KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kak

Kak, Kakak di mana? Mengapa kau begitu jauh… kami semua di sini merindukanmu…aku sedih melihatmu begini, aku tulis ini dengan airmata yang selama ini belum pernah jatuh untukmu… aku tidak paham dengan semua ini… semua yang terjadi padamu…terlebih Ibu… ibu kita…aku tahu, dibalik wajah sumringah Ibu, tersimpan satu ruang kerinduan terhadap putri sulungnya… sebenarnya hatinya sakit menerima kenyataan bahwa kau tidak hadir bahkan tidak memberi ucapan selamat saat hari ulang tahunnya…akal sehatku tidak sanggup menerima ini… kau sudah sangat keterlaluan, Kak…mengabaikan Ibu begitu saja, ibu yang melahirkanmu dulu… Kakak tahu?? Seharian ini aku begitu mengharapkan kehadiranmu di rumah kita… aku selalu melihat ke luar pagar menantikanmu hadir dengan membawa cucu-cucu untuk Ibu…hadiah ulang tahun yang tak ternilai harganya…hatiku sungguh resah ketika hari sudah menjelang malam, kau tak juga tiba… Kakak…aku mohon datanglah…pinta hatiku…namun malam semakin larut… pupus sudah harapanku menantimu…

Ada apa kau dengan Ibu? Hatimu begitu sekeras batu… sejahat-jahatnya Ibu, seburuk-buruknya Ibu, dia tetap ibumu yang selalu mendoakanmu… walaupun Kakak tidak pernah menyisihkan waktu yang sibuk itu untuk Ibu, Ibu akan selalu mendoakanmu…Ibu akan selalu menyayangimu… karena kau adalah darah dagingnya yang paling berharga, yang tak bisa tergantikan oleh apapun…Ibu mengorbankan segalanya untuk Kakak…untuk kita… Ibu rela capek dan lelah agar kita bisa sekolah… Ibu rela berjualan kue, naik sepeda panas-panas di siang hari, agar Ibu bisa membelikan pakaian terbaik untuk kita…

Sekarang kau adalah seorang ibu… kau juga pasti tahu perasaan seorang ibu terhadap anaknya… maka begitulah yang dirasakan ibu kita… Ibu, nama yang sederhana, untuk seseorang yang sempurna…

Tinggalkan Komentar