KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Januari 2008

Kirana Belum Kembali

Tentu saja di tempat seperti ini, di gurun berpasir di pinggir jalan, di mana beberapa tumbuhan liar dan anak kadal berbagi tempat bermain, tidak akan ada kembang api yang lepas landas seperti roket dan bermekaran di angkasa. Hanya ribuan bintang yang bertebaran di sana sejauh mata menyusuri. Hanya bulan purnama yang terpampang tinggi-tinggi. Hanya suara jangkrik, bukan terompet, yang begitu berisik di tengah malam. Tapi, bukankah ini lebih indah ketimbang warna-warni lampu yang biasa terlihat di setiap sudut kota? Atau semaraknya klakson mobil dalam riuhnya kemacetan? Atau irama musik yang selalu terdengar riang meminta setiap manusia untuk terus berjoget? Bukakah ini lebih indah dan mempesona dari itu semua? Begitu pikir Ivan seraya ia memarkirkan mobilnya di tepi jalan.

Gundah

Cahaya api menari-nari dalam pantulan hitam bola mataku

Gelisah merundung hatiku yang kalut

Kosong pikiranku sungguh tak membantu

Enyahkan gundah dalam diriku

Diam aku terpaku

Lemah dengan keputusanku

Bimbang membuatku ragu

Tak mampu temukan jawab dalam ribuan pertanyaanku

Tentang Aku, Kau, dan Dia

dunia penuh tawa
dunia penuh canda
dimanakah aku
sedang kau
dan dia
jangan tanya padaku
mungkin mereka tahu

hidup memang susah
tapi…..
jangan dibuat susah
karna
hidup penuh
cinta

by me
agung1975

Pria Itu…

Senyum manis yang selalu terpancar dari Pria itu..
Aku mengenalnya ketika aku memutuskan untuk mengikuti tes penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan di Ibu Kota Jakarta. Berawal dari tes tertulis, wawancara, diakhiri dengan penyeleksian.
Alhamdulillah aku dan kedua temanku, Putri dan Tami diterima. Hari Senin kami bertiga berangkat ke Jakarta.

Oh Tuhan, Ajarku

Ketika kuhadapi…

Suatu masalah…

Ku mau belajar

Merespon dengan benar…

Mengapa….

Kuhadapi kenyataan ini….

Ajarku Tuhan, tuk menerima ini….

Oh Tuhanku….

Bentuklah aku…

Ajar aku berdiam dalam hadiratMu…

Setiap penyesalan…

Kuserahkan semua kepadaMu…

Hari esok….

kan lebih baik…

Time Will Tell..?

Ingatan tentang sebuah mimpi lebih dari lima tahun yang lalu itu kembali muncul dari salah satu sudut benak Nizam yang paling dalam.

Dalam mimpinya itu ia melihat sepucuk undangan pernikahan. Pernikahannya sendiri karena dalam undangan itu tertera namanya sebagai sang pengantin.

Puisi Untuk Negeriku

sering aku berpikir,

keras..sekali

bagaimana caranya memperbaiki negeri ini?

memangkas birokrasi?

memperbaharui birokrasi?

atau merombak sistem pemerintahan dalam negeri?

tapi sekarang,

baru aku sadari

yang dibutuhkan negeri ini bukan hutang luar negeri

bukan pula teori-teori ekonomi terkini

ataupun teori birokrasi terkini

Gadis kecil manis, lugu , polos dan mengemaskan.Mungkin itu belum tepat untuk mengambarkan sosok gadis kecil..aku kecil dulu. Minim itu yang masih aku ingat kata-kata nenekku cerita sorenya sebelum pergi meninggalkan aku sendiri, pergi di dunianya selamanya.

Histeria


Aaah,

malam yang muram

aku dijejali suara bising hingar bingar, bis-bis malam lewat cepat, mobil-mobil menuju utara, kereta kuda yang datang lantas menghilang cepat, orang-orang berlari menggenggam kupu-kupu pada tangan mereka

halo, haloo??? di sini hujan……..

Aaah, malam yang memaki dengan senyuman,

Kenyataan yang Menyakitkan

Rasanya aku ingin mati. Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi untuk menjalani semua ini. Aku hanya orang yang paling bodoh dan jahat. Aku sungguh tak kuat lagi menjalani ini semua ini.

« Prev - Next »