KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Karena Kau Sahabatku

Masih teringatkah embun yang menempel dipipimu, tangan kami berusaha mengusapnya sekuat tenaga. Berribu tangan.

Kami sangat mencintaimu.

Mungkin kau lupa betapa nikmatnya airmata tertelan, kemudian bahagia melihatmu tersenyum.

Sungguh kami sangat mencintaimu.

Kau ingatlah beribu payung-payung keceriaan memayungi kita saat kita berjalan bersama.

Kami tak bisa berbohong! Kami selalu mencintaimu.

Juga lomba lari kita demi menuju keabadian, kita saling membantu, meski salah satu dari kita sering terjatuh.

Kami menyayangimu.

Entah sampai kapan kau tundukkan wajahmu, dan tak kau sadari betapa hati ini bergoncang menantikan wajahmu terangkat.

Kami merindukanmu.

 Sahabatku, datanglah. Datanglah disini, lihat tangan kami yang siap merangkul tubuhmu.

Lihatlah, senyuman kami yang tak mungkin terkulum bahagianya memandangmu.

Sahabat, kesinilah, duduklah, ceritakan pada kami pelangi berkilat-kilat yang muncul di sela-sela jendela tersibak tirai kamarmu.

Disini, di kehijaun, disini, ada berjuta malaikat, disini, sahabatku.

Disini, kami yang mengarapkan langkamu terjejak

Disini, kami yang menantikan suaramu

Disini, kami yang menyayangimu

 
Sahabatku, kami mencintaimu. Selalu. Sampai-tak ada batasnya.

 

Rumah Ashryas. Sunday, January 07, 2007-8.46 pm

Tinggalkan Komentar