Karena Kau Sahabatku
Desember 1st, 2007 by Rida Rohmawati
Masih teringatkah embun yang menempel dipipimu, tangan kami berusaha mengusapnya sekuat tenaga. Berribu tangan.
Kami sangat mencintaimu.
Mungkin kau lupa betapa nikmatnya airmata tertelan, kemudian bahagia melihatmu tersenyum.
Sungguh kami sangat mencintaimu.
Kau ingatlah beribu payung-payung keceriaan memayungi kita saat kita berjalan bersama.
Kami tak bisa berbohong! Kami selalu mencintaimu.
Juga lomba lari kita demi menuju keabadian, kita saling membantu, meski salah satu dari kita sering terjatuh.
Kami menyayangimu.
Entah sampai kapan kau tundukkan wajahmu, dan tak kau sadari betapa hati ini bergoncang menantikan wajahmu terangkat.
Kami merindukanmu.
Sahabatku, datanglah. Datanglah disini, lihat tangan kami yang siap merangkul tubuhmu.
Lihatlah, senyuman kami yang tak mungkin terkulum bahagianya memandangmu.
Sahabat, kesinilah, duduklah, ceritakan pada kami pelangi berkilat-kilat yang muncul di sela-sela jendela tersibak tirai kamarmu.
Disini, di kehijaun, disini, ada berjuta malaikat, disini, sahabatku.
Disini, kami yang mengarapkan langkamu terjejak
Disini, kami yang menantikan suaramu
Disini, kami yang menyayangimu
Sahabatku, kami mencintaimu. Selalu. Sampai-tak ada batasnya.
Rumah Ashryas. Sunday, January 07, 2007-8.46 pm