Kembalinya Cinta Dalam Kepergiannya…
Posted in Cerpen, Kerinduan dan kenangan on Januari 28th, 2008 7 Comments »
…inspired by a friend and her memory of her handsome pet, mio the rabbit
Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Cerpen, Kerinduan dan kenangan on Januari 28th, 2008 7 Comments »
…inspired by a friend and her memory of her handsome pet, mio the rabbit
Posted in Puisi on Januari 26th, 2008 No Comments »
berserah diri pada daun-daun yang diam,
pada bumi yang berputar, dan
pada dunia yang bebas..
tapi kehidupan yang maha halus menolaknya
dengan umpatan kasar
dan menghempaskannya pada batu-batu kerikil tajam..
sungguh, wewangian itu datang
dari pakaian-pakaian pembesar negeri
namun sekedar menghirup aromanyapun
hidung mesti di sumbat dengan
tumpukan uang kertas
Posted in Puisi on Januari 26th, 2008 No Comments »
persembahan hidup sang pujangga
pada puteri-puteri bumu
dengan bait-bait syair dan puisi
seperti nyala lilin yang tenang
redup dalam kegelapan
terseok-seok di tiup angin dingin.
cepat, meleleh dan akhirnya mati
bersama tuanya sang putri bumi
tapi sang pujangga akan tetap dikenang
Posted in Puisi on Januari 26th, 2008 No Comments »
Dalam karya ia juga hadir
setiap tarikan nafas ia ada
dalam sunyi ia menemani
aku mesti menjadikannya sebagai teman..
aku akan berusaha mengakrabinya, membelainya dengan lembut, menghiru baunya
dengan sempurna samapi ia benar-benar menyatu denganku
karena dia adalah sahabat abadiku
Posted in Puisi on Januari 26th, 2008 No Comments »
yang dingin pada dunia
lahir dalam riak-riak air surga
menetes di atas bebatuan
merebak dan menebar jauh di laut lepas
pagi, datang dengan sempurna
menyusup ditengah pekatnya
menyingkirkan bintang dan
mengganggu mimpi-mimpi manusia
suara burung, hidup dan terbang bebas
tak menyimpan setitik duka
Posted in Puisi on Januari 25th, 2008 No Comments »
Masih adakah segelas lagi untukku vodka??
Atau madu yang selalu dalam janjimu itu?
Perjamuan yang tertunda dulu
Membagi harapan yang semestinya hanya untuk nanti
Kau ingatkan aku akan sebuah cerita
Dewa minum teh sore-sore
dan dulu…
Aku tau, kau mungkin bohong…
Saat itu hanya ada kita
Dan kau mengejek matahari
Yang lalu bersembunyi tak hiraukan
Sampai kita kalah oleh filosofi sendiri
Lain kali..Jangan lagi..
Biar kita jalani ini seperti seharusnya….
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan on Januari 25th, 2008 No Comments »
Ruangan di ujung gang di lantai empat sebuah perkantoran itu memang sempit dan sumpek. Bentuknya segitiga. Salah satu sisi, sebuah jendela berkaca besar menghadap ke arah jalan raya di depannya. Sering digunakan untuk menikmati kemacetan lalu lintas saat jam makan siang maupun pulang kantor. Di sisi lain bertumpuk puluhan kardus bekas, tidak jelas isinya, dokumen dokumen usang, koran bekas, majalah bekas, bahkan terselip beberapa majalah porno, yang tidak sempat disembunyikan saat pemiliknya panik karena adanya sidak perusahaan.
Posted in Puisi on Januari 25th, 2008 No Comments »
Hening….
Ketika sebagian orang terlelap tidurnya, berselimut lelah.
Ketika sunyi datang,
Saat itu aku mulai mendekatkan diri,
Bersyukur atas semua nikmat yang Dia beri,
Bersyukur atas kebahagiaan yang hari ini menyelimuti hati.
Bersujud aku,
Memohon ampun atas kesalahan hati, diri, yang kumiliki…
Posted in Puisi on Januari 25th, 2008 1 Comment »
Kita-kita suka makan tempe
Tempe adalah favorit
Tempe adalah hobi
Tempe adalah kehidupan
Tempe adalah citra diri
Menjadi makanan keseharian
Atau sekedar jadi cemilan
Namun kini kita tak berdaya
Karena tempe melambung harganya
Tempe bukan lagi makanan orang biasa
Tapi sudah jadi makanan yang mewah
Kita semua terpana
Karena tempe adalah pilihan terakhir
Setelah daging, ikan dan telur tidak terjangkau
Ke mana lagi harus berlari?
Ke mana lagi menjatuhkan pilihan?
Tempe yang tadinya murah meriah
Sekarang ikut-ikutan menjadi mahal tak ramah
Tempe yang tadinya ekonomis
Sekarang ikut-ikutan menjadi sadis
Lantas, mau makan apa lagi?
Kalau tempe juga tak terbeli
Posted in Cerita Kehidupan, Cinta, Keluarga dan Sahabat on Januari 24th, 2008 4 Comments »
Perjalanan hidup sangat berat bagiku, hari ini tepatnya tanggal 19 Juni 2007 aku memulai kehidupan ku yang sebenarnya. Bukan mimpi dan juga bukan khayalan melainkan kehidupan yang benar-benar terjadi dan harus kujalani. Bukan untuk direnungi bukan juga untuk disesali melainkan harus kujalani.