Don’t Hide Your Feelings 1
Januari 31st, 2008 by 亜也子
Namaku adalah Mizurachi Ayako. Aku tinggal dan lahir di Tokyo, tempat dimana banyak orang berlalu-lalang. Aku bersekolah di Horikoshi Academy. Sekolah yang cukup terkenal di Tokyo. Tentu saja karena banyak artis papan atas yang sekolah disana. Akupun sangat betah sekali bisa bersekolah disana karena dulu Toma, Pichan, and Yuu adalah senior-senior disana. Siapa tau aja mereka bisa nyangsang datang kesini lagi hehe… Tapi semuanya menjadi tidak mungkin karena aku harus segera pindah ke Nagano (lebih tepatnya hari ini T^T). Papaku dipindahtugaskan untuk bekerja di nagano. Tempat yang cukup terkenal dengan dinginnya itu.“Aya..!!! kemana aja sih kamu!!! Lama banget sih ngepak tasnya.. dasar cewek!!!” kata Haruki kakakku.
“Ih.. tunggu donk!! Gk sabaran banget!! Emang aku cewek!!! Aneh2 ja nih.. “ kataku sambil tetap mengepak barang-barangku.
Oh ya. Kakakku itu bernama Mizurachi Haruki. Dia terlihat sangat hansamu. Banyak cewek yang naksir sama dia. Jujur.. kalo aku bukan ditakdirkan menjadi adiknya, aku pasti bisa langsung jatuh cinta sama dia. Tapi, beruntunglah aku menjadi adiknya. Aku bisa mengetahui sikap aslinya yang sangat amat menyebalkan..!!! Aku memanggil dia haruki, atau Haru-nii. Kadang2 aku pun memanggilnya Anchan!! Sementara dia memanggilku Aya-chan. Dan kadang-kadang dia juga memanggilku dengan Chii-chan.
Kakakku itu penampilannya sangat kakkoii. Dia tinggi, kira2 176 cm dengan berat badan yang ideal. Rambutnya sudah dimodifikasi menjadi tampilan J-style. Dengan rambut yang khas banget bagi kaum muda di Jepang, apalagi Tokyo, saat ini. Kalau kita hanya melihat dari tampilan luarnya, dia bisa dibilang seperti model (tapi gak akan mungkin bisa jadi model). Sifatnya Haru-nii itu baik, tapi sangat menyebalkan, dan sedikit rese. Namun, hanya orang terdekat saja yang mengetahui sifat aslinya dia. Cewek2 yang menyukainya hanya menyukainya dari sisi luar. Tapi, baguslah Haru-nii tidak menjadi playboy bahkan dia belum sempat pacaran lho. Aku gak tau kenapa. Katanya sih, dia belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi belahan hatinya.
Sementara aku, aku hanya menilai diriku adalah cewek yang biasa-biasa aja. Tidak sekakkoii kakakku. Tapi kawaii.. haha.. banyak yang bilang aku ini kawaii, tapi aku tidak merasa kalo aku itu kawaii. Aku ini bisa dibilang tidak terlalu memperdulikan penampilan. Tapi entah kenapa banyak orang yang bilang aku kawai.. Sementara cowok, aku juga belom pernah mempunyai cowok. Aku belom sempat memikirkannya. Meski banyak yang ngantri.. haha..
“Aya!!!!!!! Cepetan!!!! Ditunggu papa nih!!!! Kamu ngapain aja sih!!” kata Haru-nii dari bawah.
Aku hanya terdiam.
Tak lama kemudian terdengarlah langkah kaki menuju kamarku.
“Gila ya lu.. ngapain aja sih.. kita semua tuh udah nunggu kali.. kau ngapain aja.. ngepak barang-barang gini aja gak becus !!” kata Haru-nii sambil membantuku memasukkan barang2 ke koperku.
“Abisnya.. kenapa mesti pindah ke Nagano!!!!! Aku kan baru masuk Horikoshi Academy!!! Baru belajar 2 bulan malah.. langsung pindah!!! Kakak ma enak udah 2 thn disana.. bisa kan kedatangan Toma, Pichan, Yuuchan, kalo..”
“Aya.. Aya.. kamu sekolah mikirin itu doank ya!! Dasar cewek!! Kamu pikir selama aku sekolah disana, aku pernah ketemu mereka apa. Sekalinya mereka datangpun aku cuma bisa ngeliat mereka dari kejauhan. Mending kamu gak usah terlalu berharap banyak deh!! Mending ngeliat muka aku aja. Gini2, mukaku gak kalah cakepnya sama mereka kan. Bahkan kamu pernah bilang kan kalau aku bisa jadi model. Haha”
“Yee…. GR!!! Emang sih muka kakak cakep.. tapi sayangnya cuma luarnya aja.. hahaha.. “
Aku dan anchan hanya tertawa. Akhirnya barang bawaanku beres sudah. Aku dan anchan berjalan menuruni tangga dan menuju papa dan mama.
“Pa, ma maaf ya!! Lama..” kataku meminta maaf.
“Biasa tuh cewek!! Kelamaan jadi kayak gini deh! Hehe..”
Aku hanya bisa menyenggol tangannya. Papa dan mama tertawa. Kita semua pun langsung masuk ke mobil pribadi sementara barang-barang bawaan sudah jalan menuju rumah kita di Nagano.
Setelah menunggu lama di mobil akhirnya aku sampai di Nagano. Nagano terlihat sangatlah dingin. Aku langsung memakai jaketku ketika kita sampai di rumah. Rumah baru kami di Nagano tak jauh beda dengan rumah kita di Tokyo. Namun di Nagano rumahnya jauh terlihat lebih sejuk dibanding Tokyo yang penuh dengan orang. Akupun langsung menurunkan barang bawaanku. Aku langsung menuju ke kamarku yang terletak di lantai atas yang bersebelahan sama kamarnya Haru-nii.
Aku hanya bisa mendesah mendapati kamar bersebelahan dengan kakakku ini. Lalu, aku memasuki kamarku. Cukup luas. Aku tersenyum. Lalu, aku langsung membereskan kamarku. Sebisa mungkin kubuat kamarku seperti kamar yang aku inginkan. Setelah membereskan kamarku, aku berpamitan untuk mengelilingi sekitar rumah. Meski badan terlihat capek, jiwa penasaranku mengenai lingkungan ini mendorongku untuk terus bertahan sampai malam tiba.
“Ma, aya mau jalan2 dulu ya. Di sekitar sini ja.” Kataku kepada mamaku yang sedang membenahi rumah juga.
“Kamu, gak cape! Kenapa gak sama Haruki?” tanya mama.
“Apa?! Sama dia.. ng, manknya dia mau apa temenin aku jalan!” kataku. “lagian aku maunya jalan sendirian, Ma. Ga papa kan?
“Ya uda deh kalo itu mau kamu. Jangan sore-sore ya!”
“Sip!!! Sebelum malam aku pulang deh!”
Akhirnya akupun pergi ke luar sendirian.
Ketika diluar, aku menghirup udara segar!
“Huaa.. sejuk sekali..!!”kataku sambil menghirup udara segar. Akupun melanjutkan perjalananku itu.
Tiba-tiba nada Daybreak’s bellnya Laruku berkumandang. Handphoneku berbunyi.
“Halo..”
“Aya, kamu masih di luar kan?” Tanya orang di seberang telpon
“Siapa nih??”
“Yee… masa lupa sama suara kakak sendiri.. gimana sih!!!”
“hee?? Haru-nii??” aku bingung. Lalu aku melihat layar handphone. “Kok nomornya ini sih?? Kakak lagi di mana?”
“Dasar baka!!! Ini tuh nomor rumah kita yang baru oon!! Simpan makanya..” kata Haru-nii “Eh, masih di luar kan?? Mama pesen makanan tuh. Ntar kamu cari supermarket ya.. terus beliin makanan buat makanan malam kita. Aku sekalian nitip majalah donk! Majalah yang biasa aku beli ya”
“hei2.. emang aku pembantu kamu apa?? Kenapa gak beli sendiri??”
“aku lagi bantuin mama beresin rumah sama papa. Kamu kan lagi main di luar kan?? Jadi sekalian beli aja. Ok!! Bye..”
Telpon tertutup. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain mencari supermarket di tempat yang tidak kukenal ini. Dengan muka dongkol, aku mencari supermarket.
Setelah 15 menit mencari akhirnya aku menemukan supermarket ini. Aku langsung masuk ke supermarket itu dan membeli makanan dan majalah yang dipesan anchan. Setelah membayarnya aku keluar dari supermarket itu dan kembali menuju rumah.
“Capek!!!” kataku..
Aku langsung mempercepat langkahku agar aku bisa segera sampai di rumah dan beristirahat.
Namun, langkahku terhenti ketika aku melihat seorang cowok tinggi, keren, cakep, intinya dah kaya model deh.. kakakku kalah sama dia.. aku melihatnya terus sampai…
‘Duuk..’
“Oww…!” kataku.
Ternyata aku menabrak seorang cowok dan belanjaan yang kita bawa jatuh semua.
“Hey!! Kalau jalan pakai mata donk!! Gimana sih!!” kata cowok itu ketus dan langsung mengambil kantong plastic yang terletak di dekatnya.
“Maaf. Aku gak sengaja.” kataku meminta maaf.
Namun, cowok itu tak menghiraukanku dan pergi begitu saja.
Aku kembali dongkol melihat tingkah laku cowok itu.
“Dasar cowo gak tau aturan!!! Dah bagus gw minta maaf!! Eh, malah dicuekin lagi!! Jelek!!!” kataku dongkol “ah, bodo ah.. mending pulang ja. Laper! Cape!” kataku. Akupun mengambil plastic yang terjatuh tadi dan membawanya. Namun, aku terdiam dan merasa heran.
“Are?! Kok jadi enteng ya?? Perasaan tadi rada berat deh.. jangan2” akupun langsung melihat isi plastic itu dan..
“WHAT?! Kok isinya cd gini sih!!! Bagus sih cd Laruku tapi… ahh.. ketukar!!! Baka!!! Gimana nih..!!!” kataku panic. “gak mungkin kan aku kembali lagi ke supermarket dan membeli makanan lagi. Uangku tak cukup..”
Aku panik. Tingkahku udah seperti orang bego gak karuan di tengah jalan. Lalu, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiriku.
“Ano, kamu kehilangan sesuatu?” tanya cewek itu.
“Ng, bukan kehilangan sih! Tapi salah bawa barang.”
Cewek itu terlihat bingung.
“Tadi aku nabrak orang. Dan kita salah bawa barang. Sekarang aku bingung harus gimana.”
“Kamu kenal orang itu?” tanya cewek itu.
“Gak. Aku gak kenal siapa-siapa. Aku baru pindah hari ini.”
“oh, pantesan kamu keliatan newbie banget! Oh ya namaku, Yuukitaro Otani. Panggil aja yuuki.”
“Oh, aku Mizurachi Ayako. Panggil aja aku Aya.”
Akhirnya kita berkenalan. Yuuki pun mengantarkanku pulang (karena ternyata aku tersesat juga)
“Yuuki, makasih banyak ya.. maaf hari ini aku ngerepotin kamu” kataku ketika kita hampir sampai ke rumahku.
“Gak papa kali. Oh ya, kamu ntr masuk skul mana?”
“Skul ya? Aka gak tau!! Papaku blom bilang apa-apa. Tadi aku langsung keluar untuk jalan2 eh, malah jadi kaya gini. Maaf ya ngerepotin.”
“Gapapa kok!!” katanya sambil tersenyum. “mudah-mudahan aja kita bisa satu sekolah..”
Aku tersenyum. Lalu kita sampai di depan rumahku.
Haru-nii sudah berada di depan rumah. Dia langsung memarahiku tepat dihadapan Yuuki.
“Hey, kemana Ya?? Jam segini baru pulang!!!” tanya Haru-nii.
“Maaf, Niichan. Tadi aku sedikit tersesat!”
“Makanya jangan sok bisa jalan-jalan ke luar rumah sendirian.” katanya sambil kembali masuk ke dalam rumah.
“Hee.. suka-suka orang.. lagian kalo aku gak keluar rumah, aku gak akan ketemu, Yuuki.. ya kan Yuuki??” tanya aku.
Yuuki terdiam..
“Hey.. Yuuki.. kau masih hidup kan??” tanyaku.
“Aya-san, tadi itu siapa? Kakak kamu apa model?” tanya Yuuki terbata-bata.
“HA?!” aku kaget!! Lalu tertawa.. “ hahaha.. jgn bilang kau suka sama Haru-nii..”
“Eh, gak.. gak.. aku cuma suka sama mukanya aja.. dia khan kakkoii..” kata Yuuki..
“Hahaha… dia itu kakak aku.. luarnya doank yg bagus, dalamnya.. kamü liat sendiri kan tadi kaya gimana.. hehehe..”
Kita berdua pun ketawa..
“Yuuki, sampai ketemu besok ya! Aku masuk kedalam dulu. Kapan-kapan mampir ke rumahku! And, jangan sampe bengong kaya tadi pas ngeliat kakakku.”
Yuuki hanya mengangguk dan tersenyum. Kitapun berpisah.
—> Continued
THAT’s my story…………………….. tp ko gk bisa diedit?????????
wah…bagus chiii…
akhirnya ceritamu bs d bka jg d tmpt q!
hehe…
kau berbakat jd pengarang!
yay, klw dah d terbitin jgn lpa ksi 1 exemplar gratis yaaa
^_^
Wah bagus neh Chie,terusin yah.
hwaaaaaaaa
bnar2…..tha achi’story life….hahhahah ^_______^V
bner2 pas bgd smwnya!!
hontou? atashi no life story??
ck ck ck..
weny.. achi is achi, aya is aya.
and gk ad hubungannya sama cerita ‘abal’ku ini.. =.=
ah ya sankyuu inez… tunggu lanjutannya ja..^^
ano ne lanjutannya di
http://chiakixyuki.livejournal.com
sankyuu
gak akan dilanjutin disini
malay and lupa passnya
hehe XD
Pintr bgt nlsx, ajarin dunk….