Untuk Beranjak Bangkit
Februari 14th, 2008 by wittz
Kutulis lembaran baru dengan tinta darah
Di bawah pohon bertabur bunga kamboja
Inginku tumpahkan amarah
Walau kutahu kan sia-sia
Semilir angin pagi menemaniku
Kunikmati segarnya angin pagi itu
Kutarik nafas dalam-dalam
Namun ia beku di dalam kalbu
Perlahan semilir angin berubah riuh
Mencoba merampas lembaranku
Aku bangkit melawan angin
Melindungi lembar-lembar yang kutulis
Angin semakin riuh
Seperti badai yang mengoyak layar kapal
Aku tak kuasa melawan
Di bawah langit terang
Lembaranku hilang
Bersama angin dibawanya terbang
Kutulis lembaran baru dengan tinta darah
Di bawah pohon bertabur bunga kamboja
Namun ku kan berjanji
Tak kan ada yang merampasnya lagi
Jkt,11 Jan 2006
Kuqira cerita lagi ndak taunya puisi
Kuqira cerita lagi ndak taunya puisi wow.
TOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOP BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET…………..