KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kedatangannya

Tadi malam dia telah datang. Mengayunkan kakinya yang jenjang. Memetik gitarnya. Menyanyikanku berjuta lagu.

Dia telah datang, setelah sekian lama pergi dariku. Dia memberiku semangat untuk berdiri. Ucapnya, aku selalu tidur lunglai. Aku terlalu lelah, katanya. Lelah tidur.

 

Dia gapai mimpi-mimpinya, dengan tangannya. Sementara aku menggapai mimpiku dengan angan. “Kau pikir bisa?,”tanyanya lantang.

Aku tidak bisa berkata-kata. Lidahku terlalu kaku. Kelu! Diam.

 

Dia menyanyikan lagu kesepuluh. Aku masih mencoba menggali makna. Kenapa dia datang ketika hujan terlalu deras mengguyur tubuhku. Tidak mungkin kuusir hujan, dia lebih setia. Namun aku sudah terlalu lama berduaan dengan hujan. Dan hujan membuatku sakit. Tubuhku linu.

 

Dia ceritakan padaku tentang indahnya manggapai mimpi dengan tangan, bukan dengan angan. “Jika harap yukata, berlarirah ke Jepang! Jangan kau diam di tempatmu!,”katanya.

Aku ingin menjawab, bahwa di Indonesia juga ada yukata, mengapa aku harus lari ke Jepang?

“Kau bisa mendapat yukata disini, tapi yukata disini tidak seasli di Jepang!,”jawabnya sebelum aku bertanya.

Aku tersenyum mengangguk. Ya, dia benar. Keaslian adalah jawaban.

 

:Ku, mungkin pernah membuang lembaran surat-suratmu, dan t’lah hilang bersama kotoran-kotoran pecahan kaca pascagempa. Tapi, ku, tak bisa berbohong bahwa kita semua memiliki mimpi, dan tadi malam kau datang untuk menanyakannya.

:Seberapa kencang lariku untuk meraihnya.

:Seberapa keringat yang tertetes untuk mengusahakannya.

 

Aku mengakui keaslian. Bahwa itu yang musti kuraih. Bukan angan yang hanya bisa melayang-layang di langit-langit kamarku.

 

Terimakasih atas kedatanganmu, kakakku.

 

Tuesday, January 02, 2007, 7.09 pm

Tinggalkan Komentar