Bandung - Dulu, Kini dan Nanti
Januari 14th, 2008 by setia
Entah sudah berapa tahun yang lalu kunjungan terakhir saya ke kota kembang ini. Masih segar dalam ingatan, saya dan teman-teman berjalan menyusuri jalan-jalan kota yang tenang, asri dan belum terlalu sibuk.
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mendatangi kota ini kembali. Begitu banyak perubahan telah terjadi. Bandung yang sekarang sungguh berbeda dengan Bandung yang saya kenal. Meski sudah terkenal sebagai pusat jeans, saat itu kami masih dapat merasakan asrinya kota. Masih banyak pelajar dari Jakarta yang berlibur ke Bandung untuk mencari ketenangan.
Bandung yang saya kunjungi belum lama ini dipenuhi dengan berbagai toko dan factory outlet. Jalan-jalan terasa penuh, walau bukan hari libur. Kalau dulu terasa sekali perbedaan antara Jakarta yang sibuk dengan Bandung yang tenang, kini perbedaan itu hampir tak lagi terasa.
Bila saya yang hanya pendatang kecewa dengan perubahan ini, bagaimana perasaan warga kota ini sendiri? Tak heran bila Peterpan sebagai salah satu grup band yang terlahir di Bandung, menggambarkan kota ini sebagai kota mati di salah satu lagunya. Mungkin itu salah satu bentuk kekecewaan dari seseorang yang tinggal dan besar di kota ini.
Meski demikian kekecewaan saya terobati demi melihat rumah-rumah dengan arsitektur zaman Belanda yang masih berdiri dan terawat baik. Satu hal yang mulai sulit ditemui di jakarta.
Pikiran saya pun melayang ke lima sepuluh tahun yang akan datang.
Bagaimanakah wajah Parijs van Java di masa datang? Masih adakah rumah-rumah antik ini, atau berganti dengan rumah-rumah bergaya victorian atau minimalis seperti yang sekarang tersebar di Jakarta? Apakah kemacetan akan melanda seluruh kota bandung? Masih adakah tempat dimana mencerminkan keasrian Bandung zaman dahulu?
Saya hanya dapat berharap semoga Bandung tidak menjadi Jakarta kedua.Semoga.