KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Februari 2008

Lukisan Rindu Berbingkai Keridhoan

Sayang,

Meskipun kita jauh

bayangmu pun tak sanggup kurengkuh

Namun,

Hati kita dekat

Sangat dekat

Kita berjumpa . . .

Dalam doa yang terlantun

Kita terbang melayang . . .

Dalam sujud yang panjang

Kita bersama . . .

Dua Sisi Matahari

Dia matahariku,
dia yang datang menyinariku,
dan berikan ku hangat dipagi yang cerah.
Dia matahari pemecah kesunyian,
memberi terang di setiap sudut ruang hatiku,
memberi hangat di setiap relung jiwaku.
Membuatku melihat hijau, bukan pekat.
Dan merangkai sejuk untukku.
Dia matahariku,
yang pergi bersama pekatnya kelabu.
Menghancurkan setiap hangat,
dan meninggalkan hujan yang begitu deras.
Dia matahariku,
yang membuat langitku menjadi pekat
diantara setiap sisi kelabu.
Terang itu sudah menjadi gelap,
tak ada lagi hijau karna kini hanyalah pekat,
dan sejuk itu kini menjadi dingin.
Dia matahari pagiku
yang datang bersama embun,
dan pergi teriring mendung, yang kini entah kemana.

Hahh… akhirnya sekarang aku bisa melepas seragam abu-abu putihku, aku udah kuliah Bro! Saatnya cewek-cewek di kampusku ngeliat ketampananku, kalo mereka nggak tertarik sama aku, jangan panggil aku Aldi… haha… pasti mereka bakal pingsan kalo ngeliat aku, Aldi Putra Remaja, keren khan namaku!
“Saya…ng ayo cepet dong! Ntar sarapan kamu keburu dingin nih, nggak enak kan? Mama juga udah buatin susu nih!”
Mendengar kata-kata itu aku langsung mengerutkan dahiku, Mama…. Aldi tu udah kuliah Ma, ya walaupun baru tingkat satu, tapi kalo ntar cewekku ngeliat aku di rumah kayak gini, dia malah ill feel lagi, parah banget sih Mama.
“Ya Ma… bentar lagi Aldi keluar…!” aku pun sedikit berteriak menjawab panggilan Mama.
“Kamu jangan macem-macem yah di kampus, kalo ada yang ngajakin demo nggak usah ikut, ntar kamu malah kenapa-kenapa lagi, di kampus itu juga suasananya nggak seperti di SMA kamu yang dulu, yang ada satpamnya, gurunya care sama kamu, temen-temen kamu Mama juga kenal, kalo di kampus itu kan beda, satpamnya kan nggak mungkin ngurusin mahasiswanya satu-satu, mana temen-temen kamu Mama nggak kenal lagi, teru…s makanannya…
” Ih Mama…kenapa jadi kayak gini sih,” aku pun memutus perkataan Mama, “Ma… aku tuh udah mahasiswa, jadi jangan disamain kayak aku masih SMA dong, Mama jangan kelewat kawatir dong! Aku bisa kok jaga diri, aku ni cowok Ma…, lagian mahasiswa demo tu wajar dong Ma… pokoknya mulai sekarang jangan panggil Aldi sayang lagi, ntar kalo temen aku kesini, dikiranya Aldi anak mama lagi, malu dong…”
“Loh…kalo bukan anak Mama, kamu anak siapa dong sayang…”
“Tu kan Mama baru aja dibilangin, jangan panggil aku sayang lagi Ma…, udah ah aku berangkat dulu ya Ma! Kunci mobilnya mana Ma?” aku pun menanyakannya pada Mama.
“Apa? Kamu mau nyetir sendiri? Nggak! Kamu dianterin sama Pak Arman aja ya!”
“Ma!! Aku nih udah gede Ma! Aku bisa kok bawa mobil sendiri, lagian Mama kenapa sih, kalo kayak gini kapan aku bisa mandiri Ma!! Ya udah deh aku naik motor aja lah!” aku pun berlalu dari hadapan Mama.
“E..h Aldi tunggu, ya udah deh nih kuncinya, nanti kalo kamu naik motor, kulit kamu hitam lagi, tapi hati-hati yah sayang!” Hah… dasar Mama dibilangin jangan panggil sayang lagi, tetep aja…

Kau dan Tentang Kau

dalam hidup, kau yang tak ku mengerti…

hadirmu yang tak pernah kuingini
dan pergimu yang tak bisa kupahami
mungkin ada yang pernah kuingkari
bahwa kau datang dengan sebentuk arti
namun kau tak pernah ada nyata di sini
karena kau hanya bayang dalam imaji
meski ku berteriak pedih
tak bisa kuharap kau menghampiri

Sirna

Kau tatap aku dalam asa dan harapan

Kau beri rindu tuk satukan kenangan

Kau ingin cinta

Namun kau tinggalkan harapan dan kenangan

Apa yang kau mau ?

Aku lelah dengan semua ini

Lelah dengan semua ketakpastian

Jenuh akan dusta cintamu

Kekasihku

kekasihku…

bila engkau terbangun di pagi hari

ku ingin kau menemukanku

di antara cinta

kekasihku…

bila malam ini kau pergi

carilah aku di kerumunan

cinta yang tersebar di antara

sudut-sudut kota yang kau singgahi

atau di antara gedung-gedung tua

yang kau lewati

tapi kekasihku…

ku lebih berharap kau menemukanku

di antara limpahan kasih sayangmu

di antara janji dan kepercayaanmu

serta benih kejujuranmu

dan aku juga ingin kita bertemu di dalam

ikatan suci sebuah perkawinan

yang abadi dan penuh kasih serta cinta

I am always sure
That the day we find each other will certainly soon occur
So I must try to keep my feeling remain pure
I always pray
That The Lord will continually lead you the right way
So I must chase my worry away
I always realize
That you will absolutely be the greatest in my life
So I must prepare myself to rise

Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba tersenyum dan menemui Micchi dan Yuki di kantin. Namun tetap saja perasaanku masih merasakan hati yang hampa. Entah kenapa.

“Aya!!” panggil Micchi dengan ceria.

Akupun berjalan menuju arahnya dengan senyum namun tidak bersemangat.

“Hei, lesu banget! Kau masih sakit ya, Ay?” tanya Yuuki.

Dilema Setrum

Tanah kita sangat kaya
Penuh dengan sumber-sumber energi
Yang dapat digunakan sebagai pembangkit
Dari tenaga air
Uap
Angin
Sampai panas bumi
Sangat lengkap
Begitu komplit
Namun sangat mengherankan
Karena sekarang terjadi krisis
Krisis energi, katanya
Sehingga harus ada pemadaman
Sehingga harus ada penghematan
Karena kekurangan energi
Karena kekurangan daya
Aneh memang
Begitu banyak sumber energi
Tapi malah kekurangan energi
Benar-benar aneh
Aneh benar-benar

Kecewa

harapan…

tinggal harapan…

kerinduan….

hanya kerinduan…

belaka…

mimpi..

tanpa kenyataan…

tak tahu arah kaki,mau kemana..

dia yang kukenang..

dia yang kusayang…

wajahnya selalu terbayang…

pertemuan yang didambakan terasa jarang..

bagaikan daun kering yang melayang…

rindu hanya tertuang di sini…

Next »