Aku mengangguk dan tersenyum.
“Nii-chan.. aku semalem kenapa? Seingatku aku berada di tengah danau bersama Tanoki. Kok tiba-tiba ada di rumah.”
Haru-nii tersenyum.
“Kemarin kamu dan Tanoki sempet hilang. Tapi akhirnya bisa ditemukan namun kamu dalam keadaan pingsan dan baru sekarang bangun. Aku khawatir banget sama kamu.” Katanya bangun sambil mencium keningku.
“Lain kali kamu jangan sampai bikin aku khawatir lagi.”
Aku tersenyum dan mengangguk. Sementara haru-nii mulai mengacak-acak rambutku. Kami tertawa. Lalu aku baru sadar kalau aku memakai jaket yang tidak kukenal.
“Itu punya Tanoki. Pas kamu ditemukan kamu sudah memakai jaket itu.” kata Haru-nii sambil tersenyum.
Lalu beberapa menit kemudian, Mama datang.
“Aya, kamu sudah bangun? Gimana keadaannya?”
“Baik Ma.”
“Bagus lah.. sekarang kamu gak usah masuk sekolah aja dulu. Istirahat saja di rumah” kata Mama.
“Gak Ma.. Aya udah gapapa.. aku masuk sekolah saja..” kataku memaksa.
Haru-nii mengacak-acak rambutku lagi.
“Biar aku yang jagain, Ma!” kata Haru-nii kmudian.
Akhirnya Mama memutuskan aku ke sekolah. Aku diantar oleh Haru-nii sampai ke depan kelas. Begitu sampai seperti biasa Haru-nii langsung disambut hangat dengan teman sekolahku. Well Haru-nii termasuk sudah mulai cukup terkenal di sekolah (padahal baru hari kedua lho). Sementara aku, berhubung sikapku tak perdulian tak ada yang menyambutku datang.
Haru-nii mengantarku sampai ke tempat dudukku. Dan ia terlihat celingak celinguk. (sepertinya ia mencari seseorang)
“Nii-chan, nyari siapa?” tanyaku.
“Tanoki” katanya datar.
“Kenapa? Tanya keadaannya? Emangnya dia ikutan pingsan?” tanyaku.
“Gak.. aku mau nyuruh dia untuk ngejagain kamu..” katanya masih celingak celinguk.
“Aku gapapa, Niichan…” kata ku, “lagian ada Yuuki dan Micchi.” kataku lagi sambil menunjuk mereka.
Niichan tersenyum.
“Sebenarnya kemaren kamu sama Tanoki kenapa sih?”
Belum sempat Aya menjawab bel masuk sudah berbunyi.
“Ya uda kamu ceritanya ntar aja deh” katanya sambil tersenyum, “Micchi, Yuki jaga Aya..”, kali ini ia berbicara dengan Micchi dan Yuuki. Mereka mengangguk.
Haru-niipun segera keluar. Di luar ia berpapasan dengan Tanoki.
“Senpai” sapa tanoki.
“Hai. Gimana keadaan kamu?”
“Baik” katanya.. “hmm….”
“Tanoki-kun thanks kemaren kamu udah jagain Aya..” katanya sambil tersenyum dan segera beranjak meninggalkan kelas dan Tanoki masuk ke kelas.
Begitu ia masuk ke kelas ia sedikit melihat ke arah Aya sedang berbicara dengan Micchi dan Yuuki.
Lalu Taka-sensei pun datang. Mereka memulai pembelajaran.
Setelah dua jam belajar, waktu istirahat tiba.
Micchi dan Yuuki mengajakku untuk makan di kantin. Namun aku menolaknya.
“Ntar kalo aku sempet aku nyusul deh. Aku harus menemui Tanoki dulu.”
“Ohh ya uda deh.. tapi bukannya masalah kalian udah selesai ya?”
“Ya sih.. aku cuma mau mengembalikan ini” kata Aya sambil menunjukkan jaket yang sedang dia pegang.
Micchi dan Yuuki terdiam.
“Ntar aku ceritain. Aku kesana dulu ya. Bye.”
Lalu aku memberanikan menuju ke tempat Tanoki. Aku tak perduli apa kata dia begitu melihatku lagi. Aku juga tak perduli Erika berwajah seram begitu aku melewati mejanya.
“Tanoki-kun..” kataku memulai.
“Ya” katanya datar.
“Maaf kemarin aku merepotkanmu” kataku sambil membungkuk, “maaf..!!”
Semua orang terdiam. Begitu juga dengan Tanoki.
“Hei.. chotto…. Gak usah bungkuk-bungkuk segala..”
Akupun berdiri.
“Lagi-lagi aku ngerepotin kamu ya.. hehe.. ini..” kataku sambil menyerahkan jaketnya. “Kata Haru-nii ini punyamu. Aku gak tau kenapa bisa ada di aku. Yang pasti terima kasih ya..”
Tanoki terdiam namun di dalam hatinya ia juga mengucapkan terima kasih dan tersenyum, namun kami malah terdiam lama.
“Tanoki-kun…” kataku memulai lagi. “sesuai dengan apa yang kita sepakati kemarin, aku tidak akan ikut campur lagi sama urusanmu.”
Kami masih terdiam.
“Well, aku pergi dulu ya.. makasih atas semuanya dan maaf udah ngerepotin kamu.Bye..”
Kataku lalu pergi meninggalkan dia.
Tanoki, ia terdiam namun hatinya merasakan sesuatu namun ia tidak tahu itu apa, mulut dan semuanya ingin melakukan sesuatu namun tak tahu itu apa. Akhirnya ia hanya terdiam dan kembali terduduk.
Dan aku.. aku segera menuju kantin dimana Micchi dan Yuuki menungguku disana. Entah kenapa perasaanku tak enak setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Tanoki. Padahal ini merupakan keputusan terbaik. Dan, aku baru dua hari bersekolah disini aku pasti akan menemukan seseorang yang lebih daripada Tanoki yang baru kukenal itu.
—> continued..^^
Wah critany tmbh mnarik aj, meskipun ad kta2 asing dr bhs Japan spt “daijyoubu” tmbh syvt (eh dksh tau dunk arti kta tsb, khan kta bsa mkin “ngeh” dg ne crta)
bagussss…..ceritanya bikin penasaran
arigatou minna..!!
thanks ya.. ok2 ntar aku kasih translate-an bahasa jepangnya..^^
and mav untuk kelanjutan ceritanya lama soalnya aya (aku) gy sibuk.. and mav juga kalo partnya mpe bnyk soalnya ku berpikir ini sbg novel..^^
ano,,,
menurutku ceritanya bagus kok
Hhehehe
boleh aku suka Tanoki?
Tanoki-tan,,,
ne… ganbare yo!!
waa chi chaaannn
ceritamu bertambah seruuuu
hehe
selamat ya okabento..
ganbatte
^_^
p.s. ehem…tanuki eh?? ehem ehem…duh..nama koibito tlg ya jgn d bawa2 ke sini…
hohohohoohohohohohohohoho…..
hoho.. domou minnasan..
ichii> hehe suka sama tanoki ya?? tanoki asli baka lho..^^ hahaha XD *gomen tanoki-kun..*
destantia> tak apa lah memasukkan namanya. secara gk sengaja aku memasukkan namanya tu kedlm novelku ini..^^ yaa skrg2 sih mnk dia sbg inspirasiku..^^
……………
ceritanya bagus.jadi ikut ngebayangin film2 jepang.bikin aku inget Takeshi Kasiwabara, Hideaki Takisawa dll ( oops..moga bener cara tulisnya). Cepetin dunk Dont Hide Your Feeling 8. Tar bikin komik atau novel aja. Kayaknya kamu berbakat deh.
kok lama seh kelanjutannya?
udah tiap detik ta buka kolom kita, belum juga ada baru neh don’t hide your feelingnya.
Gw idem ma Yanti…dah nungguin yg ke-8 kok gak muncul2….
cepetan bikin don’t hide your feeling 8 dong!! dah gak sabar nih,, soalnya gw penasaran padahal gw baru baca ni cerita baru sekali dari yg pertama smp yg ke-7 hari ni jg maju terus seven!!! makin bagus y ceritanya,,, arasha!!! mata ashita,,,
Tumben nih gw mau baca,biasanya sih gw males banget klo harus baca.
Cerita dan jalan ceritanya bener2 bikin pengin tau cerita yang selanjutnya.
Btw nama u kok mirip sama idola gw ya? he…..^^
jangan lupa buat lanjutin Don’t hide your feelings 8!!!!
Ditunggu ya,,,,,,,!!!!!!! ^^
cerita diatas to be continued khan? nah, kok lama nongolnya. udah pada ga sabar tauuuuuukk. Bagus banget.
di kolom kita kan rada lama. soalnya harus dibaca dulu sama redaksinya.. and mav aku juga gy sibuk. tp aku usahain deh.. klo kelamaan bisa dibuka di http://shirochii.multiply.com
domou minnasan..^^
thanks..^^
hey2.. aku juga suka sama seven.. tp seven yg aku mxd bukan seven artis =.=