Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Cerpen on Januari 24th, 2008 1 Comment »
Tentu saja di tempat seperti ini, di gurun berpasir di pinggir jalan, di mana beberapa tumbuhan liar dan anak kadal berbagi tempat bermain, tidak akan ada kembang api yang lepas landas seperti roket dan bermekaran di angkasa. Hanya ribuan bintang yang bertebaran di sana sejauh mata menyusuri. Hanya bulan purnama yang terpampang tinggi-tinggi. Hanya suara jangkrik, bukan terompet, yang begitu berisik di tengah malam. Tapi, bukankah ini lebih indah ketimbang warna-warni lampu yang biasa terlihat di setiap sudut kota? Atau semaraknya klakson mobil dalam riuhnya kemacetan? Atau irama musik yang selalu terdengar riang meminta setiap manusia untuk terus berjoget? Bukakah ini lebih indah dan mempesona dari itu semua? Begitu pikir Ivan seraya ia memarkirkan mobilnya di tepi jalan.
Posted in Puisi on Januari 24th, 2008 No Comments »
Cahaya api menari-nari dalam pantulan hitam bola mataku
Gelisah merundung hatiku yang kalut
Kosong pikiranku sungguh tak membantu
Enyahkan gundah dalam diriku
Diam aku terpaku
Lemah dengan keputusanku
Bimbang membuatku ragu
Tak mampu temukan jawab dalam ribuan pertanyaanku
Permanent link to this post (18 words, estimated 4 secs reading time)
Posted in Puisi on Januari 22nd, 2008 2 Comments »
dunia penuh tawa
dunia penuh canda
dimanakah aku
sedang kau
dan dia
jangan tanya padaku
mungkin mereka tahu
hidup memang susah
tapi…..
jangan dibuat susah
karna
hidup penuh
cinta
by me
agung1975
Permanent link to this post (33 words, estimated 8 secs reading time)
Senyum manis yang selalu terpancar dari Pria itu..
Aku mengenalnya ketika aku memutuskan untuk mengikuti tes penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan di Ibu Kota Jakarta. Berawal dari tes tertulis, wawancara, diakhiri dengan penyeleksian.
Alhamdulillah aku dan kedua temanku, Putri dan Tami diterima. Hari Senin kami bertiga berangkat ke Jakarta.
Posted in Puisi on Januari 21st, 2008 No Comments »
Ketika kuhadapi…
Suatu masalah…
Ku mau belajar
Merespon dengan benar…
Mengapa….
Kuhadapi kenyataan ini….
Ajarku Tuhan, tuk menerima ini….
Oh Tuhanku….
Bentuklah aku…
Ajar aku berdiam dalam hadiratMu…
Setiap penyesalan…
Kuserahkan semua kepadaMu…
Hari esok….
kan lebih baik…
Posted in Cerpen on Januari 20th, 2008 No Comments »
Ingatan tentang sebuah mimpi lebih dari lima tahun yang lalu itu kembali muncul dari salah satu sudut benak Nizam yang paling dalam.
Dalam mimpinya itu ia melihat sepucuk undangan pernikahan. Pernikahannya sendiri karena dalam undangan itu tertera namanya sebagai sang pengantin.
Posted in Puisi on Januari 19th, 2008 2 Comments »
sering aku berpikir,
keras..sekali
bagaimana caranya memperbaiki negeri ini?
memangkas birokrasi?
memperbaharui birokrasi?
atau merombak sistem pemerintahan dalam negeri?
tapi sekarang,
baru aku sadari
yang dibutuhkan negeri ini bukan hutang luar negeri
bukan pula teori-teori ekonomi terkini
ataupun teori birokrasi terkini
Gadis kecil manis, lugu , polos dan mengemaskan.Mungkin itu belum tepat untuk mengambarkan sosok gadis kecil..aku kecil dulu. Minim itu yang masih aku ingat kata-kata nenekku cerita sorenya sebelum pergi meninggalkan aku sendiri, pergi di dunianya selamanya.
Posted in Puisi on Januari 16th, 2008 No Comments »
Aaah,
malam yang muram
aku dijejali suara bising hingar bingar, bis-bis malam lewat cepat, mobil-mobil menuju utara, kereta kuda yang datang lantas menghilang cepat, orang-orang berlari menggenggam kupu-kupu pada tangan mereka
halo, haloo??? di sini hujan……..
Aaah, malam yang memaki dengan senyuman,
Posted in Cerpen on Januari 14th, 2008 4 Comments »
Rasanya aku ingin mati. Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi untuk menjalani semua ini. Aku hanya orang yang paling bodoh dan jahat. Aku sungguh tak kuat lagi menjalani ini semua ini.