Dengarkan nenek…
Januari 17th, 2008 by jr
Gadis kecil manis, lugu , polos dan mengemaskan.Mungkin itu belum tepat untuk mengambarkan sosok gadis kecil..aku kecil dulu. Minim itu yang masih aku ingat kata-kata nenekku cerita sorenya sebelum pergi meninggalkan aku sendiri, pergi di dunianya selamanya.
Taukah nek..igin sekali aku bicara pada nenek sekarang…rindu sekali..taukah nenek apa yang terjadi pada gadis kecilmu ini. Nenek, selepas engkau pergi selamanya..taukah nenek berjuta cerita dan pengalaman menerjang gadis kecilmu.
Nenek, ingin aku berlari memelukmu erat..menangis di bahumu, merasakan belaian hangat jarimu..dan cerita indahmu yang menenangkan.
Nenek,gadis kecilmu ini..sepertinya tak semanis yang engkau tau dulu..gadis kecilmu tak sekuat yang engkau inginkan.
Nenek, memang benar yang selalu nenek katakan : “Nduk, hidup ini kini, kelak adalah pengorbanan..jadi kuat lah, ingat lakukan yang terbaik “’.
Sendiri kini, di dunia yang jauh dari semuanya..saudara, teman dan pusaran nenek. Satu, mungkin itu pengorbanan juga nenek, aku harus kuat. Dingiiiin, dingin sekali nek disini. Sering aku rindu hangatnya negeri kita, hangatnya kampung kita..hangatnya suasana disana. Sinar matahari yang selalu setia bersinar untuk kita, hangat..mm..begitu rindunya aku dengan sang surya di negeri kita.Tapi ya..dua, mungkin ini pengorbanan. Aku kuat nek..jangan khawatirkan gadis kecilmu. Berbeda, ya..semuanya jauh berbeda nek..semuanya. Adat dan perilaku..semuanya lain. Sering aku ingat..tata krama yang nenek ajarkan tak akan pernah aku lupakan..satu anugrah bagiku. Tapi nek, mungkin aku tak selembut gadis kecilmu yang penuh tata krama mu, aku di sini tumbuh keras..entah sifat dan perilakuku..mungkin lingkungan yang mengharuskan aku seperti itu.Masih tetap tata kramamu ada di sini..mungkin tidak seratus persen. Ya..lagi lagi itu pengorbanan nek. Nenek, rindu aku masakan nenek..semuanya. Lezatnya daun singkong yang nenek campur dengan ikan teri dan sambal trasimu dan lagi suapan tangan nenek..Mmm..benar benar nikmatnya. Ach nenek..jangan harap gadis kecilmu kini dapat merasakan itu lagi di sini..semuanya lain. Ya..pengorbanan lagi nek. Nenek, ingin aku pulang ke negeri kita, ke kampung kita, akan berbeda memang dengan ketika nenek ada, tapi setidaknya aku dekat dengan nenek dengan pusaran nenek, dengan rumah kecil nenek, dengan kebun luas dan rindang nenek..dan dengan semua keluarga kita..semuanya indah bagiku nek.Tapi, betapa rindu, inginnya aku pulang langkah ini tersendat Nek, tak bisa melangkahkan kakiku. Taukah nenek..ada seseorang yang membutuhkan gadis kecilmu ini disini. Seseorang yang mencintai gadis kecilmu.Nenek, gadis kecilmu kini telah menemukan tambatan hati.Nenek, taukah ketika aku ungkapkan semuanya padanya tentang kerinduannku pada negeri kita, tentang inginanku meninggalkan negerinya..duh nenek..matanya berkaca..jangan tinggalkan aku, rintihnya. Nenek, lagi lagi pengorbanan. Nenek, maafkan gadis kecilmu jika sekarang aku katakan kadang aku putus asa nek..ingin aku melupakan semuanya. Berusaha egois !Ingin aku mengejar apa yang jadi ingin dan ambisiku tanpa embel embel pengorbanan. Katakan Nek , kenapa gadis kecilmu ini selalu tak sanggup , walau sangat ingin lakukan.Nenek, katakan !!