KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Don’t Hide Your Feelings 2

Aku masuk kedalam rumahku diam-diam karena aku takut mereka melihatku masuk dan menanyakan belanjaan.

Tapi…..

“Hei.. ngapain lu jalan kaya gitu!! Dah kaya maling!!”

Aku terdiam.

“Mana titipan gue..??”

Aku tetap terdiam.

Lalu, tiba-tiba Haru-nii mengambil plastik yang dari tadi aku usahain agar tidak terlihat kakakku.

And then..

“What?! Kok malah cd Laruku?? Majalah gue mana?? Belanjaannya mama mana??”

Aku terdiam.

“Hei.. aku tanya Aya..!! Kau punya mulut kan??” katanya lagi.

Pembicaraan terhenti karena mama datang.

“Aduh..aduh.. ini ada apa sih.. kok malah ribut!” kata mama. “aya, mana belanjaannya. Mama mau masak.”

“Nih Ma..” kata Haruki, “liat aja sendiri isinya apaan.”

Mama mengambil plastik itu dan aku semakin terdiam.

“Lho?! Aya.. mana belanjaan Mama..”

Akhirnya aku memberanikan berbicara apa yang terjadi tadi. Spontan semuanya tertawa.. apalagi pas aku keliatan bingung gak karuan kaya gitu. Haru-nii yang tertawa paling keras.

“Ya uda.. kalo memang tertukar.. gapapa.. tapi nanti kamu balikin tuh punyanya dia. Kamu kenal orangnya?”

Aku menggeleng

“Hahahaha… makanya kamu harus terbiasa melihat cowok cakep.. haha.. lihatlah mukaku tiap hari.. haha.. masa iya gara-gara ngeliat cowo cakep jadi kaya gini.. bodoh!!!” kata Haruki tertawa keras

Aku hanya cemberut.

“Ya uda.. kamu usahain besok cari orangnya.” kata mama.

“Haha.. kalo gak dapat keberuntungan kamu tuh” kata Haru-nii.

Aku hanya tersenyum dengan tampilan memaksa dan menuju kamarku untuk istirahat.

Akhirnya malam ini kita hanya makan mie goreng yang hanya tersisa tiga. Tiga untuk empat orang. Haha..

Di kamar, aku melihat cd Laruku yang tidak sengaja nyangsang ke tempatku.

“Ah, ternyata dia pecinta Laruku juga to! Baguslah! Setidaknya aku bisa nonton ini dulu hehe..”

Akupun membuka computer dan menonton cd itu yang ternyata adalah konser 15th anniversarynya Laruku.

Tak terasa aku tertidur ketika aku menonton konser ini. Komputerku masih menyala. Hari semakin larut. Aku sudah tertidur. Lalu, kamarku terlihat terbuka. Seseorang masuk. Ternyata itu adalah kakakku, Haru-nii.

“Hee…. Kebiasaan.. kalo udah keterusan nonton ya jadi kaya gini.” Kata Haru-nii mendesah.

Haruki pun memindahkanku ke tempat tidurku dan memakaikanku selimut.

‘Kakak yang baik’ kataku (aku masih sadar lho!!!)

Ia pun mencium keningku dan mengucapkan.. “Oyasumi, Chii-chan!!” lalu keluar dan menuju kamarnya sendiri.

Aku tersenyum dalam tidurku.

‘Oyasumi, Haru-nii’

Keesokan harinya…

Aku bangun pagi-pagi sekali.. semangat untuk pergi ke sekolah (meski blom tau mau sekolah dimana)

“Minna, ohayou!!!!” kataku ketika sampai ke dapur. Dimana semua orang sibuk. Mama sibuk nyiapin sarapan, papa dengan kerjaannya, kakakku sepertinya gak ngapa-ngapain.

“Dasar, sok semangat!!! Laper nih!!! Siapa ya yang bikin kita semua kelaperan tadi malam????” kata Haruki.

Aku hanya diam dan cemberut.

“Gapapa, Aya!! Pagi ini kita masih bisa sarapan kok!” kata mama.

Aku tersenyum.

“Iya.. gapapa.. ntar kamu juga bisa sarapan di skul kalo masih laper. Jangan dengerin ocehan kakakkmu itu. “ kata papa.

“Hahha… Haru-nii terpojok!!! Hahahahha..” kataku puas tertawa.

“Yee.. bodo amat!! Ngomong-ngomong soal sekolah, kita mau masuk mana Pa?” tanya Haru-nii

“Kalian masuk Nagano Nihon University Highschool. Aya kelas 1, kamu kelas 3. Dah papa siapin. Kalian bisa kan berangkat sendiri?”

“Siap bos!!!” kataku dan Haru-nii.

“Tumben kompak!! kata papa.

Aku tersenyum. Aku melihat Haru-nii.. sepertinya ia ingin tersenyum tapi ia adalah tipe orang yang paling susah dan paling gak mau untuk menunjukkan rasa sayangnya ke orang lain.. dasar aneh..

Makananpun tiba. Kita semua makan.

“Itadakimasu!!!!”

Setelah makan bersama, aku dan Haru-nii langsung berangkat ke sekolah.

Hari ini, kita memakai blazer. Kakakku sangat terlihat keren dengan blazzernya dan celana panjangnya dan aku, sepertinya aku juga terlihat cakep dengan blazer cewek dan rok pendekku.. kita berangkat bersama. Seperti layaknya seorang pasangan. (Mana mau aku jadian sama dia)

“Niichan, semalem makasih ya!!” kataku.

“Makasih buat apaan?” tanyanya.

“Kakak kan yang naruh aku ke tempat tidur.. arigatou na.!!”

Haru-nii hanye ber o-o ria.

“Niichan, akan lebih bagus klo Niichan ekspresiin perasaan kakak.” kataku sok dewasa.

“Ah, kau ini!!! Gak usah nyeramahin aku!! Aku ngerti kali!!” katanya sambil memberantakkan rambutku.

“Niichan!!! Kan jd berantakan!!!!”

“Hehe.. biarin aja..” katanya sambil tersenyum. Akupun tersenyum melihatnya tersenyum.

“Hei…hei.. jangan kelamaan senyum!!! Ntar gak nyampe-nyampe ke skul nih!!”

Aku hanya tertawa dan kembali tersenyum.

“Dasar gila!! Udah ayo!” kata Haru-nii sambil memegang tanganku.

Kita pun berjalan ke sekolah serasa dunia milik berdua. Haha..

Akhirnya kita sampai di gerbang sekolah.

“Kak, kita ke ruang kepala sekolah dulu kan?” tanya aku.

“Iya.. ya uda kita kesana aja.” kata Haru-nii..

“Chotto!! Ke toilet dulu deh.. benerin rambutku dulu.. masa masuk ke ruang kepala sekolah gak rapi kaya gini.”

Haru-nii hanya tersenyum lalu ia kembali mengacak-acak rambutku.

“Niichan!!!!” kataku kesal.

“Hehe.. kamu itu jauh lebih lucu kalau kaya gini.. hahahaha..”

“Ih.. jahat!!!”

“Iya ya.. kita ke toilet dulu..”

Akhirnya kita berdua menuju toilet. Ketika kita memasuki gedung sekolah, banyak orang-orang melihat kita. Aku gak tau apa yang ada di pikiran mereka mengenai aku karena aku terlihat sangatlah berantakan gara-gara rambutku diacak-acakin sama Haru-nii. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku.

“Aya-san??” panggil orang itu dengan panggilan yang datar karena kita hampir berpapasan.

“waa.. Yuuki-san!!” kataku senang.

Yuukipun menghampiriku aku gak perduli dengan rambutku yang acak kadul.

“Waa, kamu sekolah disini juga ya?” kataku memulai pembicaraan.

“Ya.. kamu juga.. akhirnya kita bisa ketemu lagi!” kata Yuuki

“Oh ya, ini kakakku, Haruki, dia juga sekolah disini. Kelas 3.” kataku memperkenalkan diri.

“Oh, aku Yuukitaro Otani. Panggil aja Yuuki. Lam kenal” kata Yuuki.

“Yup lam kenal juga. Makasih ya kemaren dah nolongin Aya. Cuman maaf ya kalo dia ngerepotin kamu. Dia memang kayak gitu. Suka teledor.” kata Haru-nii sambil ketawa..

“Dasar!! Bisanya bikin adik dongkol terus ya??” kata aku

Yuuki-san ketawa..

“Lho?! Kamu kenapa ketawa?” tanyaku.

“Kalian lucu. Hehe..”

Akupun ikut-ikutan ketawa.

“Ya uda deh Niichan aku ke toilet dulu.. tunggu ya!” kataku sambil terus-terusan ketawa.

Ketika di toilet..

“Kamu sadar ya kalo tindakan kita tadi udah kaya paan tau..” kataku memulai pembicaraan

“Iya… kalian tuh lucu ya kalau berantm kaya gitu..tapi aku tau kalo kakakmu itu sayang banget sama kamu.”

Aku tersenyum. Akupun kembali merapikan rambutku yang tadi diacak-acakin sama kakakku. Untung aku membawa sisir. Aku mulai merapikan rambutku.. dan..

“Hei, Yuuki kenapa kamu jadi bengong begini!!”

“Hee..”

“Pa ada yang aneh ma aku??”

“Kamu.. kamu.. kamu kawaii banget, Aya-san!!” kata Yuuki tiba-tiba..

“Hee??? Jadi kamu bengong gara-gara itu. Ck ck ck.. aku gak sekawaii yang kamu kira.. dah ah.. kita balik lagi ke Haru-nii!!”

“Oh” Yuuki masih terkesima melihat penampilanku. Soalnya aku saat ini kembali memakai bedak dan kembali merapikan rambutku yang biasanya gak pernah aku perduliin.

Kitapun keluar dari toilet dan akupun berpisah dengan Yuuki.

“Yosh!! Haru-nii.. maaf ya nunggunya kelamaan..”kataku ketika keluar dari toilet.

Haru-nii terdiam melihat perubahan pada diri adiknya itu.

“Hei..hei, Niichan.. kenapa?? Tumben diam aja..” kataku bingung.

“Tumben kamu peduli sama penampilan..” katanya datar

“Hehe.. sekali-kali gitu peduli sama penampilan.. ya uda ke ruang kepala sekolah sekarang aja.. aku mau ngobrol nih sama Yuuki.”

Haru-nii tersenyum. Ia hampir saja mau merusak rambutku lagi. Namun aku cegah..

“Eits!! Jangan sentuh rambutku!!” kataku sambil menghindar dari tangannya yang siap mengacak-acak rambutku lagi.

Haru-nii kembali tersenyum dan sekarang kita berjalan menuju ruang kepala sekolah.

—> Continued..^^

8 Responses to “Don’t Hide Your Feelings 2”

  1. on 26 Feb 2008 at 16:17Xeon555

    Bagus Cie,mau lanjut bacanya neh

  2. on 27 Feb 2008 at 17:33weny keyen

    hohoho…benar2…..kt2 yg so sweet ….”“Oyasumi, Chii-chan!!””
    reverse to the real achi..hahhahahahhahahhahahhahahh ^^v

  3. on 03 Mar 2008 at 18:11Seven

    ya.. so sweet banget, wen..
    “oyasumi, chii-chan” itu kata2 yang tak akan kulupakan dalam hidupku..^^
    =.= *ketwan deh* hahaha

  4. on 02 Apr 2008 at 15:12chitta

    Aaaaaaaaaaaaaaaaaa………..bikin penasarann!!!!
    Mendingan di posting langsung dari awal smp akhir cerita.
    Btw,kyaknya bisa tmbh oke klo istilah / kalimat2 dlm bahasa Jepang itu di terjemahin ke bahasa Indonesia. Mayan kan buat tambahan kosakata pembaca yg ga ngerti bahasa Jepang. ^^v

    Ayooo semangat!!! Lanjutin terus ceritanya!!

  5. on 10 Apr 2008 at 18:13亜也子

    arigatou ne..
    demo hontou ni gomen ne..
    achi wa isogashi desu..
    mav achi gak bisa nerusin. bnran lagi sibuk banget. gak bisa ngenet..
    kalo mau liat, aku dah post sampe ke 13 di multiply.. silakan di liat
    http://shirochii.multiply.com
    ookini

  6. on 09 May 2008 at 12:11亜也子

    lanjutannya di
    http://chiakixyuki.livejournal.com
    sayonara kolomkita
    tsumaranai ne
    XD

  7. on 01 Nov 2008 at 14:01bidadarisurga

    hmm..
    suka baca serial cantik nih pasti..
    hehehe…. agak2 mirip crita di komik2 gitu, apalagi settingnnya di jepang gitu kan?
    btw, mereka itu orang Indo yang lagi di Jepang ato gimana ya??
    kuk binung ya>? =s

  8. on 09 Nov 2008 at 21:30author

    haha ntahlah..
    aku nilisnya sesuai alur dan perasaan sih XDD
    itu sbnrnya org jepang asli
    namun krn aku males make bhs jepang, aku bikin pake indonesia. dan berhubung sudah lama di indonesia aku make bahasa indonesia

Tinggalkan Komentar