Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Desember 13th, 2007 No Comments »
Sepuluh tahun aku sahabatmu
Hari ini masih tetap sahabatmu
Entah sampai kapan kita kan berkawan?
Masih tak kuasa melepas cerita
Terlalu sayang untuk dilupa
Tak dapat dusta,
Ada cinta dalam dada
Kini kuharus pergi
Bunda sayang inginku pulang
Bukan maksud tuk berlari
Hanya tangisi penyesalan menanti
Selepas subuh
Kembali aku menunggumu
Ditempat yang sama ketika kita sepakat
Tak ada yang paling mencederaiku
Jika kemunculanmu
Tanpa senyum
Karena itu berarti Hawa tak pernah lahir
Hingga tak ada cerita tentang tulang rusuk
Permanent link to this post (35 words, estimated 8 secs reading time)
Selepas magrib aku datang padamu
Mengetuk pintumu dalam kejujuran
Tak mungkin kupendam kata mewakili rasa
Bagiku rasa harus hadir di kata
Agar ada paham tentang makna
Jangan tanya kenapa aku mencintaimu
Dan kapan dia hadir menguasai
Tuhan pun tak memberiku jawab semalam
Aku hanya memberimu kejujuran
Agar dapat berbagi
Dalam cinta tanpa nafsu
Permanent link to this post (54 words, estimated 13 secs reading time)
Posted in Puisi on Desember 13th, 2007 No Comments »
Di matamu kulihat cahaya
Memancar pada sudut ufuk tak terduga
Menebar pesona keindahan dalam kaca mutiara
Bagaikan Gunung Uhud dalam perjalanan sahabat
Karena manatapmu hatiku tersungkur
Dalam ikhtiar menuju akhlak yang terkoyak
Tak mampu kutata kegelisahanku
Saat tatapmu memberi pelita
Posted in Puisi, Renungan on Desember 11th, 2007 No Comments »
Runtuhnya malam
tetap milikku
dan malam tertinggal
karena aku tertidur
Kupikir ini biasa
tapi
saat ku coba menelpon rumah
tak ada orang
dan akupun tertegun
berapa titik waktu terbuang
untuk memeluk sebuah imajinasi basi
Semua…..aku
berputar mencari yang tak tuntas
bahkan kakiku tak menyentuh lantai
Dan cinta menapaki logikanya
mencari musimnya
jejak indahnya bercahaya
bumi memutarnya
dan kubiarkan saja
dan kita melatih cinta
dalam kepolosan ini
Ada yang berlomba di hati ini
Hidupkan nafasnya
perlahan
Hidupkan aku
jangan berhenti
aku tak kenyang
Indahnya bermain dalam mulutmu
di atas kulitmu
Tak ada kata untuk itu
tak ada suara hampa untuk itu
Posted in Intermezzo, Asa on Desember 11th, 2007 No Comments »
kamu tahu cinta??
- sesuatu tentang rasa
rasa??
- ya, tentang rindu, benci, sayang
Permanent link to this post (7 words, estimated 2 secs reading time)
Aku menengadahkan kepalaku ke langit. awan kelabu pertanda hujan menaungi kepalaku. menghela napas panjang, aku menunduk untuk melihat arloji hitam yang melingkari pergelangan tanganku. sudah 1 jam aku menunggu.
Kenapa kamu belum datang??
Aku takjub bagaimana kita memulainya
Bahkan ritmenya kita lalui tanpa pembahasan
Waktu yang berlalu membuat kita paham makna
mengenalmu adalah bait-bait tentang ketulusan
Ketika sayap itu kupersembahkan
Begitu anggun perjalanan membedah samudera
Ketika menyayangimu tanpa ucapan
Kubingkai wujud hadirmu dalam kaca mutiara
Ketika sayap yang kita gunakan adalah kesetiaan
Maka kita akan terbang menuju kematian yang tersenyum
Untuk menuju altar kematian cinta yang sesungguhnya
Kan kutulis doa ditelapak tangan………….
Agar genggaman ini senantiasa berisikan senyum wanitaku
yang mampu mengubah tangis pedih menjadi senyum terindah
Permanent link to this post (43 words, estimated 10 secs reading time)